
Dua orang itu kini nampak beradu tinju. Keduanya kini memiliki power yang sama, ternyata Han telah meningkatkan pukulannya. Sebagai informasi kedua orang ini adalah pemburu yang memiliki tipe jurus yang sama. Yaitu tipe jurus yang memfokuskan tenaga dalam pada telapak tangan yang kemudian melepaskan gelombang itu menjadi sebuah pukulan yang sangat kuat.
Perbedaannya hanya ada pada cara melakukannya. Jika Elvin menggunakan telapak tangannya, Han menggunakan kepalanya. Namun dari segi dorongan dan daya hancur, Elvin sedikit lebih unggul dari Han.
Han melayangkan tendangannya ke arah wajaho Elvin. Lalu Elvin menangkisnya dengan sangat cepat. Pertarungan mereka kini menjadi sangat cepat. Pukulan demi pukulan dilancarkan oleh keduanya. Mereka nampak seimbang.
Setiap pukulan yang dilayangkan Elvin maupun Han yang diblok keduanya mengarah pada peserta yang ada di sudut berbeda. Menyebabkan para peserta itu terpental saking kuatnya pukulan yang dilancarkan oleh dua orang itu.
"Kau takkan bisa mengalahkanku," ucap Elvin pada Han yang kini sedang beradu pukulan.
"Hahaha kini siapa yang terdengar sombong?" Ucap Han.
Pertarungan mereka membuat semua orang terbelalak. Keduanya imbang sekarang, walaupun semua cincin telah mereka dapatkan. Namun mereka masih melanjutkan pertarungannya.
Kini para petarung yang tersisa sekitar 40 orang, karena 60 orang lainnya harus terlempar dari arena karena serangan Han dan Elvin yang mengenai mereka tanpa sengaja.
Sementara dua orang teman lainnya nampak mengeluarkan sebagian orang lagi. Mereka tak menyisakan sedikitpun di sana. Kini diatas arena hanya tinggal mereka berenam.
"Lihatlah itu di arena, mereka tak menyisakan apapun di sana, dengan kata lain hanya mereka berenam lah yang lolos ke babak selanjutnya," ucap pembawa acara itu.
Penonton bersorak dengan sangat meriah. Elvin dan Han tampak menghentikan serangan mereka.
"Sepertinya pertandingan telah berakhir, aku tak percaya hanya kita yang tersisa," ucap Han pada Elvin.
"Baiklah cukup di sini saja, aku ingin menyimpan energi untuk pertarungan selanjutnya," ucap Han lagi.
Elvin hanya diam melihat Han yang berkata seperti itu. Ia kira orang itu takkan menghentikan serangannya. Kemudian Han meminta kedua temannya itu menghentikan pertarungannya.
"Sudah berakhir ya, aku kira akan masih berlanjut," ucap Pedro menghentikan semua serangan yang ia arahkan pada Kim dan Veronika.
Begitu pula dengan Alicia, kini ia sudah tak mengeluarkan gelembung yang ia ciptakan dari tangannya.
__ADS_1
"Pertarungan yang hebat, mereka bahkan mengeluarkan semua petarung di dalam arena," ucap penonton yang melihatnya.
Akhirnya pertandingan itu pun berakhir dengan menyisakan mereka berenam saja.
Di tempat Adam, tepatnya di ruang tunggu tempat pertarungan itu.
"Apa yang sedang dilakukan Brule dan Luci ya? Kenapa aku jadi khawatir seperti ini," ucap Adam.
Ia teringat mimpi yang ia dapatkan semalam. Mimpi tentang satu kota yang di serang oleh monster yang sangat buas.
Sementara di tempat Brule dan Luci berada. Brule mukai khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kerajaan ini. Brule mencoba untuk memberitahu Luci jika mereka harus meninggalkan kerajaan kilat utara secepatnya.
"Aku tidak yakin ini, tapi kita harus segera meninggalkan tempat ini, jangan sampai kita terlibat dengan mereka," ucap Brule.
"Ada apa tuan Brule? Kenapa kau trlihat panik seperti itu?" Tanya Luci padanya.
Brule menceritakan tentang penyerangan monster yang akan terjadi di sana. Walaupun sebenarnya Luci telah mengetahui itu dari Adam.
"Anak itu, padahal aku sudah bilang untuk merahasiakannya, baiklah yang harus kita lakukan sekarang adalah menjemput Adam dan memintanya untuk segera pergi dari sini," ucap Brule pada Luci.
Kini mereka bergegas menujukan arena pertandingan liga petarung untuk menjemput Adam.
Bagian timur kota yang dlbernama kota Arteri. Beberapa Hybrid telah berhasil menyusup ke dalam kerajaan. Mereka menggunakan salah satu kemampuan yang mereka miliki.
Mouses adalah Hybrid tipe tikus tanah, ia menggali lubang yang ia arahkan masuk melalu saluran air yang ada di sana.
Di sebuah lorong di sudut kota, mereka nampak sedang membicarakan strategi mereka.
"Tujuan kita ada 3, pertama adalah serum yang ada di laboratorium, kedua adalah penghancuran dan penguasaan gudang senjata, dan yang terakhir mengalahkan jendral besar kilat utara, kita akan membagi tugas masing-masing," ucap Lizardian pada semua Hybrid itu.
"Baiklah kita akan berpencar mulai dari sini," ucap Crocodile.
__ADS_1
Mereka mulai berpencar, Lizardian kini menuju laboratorium sedangkan sisanya menuju gudang senjata. Mereka hendak melumpuhkan pasokan senjata yang nantinya dikirim ke medan pertempuran.
Di tempat norman berada, mereka sedang menunggu kabar dari Kalong yang saat ini melihat situasi di gerbang barat.
"Gerbang ini sangat sepi sekali, tak terlihat satupun penjaga yang ada di sini, ternyata informasi itu benar adanya, jika gerbang ini akan sangat minim dari penjagaan, itu artinya mereka belum menyadari kehadiran kami," ucap Kalong yang terbang diangkasa lalu kembali untuk menyampaikan sesuatu yang ia lihat.
"Jendral sesuatu nampak terlihat di langit, objek yang cukup besar seperti seekor burung. Dari balik dinding pertahanan, tepatnya di dalam menara beberapa pasukan sedang mengintai Kalong.
Ternyata mereka semua sedang bersembunyi di balik dinding pertahanan itu. Di sana pun tak terlihat senjata jarak jauh yang disiapkan untuk melawan para Hybrid.
Penyerangan yang dilakukan para monster itu akan dilakukan ketika malam hari, sehingga para tentara kilat utara akan merasa kesulitan melawan mereka.
Di tempat Ricchan berada, tepatnya di singgasana kerajaan, ia meminta pada raja untuk memerintahkan semua pasukannya terjun ke lapangan. Permintaan itu di iyakan oleh sang raja. Kini kilat utara telah benar-benar bersiap melawan para Hybrid.
Para Zodiak masih belum kembali, sedangkan waktu penyerangan terus berputar. Mau tak mau tentara Orc pun harus dikerahkan jika para Zodiak belum juga kembali.
Kini di arena pertandingan, sepertinya babak selanjutnya akan segera di mulai. Babak ini para petarung akan menjalani pertarungan satu lawan satu, yang mana jika mereka berhasil memenangkan pertarungan ini, maka otomatis mereka akan menjadi Grandmaster hunter yang baru.
Kini peserta yang lolos ada 181 orang, itu artinya mereka akan melawan satu sama lain di dalam pertandingan selanjutnya.
Papan pertarungan telah resmi dihadirkan diatas Arena. Semua orang akan memiliki lawan masing-masing. 181 orang ini adalah orang-orang kuat yang sebelumnya memenangkan pertandingan.
"Ini akan menyenangkan rasanya, kita lihat siapa yang akan menjadi lawanku," ucap Han yang mendengar perkataan itu.
Nantinya dua nama akan diacak secara random di layar besar yang terpampang di sana. Nama yang muncul tak bisa diganti. Itu artinya ada kemungkinan walaupun kalian satu squad, di ronde ini kalian harus saling melawan.
"Eh jadi pertandingan selanjutnya adalah pertandingan satu lawan satu ya, wah sepertinya akan menyenangkan," ucap Adam yang mendengar itu semua.
"Baiklah para penonton sekalian, kita langsung saja memulai babak ini tanpa berlama-lama,"
Layar itu telah diputar dan kini sedang mengacak nama yang akan bertanding pertama kali. Tanpa di sangka nama Adam keluar pertama kali. Namun lawan bertarungnya adalah.
__ADS_1