
3 hari sebelum liga petarung dimulai. Seseorang nampak memerintahkan beberapa regu pengintai khusus untuk menelusuri hutan dan memantau apa yang terjadi. Leon yang telah membawa Sonic dan Falcon kemudian memberitahu pada kapten unit divisi pengintai bahwa sesuatu telah terjadi didalam hutan kebisingan. Tentu saja hal itu direspon dengan cukup serius oleh kapten tim pengintai itu.
Di dalam hutan kebisingan tim yang telah terlatih itu mulai menyusuri hutan. Menurut informasi dan keterangan yang diberikan Leon, ada 2 jalur yang mereka lewati. Pertama mengarahkan pada habitat monster yang ada di barat, sementara satu lagi mengarah ke utara.
Karena keahlian mereka, hanya membutuhkan satu hari sampai akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari. Kini tepat dihadapan 5 orang tim pengintai, Norman yang menunggangi monster Srigala putih nampak sedang memimpin kawanan itu menuju ke salah satu tempat. Ia menuju ke selatan dengan kecepatan santai.
Tidak hanya monster Srigala dan Singa, namun ada beberapa kawanan lain yang Norman pimpin itu.
"Hei lihat di sana, aku tak percaya ini, apakah monster bisa bersatu seperti ini? Bukankah mereka saling menyerang?" Ucap salah seorang dari tim pengintai.
Mereka nampak mengawasi Norman dari balik pohon dengan sangat hati-hati.
"Ternyata informasi yang diberikan Leon tidak salah," ucap salah satu lainnya.
"Apa kalian tidak merasa aneh? Selain kawanan yang terlihat bersatu, bukankah yang lebih aneh adalah tujuan mereka?" Ucap salah seorang dari mereka.
Seseorang nampak menyadari perkataan yang dilontarkan temannya itu.
"Mereka bergerak ke selatan dengan kemiringan 45 derajat dari tempat mereka sekarang, itu artinya?" Ucap salah seorang dari mereka, wajahnya tiba-tiba terlihat panik.
Ternyata semua orang kini mulai sadar tujuan kawanan monster itu.
"Tidak mungkin mereka berniat menuju gerbang barat kerajaan kilat utara bukan?" Ucap salah seorang dari mereka.
"Hei apa kau tahu jika gerbang barat penjagaannya tidak terlalu ketat? Hal itu dikarenakan tak mungkin ada orang yang berani memasuki daerah itu," ucap seseorang diantara mereka.
Mereka cukup lama berdiskusi dan berdebat tentang tujuan kawanan monster yang dipimpin Norman itu. Kini nampak nya kerajaan kilat utara sedang dalam keadaan yang genting, mengingat kawanan monster yang kini menuju ke sana.
"Cepat berikan kabar pada kerajaan, jika beberapa hari lagi akan ada penyerangan ke sana, walaupun aku tak yakin tapi hal ini harus cepat kita sampaikan," ucap seseorang diantara mereka.
Sementara itu masih bersama dengan tim pengintai regu kedua. Mereka nampak mencari tahu kemana arah yang mereka tuju itu akan berakhir. Akhirnya langkah mereka terhenti diatas pohon sekitar mulut gua yang lumayan besar.
"Ada sebuah gua? Aku baru tahu jika di dalam hutan ini terdapat gua semacam itu, dan aku merasa aneh karena dari tadi kita bahkan tak melihat monster di sini," ucap salah seorang dari mereka.
"Kau benar, gua itu nampak mencurigakan, sepertinya aku ingin masuk ke sana dan memastikannya," ucap salah seorang dari mereka.
Mereka nampak memasuki gua itu secara perlahan dan hati-hati. Gua adalah markas Asosiasi Hybrid. Seseorang dari Hybrid sepertinya mengetahui kedatangan mereka.
__ADS_1
"Hei aku merasakan gelombang kehadiran musuh," ucap kalong Hybrid kelelawar, ia adalah Hybrid yang bisa merasakan sinyal radio yang dipancarkan oleh objek tertentu.
Salah satu Hybrid yang tengah berkumpul mengatur strategi akhirnya menemui mereka atas perintah dari Tiger. Dia adalah Cameleon.
"Serahkan saja padaku, itu hanyalah sampah kecil bagiku," ucap Cameleon.
5 orang tim pengintai yang kini nampak Berhati-hati di gua itu. Namun tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi.
Bukk! Bakk! Bukk!
Suara pukulan yang mengarah pada perut dan wajah mereka tiba-tiba membuat mereka sedikit panik.
"Hei ada yang menyerang kita! Arrrggghhh," Seseorang nampak memperingati teman-temannya, tiba-tiba serangan itu menghentikan perkataannya.
"Hei hati-ha... Arrrggghhh," serangan itu muncul tiba-tiba dari arah gua.
Serangan tak kasat mata itu membuat tim pengintai kewalahan dan menumbangkan mereka dalam waktu sekejap.
"Mau apa kalian memasuki gua ini? Dasar orang-orang bodoh," ucap Cameleon yang tiba-tiba menampakkan dirinya dihadapan mereka yang telah terkapar. Dia mendapatkan julukan Cameleon si transparan.
Ia nampak terkejut dengan kabar yang diberikan anak buahnya itu melalui burung merpati. Di sana tertulis jika kerajaan sedang dalam bahaya dan sesuatu yang mengerikan menuju kearah barat.
Tentu hal itu membuat ia harus segera melaporkan pada Ricchan yang tak lain panglima perang kerajaan kilat utara. Ia Ricchan adalah pemimpin pasukan militer selain membawahi para Zodiak.
"Apa? Apa anak buahmu tak salah memberikan informasi?" Tanya Ricchan pada nya.
"Aku sangat yakin mereka takkan salah dalam menyampaikan sebuah informasi," ucapnya begitu yakin dan serius.
Kemudian Ricchan memerintahkan anak buahnya untuk bersiap-siap untuk berperang. Ia benar-benar menganggap serius permasalahan ini.
Di sisi lain di laboratorium mikik kerajaan kilat utara. Terlihat Taurus dan profesor Darwin sedang membicarakan tentang sampel darah yang telah ia teliti.
"Hasilnya mengejutkan, sampel darah ini seperti mutasi, namun aku menemukan fakta bahwa sel darah yang mereka miliki mirip seperti sel darah milik ras Orc," ucap profesor Darwin oada Taurus sembari menyerahkan berkas hasil penelitian.
Fakta itu tentu mengejutkannya, pasalnya dalam sempel itu ternyata diketahui ada sel ras Orc. Ia semakin bingung dengan asal muasal kedua Hybrid itu dan tujuan apa yang sedang mereka capai.
"Aku terkejut bahwa mereka memiliki sel darah ras Orc," ucap Taurus.
__ADS_1
"Aku baru sadar ternyata sel darah ini bahkan lebih aktif dari sel darah yang kita miliki pada umumnya, ketika aku menyelidikinya sel darah itu seperti berkembang biak, itu yang menyebabkan makhluk itu dapat beregenerasi dengan cepat," ucap profesor Darwin.
Ternyata rahasia yang terdapat dari kemampuan regenerasi milik Hybrid ada pada sel darahnya yang telah dimodifikasi.
"Tapi hal ini membuat aku yakin bahwa ada campur tangan orang itu dalam hal ini," ucap profesor Darwin penuh tanda tanya.
"Orang itu? Siapa orang yang kau maksud profesor?" Tanya Taurus penasaran.
Semenjak satu hari sebelum pertandingan liga petarung dimulai, para pasukan militer Kerajaan memperkuat penjagaannya di area barat. Itu artinya gerbang barat kini telah bersiap dengan segala kemungkinan yang ada.
Kini kembali pada hari dimana liga petarung diadakan.
"Penonton sekalian, ini adalah pertama kalinya kerajaan kilat utara mengadakan liga petarung, liga untuk menentukan siapa yang pantas menjadi grandmaster terbaru," seorang pembawa acara memberikan sambutannya.
Sementara itu diruang persiapan liga petarung. Mereka yang mengikuti liga harus melaporkan diri mereka terlebih dahulu pada panitia. Untuk selanjutnya diberikan lencana penanda.
"Selanjutnya, ini lencana master bintang 3," ucap seseorang yang memberikan lencana itu.
Mereka bergantian menerima lencana itu, terlihat squad Orion, Dragon, Saint legend, maupun squad Celestial menjadi pusat perhatian karena lencana mereka paling tinggi kedudukannya. Mereka memang master bintang lima yang cukup kuat.
Sementara Adam harus menerima ejekan beberapa orang karena lencana yang ia terima.
"Oke selanjutnya," seseorang memanggil orang berikutnya yang tak lain adalah Adam.
Orang itu terkejut melihat status Adam yang ada pada berkas pendaftaran yang ia berikan sebelumnya.
"Hah? Kau serius? Kau bukan pemburu level master?" Ucap seseorang itu terkejut.
"Oh iya benar aku hanya seorang pemburu yang berada di level pejuang," ucap Adam.
Orang-orang yang menyadari itu tentu saja menertawakan Adam. Bisa-bisanya dia yang ada di level pejuang ingin bersain dengan para master. Yang mana kemampuannya sangat jaub berbeda dari seorang pemburu level pejuang.
"Eh? Ada yang salah kah? Kenapa kalian menertawakanku?"
"Hahaha tak apa-apa nak hahaha," beberapa orang yang menyadari itu nampak menertawakan Adam.
"Sudahlah ini, semoga hari sialmu tidak terlalu sial," orang itu memberikan lencana pejuang pada Adam, sembari masih menertawakannya.
__ADS_1