Menara Dimensi

Menara Dimensi
Kekalahan Dragon


__ADS_3

Dari balik reruntuhan bangunan yang ditabraknya, monster trenggiling itu kini terlihat berdiri. Bayangan hitam mulai terlihat dari asap yang menyelimuti bangunan itu. Pancaran dua titik sinar merah nampak mulai mendekat semakin jelas.


Kini monster itu mulai menunjukkan dirinya, matanya seakan bercahaya. Kedua tangannya seperti memegang sesuatu. Itu terlihat seperti bekas reruntuhan.


Semua orang terkejut mendapati monster itu bangkit kembali setelah menerima serangan telak dari squad Dragon. Kini semua yang ada di sana mulai menatap fokus ke arah monster trenggiling itu.


"Hei lihat itu, monster itu bangkit lagi," ucap salah seorang penjaga yang kini memegang senjata.


"Tidak mungkin, monster itu kuat sekali, serangan sekuat itu tak dapat menghentikannya," ucap salah seorang penjaga lainnya.


Jack dan 2 temannya pun merasa terkejut. Pasalnya mereka sangat yakin serangan yang mereka lancarkan cukup kuat.


"Apa?! Tidak mungkin, terbuat dari apa kulit monster itu?" Ucap Natan dengan tatapan mata sangat serius.


"Aku yakin kita tadi telah menyerangnya dengan kekuatan penuh, benar kan?" Ucap Cecilia.


"Kuat juga monster itu, dia bukan monster sembarangan, dia kuat," ucap Jack yang kini terlihat berkumpul dengan dua temannya itu.


Dua serangan tiba-tiba dilancarkan oleh monster itu. Kini ia melemparkan dengan sangat kuat benda yang ia pegang. Benda itu melesat tepat ke arah squad Dragon.


Wush!


Jack menyadari serangan itu. Kemudian ia hancurkan benda yang mengarah padanya dengan tendangan oleh kedua kakinya.


Dar! Dar! Suara bongkahan benda keras yang hancur terdengar ketika Jack menendangnya.


Tidak hanya dua, namun kini benda itu datang berkali-kali. Monster itu terus melancarkan serangan menggunakan bongkahan sisa-sisa hancurnya bangunan yang ia tabrak.


"Lindungi diri kalian, monster itu terlihat tidak santai, ia berusaha menghujani kita dengan bongkahan bangunan yang ada di sekitarnya," Teriak Jack pada semua orang yang ada di sana.


Kini bongkahan itu mulai mengarah ke segala arah. Beberapa orang terkena oleh serangan itu, namun Jack masih terap menghancurkannya dengan tendangan kuat yang ia miliki.


"Merepotkan sekali kalian bocah, takkan ku biarkan kalian terus hidup," ucap monster itu dari kejauhan.


Kini ia kembali menjadi bulatan layaknya Bola. Dari jarak itu ia melesat menggelindingkan badannya yang bulat itu. Ia mengarah kepada squad Dragon.


"Natan bersiaplah, monster itu mulai menyerang, lagi-lagi menggunakan bentuk seperti bola," ucap Jack.

__ADS_1


"Baiklah, takkan ku biarkan monster ini menyerang kita seenaknya," ucap Natan.


Natan menyatukan kedua tangannya,ia nampak mengumpulkan dan memusatkan energi pada kedua telapak tangannya. Perlahan dari telapak tangannya sebuah bulatan tercipta. Itu adalah bola api yang berputar membentuk sebuah bola panas.


Bola api itu semakin mebesar dan memiliki diameter sekitar satu meter.


"Lihat itu, bola api yang cukup besar, siapa dia? Bukankah itu tekhnik yang dimiliki oleh sebagian grandmaster? Bagaimana dia melakukannya," ucap para penjaga yang melihat Natan.


Para penjaga semakin dibuat terkejut dengan kemampuan yang dimiliki Natan. Mereka tidak mempercayai yang mereka lihat sekarang.


"Aku harus berfokus menyatukan energiku dan menyerap lebih banyak energi alam, dengan begini bola api yang besar ini bisa tercipta," ucap Natan.


"Kali ini kau pasti akan terbakar monster," ucap Natan.


"Bagus Natan, serang sekarang juga," ucap Jack.


"Jangan lupakan aku, aku akan membantu dengan gelombang udara ku," ucap Cecilia.


"Fireball blast," Ucap Natan menyebutkan nama jurusnya lalu kemudian melemparkannya kearah monster yang mendekati mereka.


Duar! Bola api itu meledak ketika mengenai monster trenggiling itu.


Para penjaga itu kini nampak hanya melihat ketiga orang itu bertarung. Mereka seperti tak ingin mengganggu pertarungan mereka.


"Yeah tepat," ucap Cecilia yang juga terlihat bahagia.


"Bagus Natan, monster itu sepertinya telah terbakar," ucap Jack.


Tiba-tiba sesuatu melambung ke langit dari arah ledakan itu. Semua orang dibuat terkejut dengan benda yang melambung itu, yang tak lain adalah si monster trenggiling itu.


"Kalian pikir serangan macam itu bisa membuatku kalah, dasar orang-orang bodoh, setidaknya naikkanlah daya ledakannya," ucap monster itu yang masih melayang dengan mode bolanya.


Kini tampak ia mengeluarkan duri duri tajam dari setiap permukaan punggungnya. Menjadikan bola berjalan itu semakin menyeramkan.


"Tidak mungkin, bola api itu tak memberikan efek apapun pada monster itu? Ini sudah gila, siapa sebenarnya monster itu?" Ucap beberapa penjaga yang kini nampak terkejut.


"Apa? Seranganku?" Ucap Natan.

__ADS_1


"Tidak mungkin, padahal itu tadi serangan yang cukup kuat kan," ucap Cecilia.


"Lupakan saja, kini monster itu semakin menyeramkan, lihat duri duri yang menyelimuti tubuhnya yang berbentuk bola itu," ucap Jack pada kedua temannya.


Jack memberitahu agar mereka berhati-hati ketika serangan tiba-tiba yang dilancarkan monster itu.


Jack telah bersiap dengan kuda-kuda tendangannya. Monster itu mulai menukik tajam mengarah tepat pada squad Dragon.


Jack melompat ke arah monster itu dan menendangnya cukup kuat sehingga monster itu terlempar menghantam tanah. Namun dengan cepat kembali lagi dengan kecepatan penuh. Tapi lagi-lagi Jack menendangnya dan menghempaskan monster itu ke tanah.


Kini monster itu seperti sengaja menerima serangan dari Jack. Setiap kali ia dihempaskan oleh kaki Jack. Maka ia akan semakin cepat kembali lagi pada Jack. Dan itu ia lakukan berulang-ulang. Sepertinya monster itu memanfaatkan gaya pantul.


"Lihat itu, mereka semakin cepat, ketika orang itu menendangnya ke belakang, maka ia dengan cepat kembali lagi, seperti kamu memantulkan sebuah bola yang kamu tendang," ucap para penjaga itu.


"Sial, apa monster ini sengaja membuatku menendangnya, tapi apakah ia sekuat itu? Berkali-kali aku tendang ia nampak masih terlihat tak apa-apa, apakah tendanganku ini melemah?" Ucap jack.


Nampaknya Jack mulai kesulitan mengimbangi monster yang semakin cepat itu. Ketika Jack menendangnya lagi lalu monster itu kembali lagi dihadapannya. Tiba-tiba monster itu membuka tubuhnya dan ia berhasil membuat Jack terkejut. Karena kini ia menangkap tendangan Jack dan menghempaskan tubuh Jack ke atas tanah.


"Apa? Aaaarrrrgghh!" Ucap Jack yang kini tubuhnya dibenturkan secara brutal berulang kali di atas tanah.


"Hei, Jack!" Teriak Natan dan Cecilia.


Ia melihat temannya dibenturkan berkali-kali pada permukaan tanah kesana kemari sehingga membuat tanah yang mengenainya hancur.


"Rasakan ini, hiya, hiya, hiya," ucap monster itu.


Monster itu tak melepaskan kaki Jack, ia terus membenturkan tubuh Jack di atas tanah. Ternyata monster itu cukup kuat dan bukan tandingan Jack.


"Apa yang harus kita lakukan? Hei penjaga bantu dia, apa yang kalian lakukan?" Ucap Natan.


Cecilia menyerang monster itu dengan gelombang udaranya. Namun monster itu menggunakan tubuh Jack untuk menangkis serangan Cecilia.


"Apa? Sialan monster itu menangkisnya dengan tubuh Jack," ucap Cecilia.


Monster itu masih memegangi kaki Jack, dan kini mengarah cepat pada Cecilia. Ketika berada di hadapannya. Monster itu mencengkram kepala Cecilia dan mulai menghempaskannya ke tanah. Dalam sekejap Cecilia pun tak sadarkan diri.


Ia kembali melompat ke arah Natan. Lagi-lagi ia mencengkram kepalanya dan menghempaskannya kuat ke permukaan tanah. Natan sempat memberikan perlawanan namun itu sia-sia.

__ADS_1


Kini tiga orang squad Dragon terkapar tak berdaya dikalahkan oleh monster itu. Para penjaga yang melihatnya tak bisa berbuat apa-apa.


"Ternyata orang-orang di Kerajaan ini sangat lemah, aku ragu jika mereka memiliki kekuatan tempur terkuat di dunia," ucap monster itu yang kini melihat ke arah para penjaga.


__ADS_2