Menara Dimensi

Menara Dimensi
Lizardian


__ADS_3

Brule, Luci dan hewan peliharaannya bergegas menuju ke tempat Adam.


"Hei Luci, apa kau tahu rute tercepat keluar dari Kerajaan ini? Aku yakin semua gerbang pasti sudah diblokade, untuk antisipasi penyerangan," ucap Brule pada Luci.


Luci nampak terlihat berpikir untuk sejenak dan memegang bibirnya.


"Tunggu dulu, aku tidak yakin, tapi jelas takkan ada jalan keluar dari sini, jalan keluar satu-satunya hanyalah gerbang selatan," ucap Luci yang terus berjalan.


Penyerangan yang dilakukan Ryno cukup menyita perhatian para penjaga, tak berhenti sampai di sana. Ternyata para Hybrid yang menuju gudang senjata telah sampai di tujuan mereka.


Mereka memporak-porandakan ruangan itu dan menguasainya dengan sangat cepat. Sementara penjaga mengevakuasi masyarakat yang panik karena serangan tiba-tiba itu.


"Sial sejak kapan mereka ada di sini, mereka sangat brutal," ucap salah seorang penjaga yang melihat Hybrid itu.


"Cepat laporkan ini pada markas pusat, sebelum mereka bertindak lebih brutal," ucap penjaga itu.


Di tempat Lizardian berada, tepatnya di depan laboratorium kerajaan kilat utara. Laboratorium itu di jaga ketat oleh beberapa penjaga.


"Hei lihat di sana, nampaknya itu adalah monster," ucap salah seorang penjaga yang melihat monster itu.


"Apa? Bagaimana mungkin monster bisa masuk ke sini? Apa para penjaga telah berhasil dilumpuhkan?" Ucap penjaga yang lain.


Lizardian mendekati mereka dengan perlahan dan menatap mereka penuh kebencian. Ia membawa kapak panjang di tangannya yang ia tarik di atas tanah. Sepertinya ia sudah tak sabar ingin menghabisi semua penjaga yang ada di sana.


"Sebanyak apapun kalian takkan pernah bisa mengalahkanku," ucapnya.


Aura yang ia keluarkan nampak berbeda, auranya terasa sangat kuat. Para penjaga masuk dalam formasi yang telah mereka tentukan. Di sana sekitar 30 orang penjaga berlevel grandmaster akan mencoba menghadapi Lizardian.


"Berhenti kau monster jelek, akan kami kalahkan kau dalam waktu yang singkat," ucap salah seorang di sana.


Para penjaga yang bersenjatakan tombak dan tameng, serta beberapa orang yang menggunakan pedang mencoba menyerang Lizardian secara bersamaan.


"Rasakan ini, hiyaa,"


Lizardian menatap mereka yang kini mulai menyerangnya. Ia terlihat mengepalkan tangannya lalu mengangkat kapaknya. Kini tubuhnya sedikit membesar. Ukurannya kini sekitar 2,5 meter. Tangannya mengeluarkan aura kuat serta tubuh dan punggungnya terlihat mengeras.

__ADS_1


"Serang aku jika ingin mati," ucap Lizardian.


Serangan mulai dilancarkan oleh pasukan penjaga, tebasan demi tebasan mereka sarangkan ke tubuh keras Lizardian. Namun semua serangan yang dilakukan sia-sia. Tubuh Lizardian nampaknya lebih keras dari baja. Itu sangat terlihat jelas ketika ia dengan sengaja menerima semua serangan itu.


Para penjaga yang melihat itu dibuat tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Untuk sesaat para penjaga itu mundur.


"Sial keras sekali kulitnya, jika seperti ini kiya takkan menang melawannya," ucap salah seorang penjaga.


Lizardian yang sudah tak menerima serangan itu lagi akhirnya mulai balik menyerang mereka. Kini ia melompat kearah para penjaga itu dan memutar tubuhnya. Sehingga ia memasukkan serangan telak menggunakan ekornya yang cukup kuat.


4 dari 30 penjaga itu terkena serangan langsung gibasan ekor Lizardian. Sementara lainnya sempat menghindari serangan yang ia lakukan. Mau tak mau para penjaga itu menyerang kembali.


2 orang penjaga kini terlihat memasukki laboratorium. Mereka bermaksud melaporkan kejadian yang ada di luar pada Taurus. Sebelum monster kadal itu menghancurkan laboratorium dengan kekuatannya.


"Monster kadal itu sudah gila, dia benar-benar kuat, sebenarnya apa tujuan mereka sampai harus menyerang kerajaan ini? Apa mereka dendam pada para pemburu? Karena kita sering membunuh mereka?" Ucap penjaga itu sambil berlari.


Setelah menyaksikan sendiri kekuatan yang ditunjukkan Lizardian, penjaga itu merasa ketakutan.


"Hentikan itu, kita harus cepat memberitahu Taurus jika monster kuat sedang menyerang tempat ini," ucap temennya.


"Jika seperti ini, aku lebih baik pensiun saja, aku tak mau mati, anak istriku masih membutuhkanku," ucap penjaga itu.


Temannya nampak kesal karena mendengar perkataan yang tak seharusnya dikeluarkan temannya itu.


Lizardian masih terus menyerang mereka dengan kekuatan penuh, ia masih berada di mode Hybrid. Beberapa penjaga nampak terkapar dan tersisa 3 orang yang masih bertahan dihadapannya.


"Ternyata mereka sangat lemah, aku kira aku akan terhambat oleh para penjaga ini, tapi ternyata mereka terlalu lemah untukku.


2 orang penjaga telah sampai ke dalam laboratorium. Mereka mulai mencari Taurus yang kini ada di ruang profesor Darwin.


"Aku merasakan ada aura keberadaan yang kuat di sekitar sini, sepertinya aku harus mengeceknya Profesor," ucap Taurus pada profesor Darwin.


"Ada apa? Apa mungkin itu salah satu Hybrid yang kau ceritakan padaku? Yang akan menyerang laboratoriumku?" Tanya profesor Darwin.


Sepertinya tanpa harus dicaripun Taurus telah menyadari keberadaan Lizardian. Dia keluar dari ruangan profesor Darwin dan mendapati 2 penjaga yang sedang mencarinya.

__ADS_1


"Kebetulan sekali kau ada di sini, diluar," ucap salah satu penjaga itu.


Belum sempat melanjutkan ucapannya, Taurus langsung berkata pada mereka.


"Aku sudah tahu jika diluar ada monster yang cukup kuat, kalian takkan bisa menghadapinya, akan aku selesaikan dengan cepat," ucap Taurus pada dua orang itu.


Taurus sudah sangat siap bertempur, ia membawa dua senjatanya yang sering ia gunakan untuk pertarungan.


"Pergi dari sini dasar monster," terlihat penjaga yang telah terjatuh dan merasa ketakutan.


Lizardian telah menghabisi para penjaga itu dengan kapak besarnya. Hanya tersisa beberapa orang yang masih bertahan.


"Aku benci semua orang yang ada di kerajaan ini, kalian semua harus mati," ucap Lizardian yang kini berada tepat dihadapan penjaga yang tak berdaya itu.


Ia mengayunkan kapak besarnya kearah wajah si penjaga. Penjaga itu dengan spontan berteriak.


"TIDAK!" Mengangkat tangan kanan dan mencoba menghalangi penglihatan nya.


Crush!


Sebuah suara benturan benda tumpul terdengar di sana. Kapak yang dilayangkan pada penjaga itu terlepas dari genggaman tangannya. Sebuah besi berduri memaksa Lizardian kehilangan senjatanya.


Serangan itu dilakukan oleh Taurus. Penjaga yang hampir terkena serangannya kini terselamatkan oleh Taurus.


Lizardian terkejut dengan kehadiran Taurus yang tiba-tiba muncul. Ia mengira jika laboratorium itu tidak dijaga oleh Zodiak.


Taurus melepaskan serangan menggunakan senjatanya dan membuat Lizardian terhempas beberapa meter dari tempatnya.


"Hei kadal buruk, akulah lawanmu, jangan menyakiti seseorang yang lebih lemah darimu, jika kau ingin bertarung, carilah lawan yang setara," ucap Taurus yang kini menaikan senjata yang ia pegang dengan tangan kanan pada pundaknya.


Lizardian menatap Taurus dan nampak memberikan senyuman jahat padanya.


"Masih bisa tersenyum juga kau, sebentar lagi kau akan mati di sini, jadi katakan padaku dimana aku harus mengubur jasadmu?" Ucap Taurus memprovokasi Lizardian.


"Sombong sekali kau, walaupun kau adalah salah satu dari 12 bintang keadilan, tapi kau masih belum bisa di sebandingkan denganku," ucap Lizardian.

__ADS_1


"Hahaha sombong sekali, memangnya kau siapa kadal jelek?" Ucap Taurus.


__ADS_2