
Setelah Crocodile dikalahkan oleh Ricchan. Ia meminta para penjaga membawa jasad makhluk itu ke laboratorium milik profesor Darwin. Ia meminta agar dilakukan otopsi terhadap makhluk itu yang kini berubah wujud menjadi manusia.
Peperangan di bagian barat Kerajaan kilat utara masih terus berlanjut. Walaupun kini Kalong dan Norman telah tertangkap. Namun para monster ganas itu masih belum bisa dihentikan. Mereka masih berusaha mencegah monster itu menerobos masuk melalui dinding pertahanan Kerajaan Kilat Utara.
Pertarungan pun masih terjadi di area squad Celestial. Monster banteng dan monster gorila masih terlihat mengamuk di sana. Beberapa orang masih terlihat sedang dievakuasi.
"Cepat ke arah sini, cepat kami akan melindungi kalian dari sini, menuju Timur agar lebih aman," ucap penjaga yang kini mengarahkan penduduk yang ada di sana ke tempat yang lebih awal.
Ternyata 2 monster itu tak kalah kuat dengan para Hybrid yang lain. Entah mengapa para penjaga tak ada yang bisa menandingi kekuatan Hybrid itu.
"Penjaga macam apa ini? Mereka tak bisa mengalahkan monster ini? Aku ragu Kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang kuat," ucap Veronika yang kini menyaksikan para penjaga sedang melawan monster itu.
Dua monster itu seperti memiliki satu kesatuan yang utuh. Kekuatan mereka sama halnya seperti Elvin. Mereka mengandalkan kekuatan fisik yang mereka miliki. Serta mengubah energi alam menjadi energi yang terkumpul di tangan mereka.
Apalagi sekarang mereka menggunakan senjata legendaris yang dimiliki Kerajaan Kilat Utara. Monster itu jadi semakin kuat dan sulit dihentikan.
"Veronika, Kim, lindungi aku jika aku dalam bahaya, aku akan masuk ke sana dan menghabisi mereka berdua," ucap Elvin.
"Apa kau bilang? Lihat itu, para penjaga saja tak mampu melawan mereka, apa kau yakin akan melawan makhluk itu?" Ucap Veronika.
Nampaknya Kim juga kini mengkhawatirkan Elvin. Tapi sekali lagi takkan ada yang bisa menghentikannya jika ia sudah berkata seperti itu.
Elvin nampak serius sekarang, ia mengumpulkan seluruh energi alam sebanyak-banyaknya. Kini tubuhnya dipenuhi oleh kabut hitam yang keluar dari seluruh area tubuhnya.
"Elvin? Dia mulai serius ternyata, ini adalah bencana, aku tak tahu apa yang akan terjadi jika dia telah mengeluarkan wujud seperti itu," ucap Veronika.
Para penjaga masih dibuat kalang kabut oleh dua monster itu. Tiba-tiba satu gelombang kuat mengarah pada kedua monster itu. Gelombang itu membentuk sebuah telapak tangan yang cukup besar. Hingga mempu menutupi seluruh tubuh kedua monster itu.
Brak! Satu serangan dilancarkan oleh Elvin dan berhasil menghempaskan tubuh kedua monster itu menabrak bangunan yang ada di belakangnya.
"Apa itu? Sebuah gelombang kuat menghempaskan mereka berdua, siapa yang melakukannya?" Ucap penjaga itu.
Mereka kemudian melihat ke arah datanya serangan itu. Mereka terkejut melihat seseorang mengeluarkan kabut hitam dan kini matanya bercahaya. Elvin terlihat menyeramkan pada wujud itu. Ia mulai melangkahkan kakinya mendekati kedua monster itu.
"Lihat, makhluk apa itu? Apa dia manusia?" Ucap penjaga itu.
Veronika mulai menjelaskan siapa sosok yang berada di depan mereka itu.
__ADS_1
"Tidak usah khawatir, dia ada di pihak kita, dia adalah temanku. Dia akan membantu kalian mengalahkan monster itu," ucap Veronika berteriak dari tempatnya berada.
"Kim, jika serangan tiba-tiba datang, lindungi dia dengan perisai milikmu," ucap Veronika.
Kedua monster itu nampak bangkit dari tempatnya dan mulai mencari siapa yang telah menyerang mereka tiba-tiba itu.
"Apa itu tadi? Gelombang yang sangat kuat," ucap Bull seekor Hybrid tipe banteng.
"Itu seperti kekuatan seseorang di ranking epic, apakah ada epic ranker yang menuju kemari?" Ucap Kong Hybrid tipe gorila.
Mereka keluar melompat dari tempat mereka sekarang. Sekitar 10 meter dari keduanya, kini mereka melihat sosok Elvin yang sedang mendekati mereka.
"Makhluk apa itu? Apa itu manusia?" Ucap Bull.
"Aku seperti pernah melihat sosok itu," ucap Kong.
Bull yang mengenakan zirah legendaris yang memiliki kemampuan kuasa matahari. Mulai menggunakannya, ia kini seperti menyerap energi panas matahari menggunakan zirahnya.
"Akan kuhabisi dengan satu pukulan, energi matahari adalah yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan fisik," ucap Bull.
Sementara Kong sendiri memegang sebuah gada. Gada yang merupakan senjata legendaris Kerajaan Kilat Utara itu dikatakan mampu menghancurkan gunung jika seseorang yang memakai benda itu sudah bisa menguasai sepenuhnya kekuatan yang ada pada gada itu.
"Tapak budha," satu jurus andalan Elvin.
Tapak budha adalah satu tekhnik yang memanfaatkan energi alam. Mengumpulkan dan memfokuskan energi pada telapak tangan. Setelah terkumpul cukup banyak lalu kemudian dihempaskan.
Tidak mudah menguasai tekhnik ini, seorang bahkan harus kehilangan tangannya ketika mereka tak mampu mengontrol jumlah energi yang masuk.
"Serangan datang, aku takkan kalah, zirah ini adalah yang terkuat," ucap Bull.
Sementara Kong mencoba untuk menangkis serangan yang dilancarkan Elvin menggunakan gada yang ada ditangannya.
"Homerunlong!" Satu ayunan kuat dilakukan oleh Kong untuk menahan serangan itu.
Kini mereka berdua mencoba menahan serangan Elvin. Akhirnya mereka berhasil menggagalkan serangan itu. Namun mereka harus kehilangan banyak energi tubuh karena penggunaan senjata itu yang cukup menguras energi tubuh.
"Mereka berhasil menggagalkan serangan Elvin, senjata itu benar-benar kuat," ucap Veronika.
__ADS_1
Pertarungan hebat itu hanya bisa membuat penduduk tercengang tanpa bisa melakukan apapun.
2 monster itu kini berlari mendekati Elvin dan mulai melancarkan serangan yang mereka kuasai. Satu ayunan gada mengarah pada kepala Elvin, sementara satu pukulan mengarah pada perutnya.
Elvin tak sempat menghindari serangan itu, membuatnya harus terhempas menabrak bangunan yang ia lewati.
Brak! Suara tabrakan Elvin dengan bangunan yang ada di belakangnya. Benar-benar satu serangan yang sangat kuat.
"Mati kau bocah," ucap kedua monster itu.
"Mereka mengalahkan anak itu dalam satu serangan," ucap penjaga itu.
Namun Elvin kembali bangkit dari tempatnya. Kini ia nampak di selimuti oleh perisai transparan.
"Akhirnya aku tepat waktu, serangannya sangat kuat, jika aku terlambat, mungkin Elvin dalam keadaan yang berbahaya," ucap Kim yang kini mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Elvin.
"Bagus Kim, kau memang hebat, aku akan meningkatkan area telekinesisku, agar aku bisa menyerang mereka," ucap Veronika.
Veronika meminta Kim untuk menyelimutinya juga dengan perisai transparan milik Kim. Ia menuju tempat Elvin untuk membantunya melawan monster itu.
"Apa yang kau lakukan Veronika? Cepat menghindar dari sini," ucap Elvin yang masih diselimuti kabut hitam.
"Kita adalah tim, jangan paksa aku menghindar dari sini, jangan selalu berjuang sendirian," ucap Veronika.
"Terserah kau saja, tapi pastikan kau tak menjadi beban untukku," ucap Elvin.
"Baiklah, kalian bersiaplah menghadapi kekuatan ku yang mengerikan ini monster," ucap Veronika.
Ia mengeluarkan aura putih dari sekujur tubuhnya. Tanah mulai bergetar.
"Apa ini? Apa yang terjadi dengan tanahnya?" Ucap para penjaga itu.
"Apa yang wanita itu sedang lakukan?" Ucap kedua monster itu.
Tiba-tiba permukaan tanah yang ada di sekitar monster itu terangkat keatas.
"Apa? Tanahnya terangkat," ucap kedua monster itu terlihat panik.
__ADS_1
"Itu kan kekuatan levitasi, apa wanita itu melakukannya? Kekuatan yang hanya dimiliki oleh Pisces," ucap salah seorang penjaga.
"Jangan remehkan kemampuanku monster jelek," ucap Veronika.