Menara Dimensi

Menara Dimensi
Jack si kaki baja


__ADS_3

Ketika dua orang temannya sedang bersusah payah menghadapi seseorang yang cukup tangguh. Kini terlihat Jack nampaknya sedang bersenang-senang. Berbeda dengan dua orang temannya, ia nampak tidak merasa kesulitan mengalahkan dan menyingkirkan semua orang yang ada di hadapannya.


"Hei tak usah takut, dia hanya sendirian, kita cukup menyerangnya sekaligus agar dia tak memiliki celah untuk menyerang," ucap seseorang yang berada di hadapan Jack.


Kini di hadapan Jack sekitar 10 orang mengepungnya. Hal itu justru membuatnya senang, karena ia bisa mengeluarkan skillnya dengan maksimal. Sekaligus mencoba dan menguji kekuatan yang ia miliki.


"Lihat di sana, sementara teman-temannya kesulitan, nampaknya Jack pun mengalami hal yang sama, apakah Jack mampu mengalahkan semua pemburu yang mencoba mengalahkannya sodara-sodara," ucap si pembawa acara itu.


Tidak tertinggal sorakan dari penonton pun membuat seisi arena menjadi bergemuruh.


"Jack jangan mau kalah, aku adalah salah satu penggemarmu, jangan kecewakan kami Jack, kami akan mendukungmu," teriakan penonton membuat Jack sedikit bersemangat.


"Hahaha aku takkan mengecewakan kalian, lihat saja apa yang akan kulakukan pada," ucap Jack.


Jack mulai menunjukkan keahliannya, sebagai praktisi bela diri. Ia dikenal dengan sebutan si kaki baja. Tendangannya begitu terkenal, rumor mengatakan bahwa monster yang mendapatkan tendangan darinya takkan pernah selamat hidup-hidup. Rumor itu memang cukup keterlaluan, karena Jack sendiri tak pernah mengakui hal tersebut.


Jack kini mulai menyerang mereka satu persatu dengan tendangannya. Ia tidak terlihat kesulitan melawan beberapa orang yang ada di hadapannya. Layaknya seseorang yang sedang menggelar atraksi akrobatik, kini Jack terlihat sangat piawai melancarkan tendangannya pada mereka. Satu persatu mereka tersungkur dan terpental karena tendangan yang dilancarkan Jack.


Tak ada yang bisa menghentikannya di sana, bahkan seseorang pengguna kekuatan api pun tak berhasil menghentikannya. Jack mulai mengambil cincin yang ada pada seseorang yang ada di hadapannya. Serangan demi serangan ia lancarkan.


Sehingga kini ia berhenti di depan orang yang bertubuh cukup besar. Saking besarnya sampai menutupi cahaya matahari yang sebelumnya menyoroti dirinya.


"Jadi kau adalah Jack yang dirumorkan itu ya? Apa kau benar-benar kuat? Jika memang seperti itu, bisakah kau menghiburku dan membuatku bahagia?" ucap orang bertubuh besar itu dengan sorot mata yang menyeramkan.


Laki-laki itu sepertinya meremehkan kekuatan yang dimiliki Jack. Ia berpikir jika Jack bukanlah seseorang yang terlalu kuat.


"Hahaha lucu sekali, kau meremehkan kemampuanku ya?" Jack membalasnya dengan tatapan yang tak jauh menyeramkan.


Jack mulai melancarkan tendangannya, dari mulai kaki, paha, ponggang, perut, hingga kebagian kepala orang itu. Tendangannya cukup keras hampir menumbangkan orang besar yang ada dihadapannya.


"Arrrggghhh," orang berbadan besar itu terjatuh ketika tendangan keras Jack mengenai kepalanya. Namun dengan cepat ia kembali berdiri dengan raut muka yang nampak marah.

__ADS_1


"Ada apa? Apa cuma ini kemampuanmu?" Ucap Jack pada seseorang itu.


Orang itu berdiri dan sekarang ia melancarkan beberapa tinju yang ia arahkan pada Jack. Namun satupun tinju kuatnya itu tak mengenai Jack. Ia malah meninju permukaan arena itu dan melubanginya. Ternyata tinju yang ia miliki cukup kuat.


Jack yang menghindari itu kemudian melompat kebelakang dan mengambil kuda-kuda untuk melancarkan satu tendangan keras pada wajahnya.


Dash!


Satu tendangan memutar ia lancarkan dan mengenai wajah orang itu. Sangat tepat di depan wajahnya. Pria itu mengeluarkan darah dan semakin marah.


"Arrrggghhh, sialan kau, berani seka..."


Belum selesai ia berbicara, Jack memutar tubuhnya ke depan dan melancarkan satu tendangan keras pada kepala orang itu. Dan berhasil membuat sebuah tanda tubuh pada permukaan arena itu.


"Berisik sekali kau, aku kira kau kuat, ternyata hanya seperti ini," ucap Jack yang kini mengambil cincin dari orang itu.


"Lihat itu saudara-saudara, Jack berhasil menumbangkan musuh besar yang ada di hadapannya, sungguh kekuatan yang luar biasa," ucap pembawa acara itu.


"Lihat itu big dedy dikalahkan oleh Jack, dia benar-benar menyeramkan, ternyata rumor tentangnya memang benar, dia sangat kuat," ucap salah seorang peserta yang melihat Jack mengalahkan seseorang yang dipanggil Big dedy itu.


Jack melihat sekitarnya, di sekitarnya masih nampak orang berebut cincin. Sementara ia mencari temannya yang saat ini sedang menghadapi seseorang yang cukup merepotkan.


"Mereka sedang apa? Kenapa lama sekali mengalahkan orang itu, aku sudah mendapatkan 2 cincin, itu artinya tinggal satu cincin lagi agar kami bisa lolos bersama," ucap jack yang kini mendekati kedua temannya itu.


Kedua temannya masih terlihat kesulitan menghadapi 4 orang itu. Kekuatan mereka tak cukup untuk mengalahkannya.


"Hahaha kalian harus disingkirkan, ini adalah momen terbaik untuk mencari nama, kalian dari squad Dragon akan ku singkirkan sekarang," ucap wanita itu.


"Sial kenapa aku tak bisa mengalahkan mereka, ternyata jika tanpa Jack, kami bukanlah apa-apa, Lagi-lagi kami hanya mengandalkan orang itu," ucap Natan yang nampak tersungkur dihadapan mereka.


Begitu pula dengan Cecilia, ia nampak tak berkutik dibuatnya.

__ADS_1


Wanita itu mengeluarkan serangan terkuatnya mengarah pada dua orang yang ada dihadapannya.


"Fire blast, cannon ball!"


Semua penonton dibuat salah fokus pada bola api yang dikeluarkan wanita itu. Bola api itu cukup besar, seukuran parabola. Membuat arena terlihat gelap sepihak.


"Hei api apa itu? Itu cukup kuat, kau gila ya? Kau akan membunuh kami semua tahu," ucap salah seorang dari peserta itu.


Seseorang tak ada yang berani menghentikannya. Mereka hanya sedikit menjauh dari wanita itu. Karena takut terkena efek dari bola api itu.


Kini bola api mulai ia lempar ke arah kedua orang itu. Namun tiba-tiba sesuatu terjadi, bola api besar itu kemudian ditendang dengan cepat dan kuat oleh Jack. Sehingga bola itu terpental ke udara menembus sangkar burung dan meledak di udara.


"Wah apa itu? Jack menghempaskan bola api itu dan meledak di udara, sungguh tak bisa dipercaya," ucap pembawa acara itu.


"Jangan sakiti teman-teman ku bodoh, hadapi aku secara jantan," Jack menatap tajam ke arah mereka.


"Sial, bagaimana bisa sebuah tendangan menghentikan cannon ball ku, tidak masuk akal, ayo cepat serang orang itu," ucap wanita itu.


Jack meminta dua temannya beristirahat, lagi pula ia telah mendapatkan 2 cincin sebelumnya. Kini ia hanya tinggal merebut satu cincin lagi dari wanita yang ada di hadapannya.


Tanpa basa-basi Jack langsung menyerang empat orang itu dan mementalkan 3 pria yang menghalangi nya dengan tendangan keras yang ia miliki.


"Sial kau, kau menghempaskan teman-temanku," ucap wanita itu.


"Kenapa? Tak ada lagi energi untuk mengeluarkan api ya? Bagus lah sekarang aku hanya perlu mengalahkan mu dengan cepat," ucap Jack.


"Hahaha kau memang hebat, baiklah aku menyerah, ini cincinnya aku berikan padamu," ucap wanita itu memberikan cincin yang ia dapatkan.


Akhirnya tanpa berlama-lama jack membuat wanita itu menyerah tanpa harus menendangnya.


Dengan demikian pertandingan babak kedua pun selesai dengan menyisakan hanya 15 orang yang tersisa diatas arena. Karena yang lainnya harus tersingkir keluar arena.

__ADS_1


__ADS_2