Menara Dimensi

Menara Dimensi
Rubah pencuri


__ADS_3

Setelah Luci memberikan peta yang mengarah pada menara kuno, mereka akhirnya sepakat untuk bertemu di ibukota besok pagi. Adam berniat untuk membatalkan keikutsertaan nya dalam liga petarung. Karena ia rasa yang ia cari telah ada di depan matanya.


Sebelum Adam meninggalkan tempat itu, Adam memberitahu Luci jika tidak lama lagi akan ada penyerangan ke kerajaan ini. Ia meminta Luci memberitahu para penduduk untuk berhati-hati dan segera menuju ke tempat paling aman.


"Apa? Kau tahu dari mana? Apa kau serius?" Ucap Luci sangat terkejut dengan apa yang diperintahkan Adam padanya.


"Aku mendapatkan informasi ini dari temanku, aku sebenarnya diperintahkan agar tidak memberitahu pada siapa pun, ia takut jika aku memberitahu pada orang lain dan sampai ke telinga penjaga, mereka akan mencari kami dan mencurigai kami," ucap Adam pada Luci.


Luci awalnya tidak percaya pada Adam, ia berpikir hanya orang bodoh yang mau menyerang kerajaan ini. Yang Luci tau kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang sangat kuat dibandingkan kerajaan lainnya.


Namun pada akhirnya Luci mempercayai omongan Adam, ia berpikir jika Adam takkan berbohong untuk hal ini. Adam terlihat serius ketika memberitahu padanya.


"Baiklah Luci, aku akan kembali ke penginapan, aku harus siap-siap untuk besok, dan aku seperti nya akan membatalkan partisipasi ku dalam liga petarung," ucap Adam pada Luci.


Adam meninggalkan tempat itu dan kembali ke penginapan.


Di sana terlihat Brule yang kembali terlebih dahulu, Brule terlihat merebahkan diri dalam wujud manusia nya.


"Brule kau kembali lebih dulu? Bagaimana hari mu?" Tanya Adam yang baru masuk ke kamar penginapan.


Brule menceritakan sesuatu yang baru saja terjadi padanya, dari mulai ketikan ia hampir dicurigai oleh penjaga, pertemuan nya dengan Leon, dan menyaksikan dua orang yang bertarung di lapangan.


"Aku fikir aku akan dicurigai dan tertangkap, ternyata mereka hanya berjaga-jaga saja," ucap Brule menceritakan kejadian yang terjadi padanya.


"Wah pasti kau terkejut, tapi ngomong-ngomong aku punya kabar baik," ucap Adam.


"Apa kau menemukan sesuatu?" Tanyakan Brule sedikit penasaran.


Adam mulai menceritakan tentang Luci yang akan bergabung bersama mereka. Tentang sebuah peta yang Luci miliki, kunci menemukan menara yang mereka cari.


"Apa? Apa kau serius? Dari mana dia mendapatkan peta itu?" Tanya Brule cukup serius.


"Dia bilang benda itu peninggalan ayahnya," ucap Adam.


Brule terkejut karena ada orang yang memiliki salinan peta yang mereka cari, apakah nanti nya peta itu mengarahkan mereka ke menara kuno dan berhasil mendapatkan artefak yang mereka cari? Entahlah, namun seperti nya peta yang ada di tangan Luci cukup berharga.


"Sepertinya aku akan membatalkan keikutsertaan ku dalam liga petarung," ucap Adam pada Brule.


Brule yang mendengar itu hanya meresponnya dengan biasa. Brule mengerti mengapa Adam ingin membatalkannya, mungkin karena Adam telah mendapatkan yang mereka cari, hingga tak usah bersusah payah mengikuti liga.


.


.


.

__ADS_1


.


"Tolong aku, tolong ..."


"Aaaa selamat kan diri kalian,"


"Monster ini, darimana mereka datang,"


"seseorang tolong selamatkan kami,"


Adam melihat sesuatu yang mengerikan di depan matanya. Pemandangan sebuah kota yang porak poranda akibat serangan monster yang begitu ganas. Monster itu sangat sadis membunuh siapa saja yang dilewatinya. Adam tak bisa berbuat apapun, ia seperti terikat dengan besi yang cukup kuat.


"Hei hentikan itu, monster sialan, hentikan," ucap Adam.


"Hentikan!" Adam terbangun dari tidurnya.


Ternyata Adam hanya bermimpi buruk. Mimpi itu sangat terasa jelas dan nyata baginya.


"Apa? Ternyata mimpi ya, tapi tadi itu seperti kenyataan, apa ini sebuah firasat atau pesan untuk ku," Adam memegangi kepalanya.


Ia melihat Brule yang ada diuar kamar di depan jendela. Ternyata Brule tidak tidur.


"Brule? Kau tidak tidur?" Tanya Adam.


"Entahlah aku bermimpi aneh," ucap Adam.


Lagi-lagi ia merubah pikiran nya, ia yang semula mengatakan membatalkan ikut dalam liga petarung, akhirnya memutuskan untuk ikut kembali. Mimpi yang diterima nya barusan direspon nya dengan cukup serius. Dari awal Adam percaya perkataan Brule jika sesaat lagi kerajaan kilat utara akan diserang oleh sekelompok Hybrid.


Tapi mimpi yang diterima Adam tidak seperti itu, ia melihat ribuan monster yang memangsa penduduk yang mereka lewati.


Akhirnya pagi pun tiba, Adam yang semula ingin menemui Luci di ibukota meminta Brule untuk menjemput nya. Adam memberitahukan ciri-ciri orang yang akan Brule jemput itu.


"Baiklah aku akan menunggu Adam di sini, Poro blast jangan jauh-jauh dariku ya," Luci nampak terduduk di sebuah kursi taman.


Sebenarnya Luci ini cukup dikenal di ibukota, ia mendapat julukan si rubah pencuri. Namun sebagian penjaga tak pernah ada yang tahu identitas sebenarnya.


Seseorang nampak melihat Luci, orang itu memandang Luci dan memperhatikan nya.


"Bukan kah wanita itu yang mengadakan pertunjukan binatang beberapa waktu lalu? Yang telah mencuri barang orang-orang?" Ucap pria yang memperhatikan nya.


"Mana? Wah iya wanita itu? Aku masih ingat, cepat beritahu penjaga jika dia adalah si rubah pencuri yang terkenal itu," ucap salah satu lainnya.


"Hah? Apa kau yakin dia orang nya?" Tanya beberapa orang pada pria itu.


"Kalau bukan dia terus siapa lagi?"

__ADS_1


Mereka memberitahu penjaga jika ada wanita yang dicurigai si rubah pencuri.


Brule akhirnya sampai dan menemui Luci yang terduduk di sana.


"Hei apa kau wanita yang bernama Luci?" Ucap Brule padanya.


Luci tidak langsung memberitahu namanya, ia takut jika orang yang menghampiri nya adalah seseorang yang ingin menangkap nya. Karena Luci pun sadar jika banyak orang yang ingin menangkap nya. Walaupun mereka tidak mengetahui identitas aslinya. Luci tampak berhati-hati.


"Kau? Kau siapa?" Tanya Luci pada Brule.


"Aku Brule, rekan Adam, dia memintaku menjemput mu, karena dia harus mengikuti liga petarung pagi ini," ucap Brule.


"Oh jadi kau Brule, tapi bukan nya dia tidak akan mengikuti liga petarung?" Ucap Luci pada Brule.


"Dia memang plin-plan, tapi akhirnya dia memutuskan untuk mengikutinya," ucap Brule.


Tak lama kemudian tiba-tiba beberapa penjaga menghampiri mereka berdua. Penjaga itu seperti tak asing di mata Brule. Rasanya ia pernah bertemu mereka. Beberapa penjaga itu langsung memegangi tangan mereka.


"Hei apa-apaan ini?" Ucap Brule yang terkejut karena tiba-tiba penjaga menangkap mereka.


"Hei lepaskan," ucap Luci.


Penjaga itu pun nampak menangkap 2 ekor hewan peliharaan Luci.


"Hei tuan? Ada laporan jika wanita ini adalah si rubah pencuri yang dirumorkan di kota ini, kalian harus ikut bersama kami," ucap penjaga itu.


Penjaga itu nampak tidak asing dengan Brule, mereka seperti pernah bertemu dengan Brule sebelum nya.


"Pria ini? Bukankah dia orang yang kemarin?" Ucap salah satu penjaga pada penjaga lainnya.


"Hah? Benar ini pria yang kita curigai kemarin, ternyata memang benar pria ini bukan lah orang sembarangan, ia memiliki hubungan dengan si nona rubah pencuri ini," ucap penjaga lainnya.


Mereka berdua tak dapat berbuat apa-apa, Brule masih belum terlihat melawan. Ia takut jika mereka tak bisa keluar dari tempat itu dengan mudah. Apalagi di hadapan nya ada sekitar 10 penjaga bersenjata lengkap.


.


.


.


.


Di arena pertandingan liga petarung. Nampak tamai sorak penonton memadati kursi yang tersedia di sana. Arena yang layaknya arena gladiator itu sungguh bergemuruh. Semua orang tak sabar menanti pertarungan hebat antar hunter untuk memperebutkan posisi grandmaster.


"Baiklah semuanya, liga petarung resmi dibuka!"

__ADS_1


__ADS_2