Menara Dimensi

Menara Dimensi
Adam vs Cameleon


__ADS_3

Norman kini terlihat mengendalikan para monster itu lagi. Kini ia kan menyerang menggunakan monster terkuatnya. Pemimpin dari setiap monster yang ada di sana kemudian diperintahkan untuk mengeluarkan skill mereka.


"Sekarang saatnya gunakan kemampuan kalian, buat mereka sibuk hingga tak bisa menyelamatkan kerajaannya," ucap Norman.


Beberapa monster mengeluarkan bola-bola api, ada pula yang mengeluarkan gelombang udara kuat dari mulut mereka. Dan ada pula yang menggetarkan bumi, serta monster yang memiliki tentakel.


Serangan bola api mengarah tepat ke arah dinding. Tidak hanya satu atau dua, namun sangat banyak.


"Mereka menyerang dengan fire cannon ball!" Ucap para penjaga yang menjaga di atas gerbang.


"Gunakan barier sekarang juga, tim pelindung kerahkan kemampuan kalian," ucap salah seorang yang menggantikan tugas Leon.


Ledakan terjadi di sana, barier transparan itu berhasil memblokade serangan musuh. Namun mereka tak hanya menyerang dinding namun juga pasukan yang ada dihadapan mereka. Seperti mainan, par prajurit itu bagaikan mainan yang dimainkan oleh anak-anak. Rupanya monster itu terlalu kuat untuk pasukan kerajaan.


"Hati-hati, menghindar dari situ," ucap salah satu epic rank yang kini melihat salah satu monster membuka mulutnya, dengan gelombang energi terkumpul di sana.


Monster itu menembakkan satu gelombang udara cukup kuat. Sehingga memporak-porandakan sesuatu yang dilewatinya.


"Mereka menjadi lebih brutal, ternyata monster besar itu memiliki kemampuan yang luar biasa," ucap salah satu prajurit.


"Hei bukankah monster yang dari tadi terbang itu sangat mencurigakan? Apa mungkin dia yang menggerakkan kawanan ini?" Ucap salah satu epic rank.


"Aku juga dari awal merasa seperti itu," ucap salah seorang lainnya.


"Perintahkan tim penembak jitu untuk menembak kedua makhluk itu," ucap salah seorang epic rank.


Dengan arahan itu, tim pemanah melancarkan ribuan anak panah mengarah pada Norman dan Kalong.


"Apa itu? Mereka menembak kita," ucap Norman.


"Akan ku belokkan gelombangnya, agar ribuan anak panah itu meleset," ucap Kalong


Kalong membelokkan gelombang sehingga anak panah itu meleset. Ternyata kemampuan sonarnya cukup berguna di medan pertempuran.


Nampak dua orang epic rank melompat ke udara dengan kecepatan penuh dan berhasil menangkap mereka berdua.


"Kena kau," tatapan tajam diberikan olehnya seketika menangkap Norman di udara, begitupun seorang yang lainnya.


Dua makhluk itu kini berhasil ditangkap. Sekarang saatnya melawan para monster yang sudah kehilangan arah itu.


Sementara itu di tengah pertarungan Adam dan Cameleon. Cameleon nampak mengancam Adam.

__ADS_1


"Lebih baik kau menyerah saja," ucap Cameleon yang perlahan mulai menghilang.


Adam terkejut karena mendapati Cameleon yang tiba-tiba menghilang dihadapannya.


"Eh kemana monster itu? Apa dia berusaha melarikan diri?" Ucap Adam yang kini menaikkan kuda-kudanya.


Tiba-tiba saja Adam terpental dari kanan ke kiri. Seperti ada orang yang menghempaskannya.


"Hahaha rasakan itu, lidahku ini cukup kuat untuk mengangkat beban berat, lagipula takkan ada yang bisa menghentikanku dalam mode menghilang ini," ucap Cameleon yang kini tak terlihat oleh mata Adam.


Adam yang terpental kini bangkit kembali dan megangi kepalanya.


"Apa itu barusan? Tiba-tiba aku terpental, seperti ada yang militku," ucap Adam.


Cameleon mendekati Adam dengan perlahan, agar kehadirannya tak diketahui. Lalu ia julurkan lidahnya dengan cepat melilit tubuh Adam kemudian menghantamkan tubuh Adam kesana kemari.


Brak! Brak! Brak!


Suara benturan tanah kini terdengar, Adam benar-benar tak mengetahui apa yang sedang terjadi padanya.


"Arrrggghhh,"


"Sial! Makhluk ini tak terlihat, aku tak bisa menentukan dari mana dia menyerang," ucap Adam.


"Keluar dan tunjukkan keberadaan mu pengecut," ucap Adam.


Adam mengubah senjatanya menjadi sebuah tameng dan memasang kuda-kuda.


"Apa yang harus kulakukan? Monster yang tak kasat mata ini sulit untuk di kalahkan," ucap Adam.


Lalu kemudian serangan itu terjadi lagi. Kini cameleon mendekati Adam dengan perlahan dan.


Buk! Buk! Buk!


Pukulan telak tepat ke perut Adam, sukses membuat dirinya harus tersungkur.


"Hahaha rasakan itu, lebih baik kau mati saja," ucap Cameleon.


Adam benar-benar tak bisa berkutik sekarang. Cameleon sangat sulit untuk di lawan. Adam mulai kebingungan. Sepertinya ia mulai meningkatkan kemampuan instingnya.


"Sepertinya aku harus menggunakan kemampuan instingku, tidak, lebih tepatnya kemampuan dimensionku yang lain," ucap Adam.

__ADS_1


Cameleon masih terus menyerang Adam, namun Adam mulai bisa merasakan kehadiran Cameleon. Adam meningkatkan indera pendengarannya agar dapat mengetahui posisi Cameleon.


Namun Cameleon ternyata lebih tangguh dari yang Adam kira.


"Sial aku dibuat tak berkutik dibuatnya, sepertinya aku harus mencoba skill itu," ucap Adam.


Ia nampak kelelahan dan sedikit terluka karena serangan yang dilancarkan oleh Cameleon.


"Kuat juga kau, padahal aku telah beberapa kali menghantamkan tubuhmu di atas tanah," ucap Cameleon.


Adam kini fokus dan menutup matanya, ia mulai mendengar arena sekelilingnya. Serangan lidah Cameleon kemudian di terima oleh Adam, namun kini lidah Cameleon digenggaman oleh kedua tangan Adam.


"Kena kau," ucap Adam.


"Apa? Sial dia sengaja menerima seranganku," ucap Cameleon.


"Dimension, scan!" Adam memegangi lidah Cameleon, menutup matanya lalu membukanya kembali.


Kemampuan baru yang telah Adam latih itu kini ia gunakan. Sebuah skill untuk mendeteksi sebuah objek yang ia tentukan. Cara kerja skill ini yaitu dengan menangkap gelombang yang di pancarkan oleh objek yang ia tentukan.


"Terlihat, rasakan ini monster jelek," Adam menghantamkan Cameleon berkali-kali ke atas tanah sembari terus memegangi lidah elastis Cameleon ini.


"Ah sial anak ini, berani sekali lakukan ini padaku," ucap Cameleon.


Adam menghempaskan tubuh Cameleon sehingga menabrak rumah yang ia lewati. Untung saja area itu telah sepi. Sepertinya para penduduk telah di evakuasi.


"Sial! Akan ku balas kau manusia," ucap Cameleon.


Cameleon bangkit dan berlari menuju Adam. Ia julurkan lidahnya itu pada Adam. Namun dengan sigap, Adam menangkap lidah itu lalu menghempaskan Cameleon ke arah berlawanan.


"Kau takkan bisa lari dariku, aku sudah tahu posisimu sekarang, kau takkan bisa menyentuhku lagi sekarang," ucap Adam.


"Apa? Kenapa dia bisa tahu posisiku? Bagaimana anak ini mengetahuinya? Apa dia bisa melihatku dalam keadaan seperti ini?" Ucap Cameleon.


Ia belum menyadari tentang skill yang dikeluarkan oleh Adam. Cameleon masih percaya diri dengan keahlian menghilangnya itu.


Kini ia kembali menyerang Adam, ia nampak menggunakan lidahnya untuk melakukan serangan terus-menerus.


"Rasakan ini sialan," ucap Cameleon sembari menjulurkan lidahnya berulang kali.


Ia hantam Adam dengan hantaman yang cukup kuat menggunakan lidahnya itu. Namun Adam telah mengetahui apa yang ia lakukan. Kemampuan skill scannya berhasil membuat Adam mengimbangi serangan Cameleon yang tak kasat mata itu.

__ADS_1


Cameleon melancarkan serangan itu berkali-kali, namun Adam terus mencoba menghindari serangannya. Serangan yang dilancarkan Cameleon sukses membuat tanah yang ia hantam menjadi hancur. Kekuatan lidahnya cukup kuat dan sangat cepat.


"Kuat sekali lidahnya, sampai tanah hancur seperti ini, aku harus terus waspada dengan serangan yang ia lancarkan, monster ini cukup merepotkan," ucap Adam.


__ADS_2