
Tepat dihadapan ketiganya, Adam tiba-tiba berdiri dan bermaksud mengambil kembali uang yang ia miliki.
"Hei cepat kembalikan uangku, aku takkan menyakiti kalian jika menuruti perintahku," Adam menggertak mereka yang kini nampak sedang merebahkan dirinya.
"Hah? Kau siapa? Hahaha, mau menghajar kami ya? Kamu pikir kamu siapa?" Ucap wanita nampak mengerutkan dahinya itu lalu kemudian berdiri.
Poro yang merupakan monyet emasnya itu kemudian memanjat tubuh wanita itu dan kini berada tepat diatas kepalanya, dan blast yang bersiap menjaga wanita itu dari belakang.
"Sial mereka tak mempan digertak ya," ucap Adam pelan sambil menarik pisau yang ada di pinggang nya.
"Hei hei hei? Serius nih mau lawan? Kamu kalah jumlah loh, kami bertiga," wanita itu nampak menggertak, namun tiba-tiba.
Wusshh ... Adam tiba-tiba telah berada di belakang gadis itu dan menempatkan pisaunya di leher si gadis, sedangkan blast dan Poro nampak terpental beberapa meter dari sana. Adam merangkul tubuh si gadis dari belakang dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegangi pisau yang kini ia tempat kan di leher gadis itu.
Gadis itu terkejut dengan apa yang Adam lakukan, bagaimana bisa ia berada dibelakang nya secepat itu.
"Hei cepat kembalikan uangku," ucap Adam menggertak.
Wajah gadis itu memerah seketika dan nampak tersipu malu, tiba-tiba ia menangis secara spontan.
"Aaaaa, apa yang kamu lakukan? Kamu mau mengambil keperawanan ku ya? Lepaskan aku," ucap gadis itu sambil menangis.
"Eh, bukan begitu, aku hanya menggertak saja kok, aku hanya ingin uangku kembali," ucap Adam, kini rangkulan nya tak sekuat sebelumnya dan ia menarik pisau itu dari leher sang gadis.
Hal itu justru dimanfaatkan gadis itu, ia merebut pisau yang Adam pegang, tentunya bukan lah hal yang sulit baginya mengambil pisau itu, karena sebenarnya ia adalah pencuri yang telah berpengalaman, kalo hanya merebut benda yang dipegang Adam sih menurut nya hanya perkara kecil.
Kini ia nampak membalikkan keadaan, kini wanita itu merangkul adam dari belakang dan menempatkan pisau di leher Adam, kini perlakuan nya persis seperti yang Adam lakukan.
"Eh, apa-apaan ini? Kau menipuku ya?" Ucap Adam yang kini dalam posisi akan ditikam dari belakang.
"Hah? Kan aku sudah bilang tadi, apa mau serius melawan?" Ucap wanita itu.
Wanita itu memiliki tinggi yang hampir sama dengan Adam, namun seperti nya lebih tinggi Adam beberapa centimeter.
"Sekarang apa yang kau mau?" Tanya Adam.
"Aku ingin kau tak mengganggu ku lagi, pergi dari sini dan lupakan semua yang terjadi," ancam gadis itu.
"Aku takkan pergi sebelum uangku kau kembalikan," gertak Adam.
__ADS_1
"Kau mau mati ya? Aku tak mau mengotori tangan ku kali ini," ucap wanita itu.
Namun Adam tak tinggal diam, ia malah berpikir jika mereka sebenarnya bukan lah orang jahat, mereka hanya seorang yang kurang beruntung, entah apa motif mereka sehingga mencuri di tempat tadi. Namun Adam tak kehabisan ide, terbersit dipikiran nya untuk mengakhiri semua ini tanpa kekerasan.
"Hei kenapa kita tak membuat kesepakatan saja?" Ucap Adam.
"Hah? Apa maksud mu?" Tanya wanita itu.
Seperti nya Adam kini berhasil meyakinkan wanita itu, dan memintanya untuk berbicara. Adam akan mengikhlaskan uangnya dengan syarat ia bisa mendapatkan sebuah informasi dari wanita itu.
Wanita itu jelas menolak nya, sehingga mau tak mau Adam pun melawan, ia secara ajaib terlepas dari cengkraman wanita itu dan meraih pisau yang sedang dipegang oleh wanita itu, kemudian pisau itu berubah menjadi lempengan besi tumpul, wajar saja Adam melakukan itu, itu adalah kemampuan realita nya.
Wanita itu nampak melawan Adam dengan memerintahkan kedua peliharaannya menghajar Adam, blast adalah gorila yang memiliki kekuatan yang besar layaknya seorang pegulat, namun bagi Adam mereka terlalu lemah untuk nya, sehingga ia hanya bisa melumpuhkan mereka saja tanpa menyakiti nya.
Blast yang melompat dari belakang mengarahkan tubuhnya pada Adam dan melancarkan tinjunya, namun Adam sedikit menghindari serangan itu dan melumpuhkannya dengan menghajar gorila itu di bahunya. Sementara monyet ekor 3 itu malah pura-pura pingsan.
"Hmmm kalian ini lemah, jadi jangan lawan aku," ucap Adam terlihat santai.
Gadis itu merasa terkejut dengan yang dilakukan Adam pada kedua peliharaannya. Ia tak percaya seorang anak yang terlihat lemah itu berhasil mengalahkan peliharaannya.
Setelah kejadian itu akhirnya gadis itu pun menyerah dan mengembalikan uang Adam dan memintanya agar tak melaporkan kejadian yang ia lakukan hari itu karena kasus pencurian yang ia lakukan.
Wanita yang hendak pergi meninggalkan Adam itu menolehkan wajahnya lalu berkata.
"Namaku Luci."
"Aku harap bisa bertemu dengan mu lagi Luci, aku menyukai monyet ekor 3 mu itu," ucap Adam.
"Namaku Adam, jika ada kesempatan lagi, aku berharap kita bisa berteman, karena kau menginginkan ku pada temanku yang telah mati," Adam kemudian pergi dari sana dengan membawa uangnya kembali.
.
.
.
.
Markas besar Asosiasi monster, beberapa Hybrid dan beberapa monster terlihat di sana, tak terkecuali pemimpin besar mereka, Lizardian sang wabah kematian.
__ADS_1
"Haha aku berani bertaruh jika para Hybrid itu akan kalah," ucap salah satu monster yang hadir di sana.
"Apa yang kau maksud? Divisi kami adalah yang terkuat dibandingkan divisi Arthropoda yang kau pimpin," ucap Tiger yang nampak marah pada salah satu monster itu.
"Hei apa kau tak mau belajar dari masa lalu? Waktu itu saja orang itu gagal menjatuhkan pemerintahan kerajaan kilat utara, sekarang orang seperti mu ingin melakukan nya lagi? Hahaha terdengar lucu di telinga ku, asal kau tahu saja, mereka bukan lah kerajaan sembarangan, mereka adalah yang terkuat di dunia," ucapnya lagi yang ternyata adalah pemimpin dari divisi Arthropoda.
"Kau lihat saja, para Hybrid pasti akan berhasil kali ini, kami takkan melakukan rencana seperti saat itu lagi," ucap Tiger lalu dengan ekspresi marahnya meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
Markas besar Hybrid, aula pertemuan para Hybrid. Setelah kembali dari pertemuan Asosiasi monster, akhirnya Tiger kembali ke markasnya. Di sana terlihat beberapa petinggi Hybrid dan beberapa Hybrid yang telah berkumpul untuk melakukan rencana penyerangan.
"Sial si Laba-laba itu mempermalukan ku dihadapan pemimpin, dia pikir dia siapa bisa menentukan kesuksesan seseorang seenaknya," ucap Tiger yang sangat marah.
Di sana terlihat Ryno, Norman, Crocodile, Ares, Tiger, dan beberapa Hybrid yang lain.
"Hahaha biarkan saja mereka seperti itu, biarkan mereka terkejut dengan pencapaian kita, kita akan bungkam mulut mereka setelah berhasil menaklukkan kerajaan kilat utara," ucap Norman penuh percaya diri, kini ia memiliki bala tentara monster level 4-6 berkat kerja kerasnya menaklukkan monster di hutan kebisingan.
"Lalu bagaimana para monster yang telah kau kumpulkan?" Tanya crocodile sangat santai.
"Hahaha tenang saja, mereka telah aku urus semua nya, beberapa hari lagi kita akan menggempur mereka," ucap Norman.
Tiger nampak senang mendengarnya, karena kali ini rencana yang akan mereka jalankan mungkin akan sukses.
"Hahaha, bagus!" Tiger tertawa sangat keras sehingga menggema di dalan sana.
"Jangan lupakan aku, Kalong si penguntit," ucap salah satu Hybrid yang muncul dari zona gelap, dia seperti seekor kelelawar dengan taring nya yang panjang.
"Ibukota Vena akan melaksanakan turnamen untuk merekrut para grandmaster baru, jika kita salah bertindak maka kita lah yang akan kalah," ucap Kalong melipat kedua tangannya.
"Apa? Apa kau serius? Sial, apakah rencana kita harus dibatalkan," ucap crocodile sangat terkejut, hal ini diluar dugaan, ia masih menduga kerajaan kilat utara takkan melakukan itu, tapi kenyataan nya berbeda.
"Hahaha justru ini kesempatan yang baik untuk kita," Tiger tertawa keras, entah kenapa ia malah merasa bahagia mendengar informasi itu, bukan nya merasa takut karena pastilah banyak petarung kuat di sana.
__ADS_1