
2 hari sebelum pertandingan liga petarung diadakan, semua orang yang terdaftar mempersiapkan diri mereka dengan sebaik-baiknya. Total ada sekitar 1000 orang yang mendaftarkan diri mereka, kini ibukota Vena dipenuhi para pemburu yang hampir semua berlevel master, tidak seperti squad Orion yang hanya mengirimkan 3 pemburu terbaiknya, squad-squad kecil yang ada di wilayah kerajaan kilat utara mengirimkan lebih banyak pemburu terbaiknya, apalagi jika bukan untuk mendapatkan tempat sebagai grandmaster pemburu.
Kini nampak terlihat 3 orang dari salah satu squad besar yang populer di sana, mereka nampak saling berpapasan dengan beberapa orang dari squad yang berbeda.
"Jack dari squad Dragon ya? Aku baru pertama kali melihat mu, orang bilang kau adalah anak berbakat dari Dragon?" Seseorang nampak berbicara dihadapan Jack.
Jack adalah salah satu pemburu level master yang berhasil memasukkan namanya dalam jajaran pemburu terpopuler versi kerajaan kilat utara, bisa dibilang ia adalah top hunter level kerajaan.
"Hahaha tak usah seperti itu, aku jadi malu mendengarnya, panggil saja aku Jack," Jack hanya memberikan senyum pada 3 orang yang ada dihadapannya.
"Hahaha apa ini, aku kira kau orang yang sombong, ternyata kau cukup ramah juga, perkenalkan namaku adalah Stive dari squad saint legend," Stive menjulurkan tangannya pada Jack dan dibalas oleh uluran tangan Jack.
"Aku tahu siapa kau, jadi kau Stive yang pernah menjuarai lomba menembak kan?" Ucap Cecilia rekan dari Jack, ia kenal dengan sosok Stive yang selalu dibicarakan orang-orang.
Mereka bertiga akhirnya saling berkenalan satu sama lain, di dalam squad Dragon ada Jack, Cecilia dan Natan, sedangkan di dalam squad Saint legend ada Stive, Oskar dan Honey.
Squad mereka adalah squad populer di Kerajaan kilat utara, dan Taurus adalah salah satu alumni dari squad Dragon. Setiap bulan squad Dragon selalu ada di peringkat 10 besar squad terpopuler, mereka dikenal dengan para pemburunya yang memiliki kekuatan fisik terbaik di sana.
Sementara Squad Saint legend adalah squad yang dulunya Leon pernah tergabung di sana sebelum akhirnya masuk dalam jajaran Zodiak. Squad ini di kenal dengan para pemburu nya yang begitu cepat dan lincah, serta memiliki insting yang kuat dalam mendeteksi sesuatu.
Selain mereka, di sana pun terlihat Squad Celestial yang terkenal dengan kemewahan yang mereka miliki, mereka selalu menampilkan keindahan dalam setiap penampilan mereka di manapun, mereka adalah Squad yang di isi oleh orang-orang kaya dan mereka lah top squad nomor 1 di kerajaan kilat utara, selama 4 tahun berturut-turut posisi mereka tidak pernah berubah dari singgasananya karena penggemar mereka sangat banyak.
"Hei lihat itu, cahaya itu serta ukiran yang terukir di zirah yang mereka kenakan, serta gemerlap dari pantulan sinar yang memantul di zirah mereka sangat mewah, tak salah lagi itu mereka dari squad Celestial," ucap seseorang yang berada di sana dan mengalihkan perhatian orang-orang yang ada di sana.
Semua orang fokus pada 3 orang yang sedang duduk menikmati makanan mereka di salah satu tempat makan. Masyarakat tiba-tiba menjadi ramai dan mereka berusaha meminta tanda tangan dari ketiga orang itu.
Riuh masyarakat nampak ramai di sana, mereka semakin banyak dan hanya fokus pada mereka bertiga.
"Sabar ya sabar, semua pasti kebagian," ucap salah seorang dari squad Celestial.
__ADS_1
Mereka benar-benar populer di sana bak selebriti, maklum saja selain para anggota nya yang terkenal hebat, mereka pun terlihat tampan dan cantik, beberapa orang Zodiak yang pernah tergabung dalam squad Celestial adalah Pisces, Aquarius dan Virgo.
"Ternyata kita memang populer ya Kim, mereka bahkan berkumpul hanya untuk meminta tanda tangan kita," ucap Veronika penuh gembira, wajahnya terlihat gembira saat itu.
Setelah mereka meninggalkan tempat makan itu, mereka kembali menujukan penginapan mereka, namun di tengah jalan tepatnya ketika melewati gang antara bangunan yang ada di sana mereka bertemu sekelompok Orc jalanan yang sangat membenci manusia, kelompok Orc yang pernah menghajar Adam ketika di hutan, mereka kini bukan hanya berlima tapi sekitar 10 orang dengan gada besar yang mereka pegang.
"Oh jadi kalian squad yang terkenal itu? Kalian ini sama saja seperti mereka, kalian hanya orang lemah yang memanfaatkan nama besar squad sebagai pelindung," ucap Orc yang kini sangat dekat dengan mereka.
"Wah bos sangat berani sekali," ucap beberapa Orc padanya, sepertinya Orc itu bos mereka.
"Bos, aku tak pernah menyesal mengikutimu, kau memang berani bos," ucap mereka semua.
"Hah? Apa-apaan itu, mau apa kalian? Apa kalian mau menyerang kami?" Ucap Kim dengan sorot mata yang serius menatap mereka.
"Hei asal kau tahu saja, bos kami adalah Orc terkuat yang pernah lahir ke dunia ini, dia lah yang membawa kami ke jalan yang benar," ucap salah satu Orc yang lain, nampak nya mereka sangat memuja bos mereka.
"Orc ini menyebalkan sekali, apa yang kalian inginkan?" Tanya Veronika.
Orc itu nampak sangat gembira karena ia merasa terlihat keren di hadapan anak buahnya.
"Hahaha kalian harus sujud di bawah kakiku," ucap Orc itu.
"Apa? Enak saja kau, memangnya kau siapa?" Veronika dengan tegas menolak permintaan itu dan bermaksud tak menghiraukannya.
"Ah mengganggu saja, Veronika biar aku yang berbicara pada Orc ini," tiba-tiba Elvin berbicara dan mendekati Orc itu.
"Mau apa kau?" Tanya Orc itu.
Kini mata Elvin menatap lurus Orc itu, mata Elvin terlihat sangat menyeramkan, tatapan matanya membuat siapa saja yang melihatnya seperti sedang berada di jurang tak berdasar, tatapan mata yang tajam itu membuat bos Orc itu merasa ketakutan, tubuhnya bergetar dan tak bisa melakukan apapun, keringat dingin tiba-tiba keluar dari wajah nya, Orc itu benar-benar ketakutan dengan tatapan Elvin.
__ADS_1
"Si-siapa kau?" Orc itu tiba-tiba terjatuh dan merasa ketakutan dengan tatapan yang dilakukan Elvin padanya.
Tatapan itu benar-benar menyeramkan, siapa saja yang menatap nya pasti akan berkata demikian.
"Menyingkir dari hadapan kami, atau nasib buruk akan menimpa kalian," gertak Elvin dengan masih melancarkan tatapan intimidasi itu.
"Bos, apa yang terjadi? hei apa yang kau lakukan bodoh," ucap beberapa Orc yang menyaksikan bosnya ketakutan.
"Bodoh kalian, kita harus pergi dari sini, mereka bukan manusia, orang ini seperti monster," Orc itu memerintahkan seluruh rekannya untuk pergi, dan akhirnya mereka semua lari meninggalkan 3 orang itu.
"Sampai harus menggunakan itu ya? Padahal hanya bandit rendahan," ucap Kim yang wajahnya terlihat datar.
"Kau selalu terlihat keren Elvin, itulah kenapa wanita banyak yang membicarakanmu, kamu sangat sempurna," puji Veronika ia terlihat senang melihat Elvin.
"Hahaha tak apa, mereka harus diberi pelajaran agar tak mengganggu dan merendahkan orang lain," ucap Elvin yang kemudian meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
Adam masih terus berlatih meningkatkan penguasaan skill realita tingkat 2, namun seperti nya hal itu memang sulit dilakukan, walaupun ia sudah memiliki pedoman yaitu buku panduan DEWA, ia tetap kesulitan meningkatkan kemampuannya.
"Sial susah sekali mempelajari tingkat ini, aku sampai harus menguras pikiran ku sebanyak ini, waktu pertandingan akan dimulai sebentar lagi, tapi aku masih belum menguasainya," Adam terlihat merebahkan dirinya di atas rumput lembut itu, tangannya ia arahkan ke langit sehingga sekarang menutupi akses masuk cahaya pada wajahnya.
"Rebecca, seandainya kau masih hidup, kau mungkin akan bahagia melihat kemampuan ku yang sekarang, aku tak selemah yang dulu, manusia terlemah kini tela berkembang untuk menjadi yang terkuat, semua takdir ini akan aku terima semuanya,"
__ADS_1