Menara Dimensi

Menara Dimensi
Episode 12 : Sonic Vs Leon


__ADS_3

Masih di hutan yang sama dengan tempat yang berbeda, terlihat Leon dan Taurus menggunakan tunggangannya memasuki hutan itu. Mereka berdua tampak menggunakan Bison perak, hewan yang biasa dipakai bepergian oleh para penduduk di ibukota Vena.


"Aku penasaran monster seperti apa yang bisa menghabisi para grandmaster itu, bahkan ketika tim pencari yang di tugaskan beberapa waktu lalu tidak bisa melacak keberadaan mereka, dan jasad para grandmaster itu tidak pernah ada," ucap Taurus yang menunggangi Bison peraknya itu.


Di sisi yang lain Leon yang tampak memperhatikan sarung tangan kuku besinya pun berbicara demikian.


"Iya aku sedikit bingung dengan yang terjadi, tapi seharusnya Sagitarius ada di sini ikut bersama kita," ucap Leon lalu kembali fokus mengarahkan Bison perak yang ia tunggangi.


Di sisi yang lain tampak Sonic yang sedang berlari menjauh meninggalkan area pertarungannya dengan Brule.


"Sial, bahkan regenerasi selku terasa lambat, biasanya tidak pernah seperti ini, apa yang dia gunakan untuk melukaiku? Aku akan melaporkan ini pada yang lain, dan fakta mengejutkan ternyata si penghianat itu masih hidup," Sonic berlari dan pikirannya hanya tertuju pada markas persembunyian para Hybrid. Langkahnya tiba-tiba berhenti, hidungnya mencium sesuatu yang semakin mendekat, ia lalu menghentikan pelariannya itu.


"Sepertinya aku mencium sesuatu yang aneh, satu orang, tidak, dua orang. Arahnya bukan dari belakang, namun dari samping kanan ku. Apakah mereka mengejarku? Sial apa yang dilakukan oleh Ryno dan Falcon? Mengapa mereka tak membereskan manusia itu? Tapi tunggu dulu, baunya berbeda," Sonic terlihat di atas pohon hidungnya ia arahkan pada bau yang ia cium, Sonic belum mengetahui jika dua temannya telah dikalahkan oleh Adam.


"Padahal aku sudah cukup jauh dari mereka, ah lukaku belum sembuh sepenuhnya, apa yang harus ku lakukan? Mereka semakin mendekat, siapa mereka? Jika itu seorang pemburu pemula aku sangat beruntung kali ini, mari kita tunggu sebentar," Sonic merasa yang mendekatinya adalah orang lain, dan beranggapan jika ada pemburu pemula yang memasuki hutan itu.


Leon menghentikan tunggangannya itu, ia lalu meminta Taurus untuk mendengarkan perkataannya.


"Taurus hentikan Bison perakmu, aku seperti menyadari sesuatu, insting ku takkan pernah salah, aku seperti merasakan ada aura monster tak jauh dari sini, sepertinya ia cukup kuat," Leon menghentikan Bison peraknya dan memalingkan wajah menyerong agak ke kiri.


"Hah? Apa kau menemukan sesuatu yang menarik? Dari tadi hanya monster lemah yang aku habisi, aku merasa bosan, tapi jika kau menemukan sesuatu yang bagus, aku akan langsung dengan cepat menghentikannya," Taurus melebarkan senyumnya dan menghentikan Bison peraknya itu, lalu mereka berdua turun dari Bison itu, insting yang dimiliki oleh Leon takkan pernah salah, ia mencoba memberitahu Taurus untuk meninggalkan kendaraannya itu di sana. Lalu kemudian mereka berdua mendekati area yang ditentukan oleh Leon.


"Leon apa kita akan kearah sana?" Tanya Taurus.


"Ikuti aku," ucap Leon lalu kemudian mereka tampak berlari.


Lalu di tempat Sonic berada.

__ADS_1


"Tunggu dulu, entah kenapa instingku harus menyuruhku pergi dari sini, siapa yang datang kemari?" Selain indra penciumannya yang tajam, Sonic pun memiliki insting yang kuat.


"Ayo cepat kearah sini, tampaknya ia mulai bergerak, Taurus aku duluan kau susul aku ke arah sana," ucap Leon menambah kecepatan berlarinya.


"Hei tunggu sialan, sial dia cepat sekali," Taurus tidak bisa mengejar Leon yang memang memiliki kecepatan diatas kemampuannya, sedangkan Taurus adalah tipe pemburu dengan kekuatan fisik terkuat.


Sonic yang merasa dalam bahaya mulai bergerak meninggalkan tempat itu, lukanya kini mulai membaik, sel-selnya telah kembali beregenerasi dan memnentuk jaringan kulit baru yang lebih tebal. Dalam kondisinya itu ia mampu berlari dengan cukup bebas.


"Aku harus pergi dari sini, hari ini pertarungan cukup sampai di sini sa.."


DAAM!! Sebuah hantaman keras dari atas kepalanya menghempaskannya ke tanah.


"Aaarrrggghhh,"


"Kau pikir bisa bersembunyi dariku monster jelek,"


Leon mendarat dengan sempurna mendekti Sonic.


"Aaarrrggghhh," Sonic nampak kesal, ia bangkit dari sana, kini ia mencoba menggunakan mode Hybridnya, wajahnya terlihat menyeramkan giginya sangat tajam, matanya seakan menyala, dari balik debu itu ia tampak seperti iblis yang haus akan membunuh.


"Manusia kurang ajar, siapa kau berani-beraninya menghan..." Belum sempat ia melanjutkan perkataannya tiba-tiba.


BRAAAKK!!


Sebuah pukulan kuat menghantam wajah Sonic, membuatnya terhempas dan menabrak beberapa pohon yang ada di sana, beberapa pohon tumbang karena hempasan itu terlalu kuat, Sonic nampak terkapar hanya dengan pukulan yang dilancarkan oleh Leon. Para Zodiak bukanlah orang sembarangan, berada di level epic menunjukkan betapa kuatnya mereka dan kekuatannya tidak bisa dianggap remeh.


"Berisik sekali kau monster jelek, hei cepat katakan kemana kau membawa para pemburu kami?" Leon mendekati Sonic perlahan.

__ADS_1


Sesaat setelah itu Sonic kembali bangkit dan kini ia tampak lebih kuat dan besar."


"Sialan kau!! Rasakan ini, HURRICANE SONIC!!" Melebarkan mulutnya lalu menghempaskan sebuah gelombang udara yang cukup kuat mengarah langsung pada Leon.


Hurricane sonic adalah sebuah tekhnik yang memanfaatkan udara, tekhnik ini terbentuk karena Sonic mengumpulkan semua udara pada mulutnya lalu kemudian ia tembakkan. Semakin banyak udara yang ia kumpulkan maka semakin besar kekuatan yang akan dihasilkan dari tembakan itu.


"Ha... Rasakan itu dasar manusia bodoh," gelombang udara kuat itu kemudian menghancurkan seluruh pohon yang mencoba menghalanginya sehingga area di sana tampak rata dengan permukaan tanah. Tekhnik ini memerlukan energi yang cukup banyak, sehingga jika belum terbiasa menggunakannya maka stamina si penggunanya akan cepat habis.


Gelombang itu tak berpengaruh apapun pada Leon karena kini ia berada dibelakang punggung Sonic, ia tidak pernah terkena serangan itu dari awal.


"Apa maksudmu rasakan semua itu?" Ucap Leon yang kini berada pada punggung Sonic.


"Apa? Kau? Sejak kapan ada dibelakangku?" Sonic sangat terkejut dengan keberadaan Leon, ia bahkan tidak menyadari Leon berada dibelakangnya, indra penciumannya sepertinya terganggu.


"Oh ternyata penciumanmu terganggu ya Srigala bodoh," ucap Leon lagi.


"Sial! Rasakan ini bodoh," Sonic kini mulai menyerang dengan kedua tangannya, pukulan demi pukulan ia lancarkan pada Leon, tak lupa cakarnya yang kuat sesekali ia arahkan pada Leon. Namun sepertinya Leon tak pernah kesulitan sama sekali dengan setiap serangan yang dilancarkan Sonic.


"Aaarrrggghh," Sonic nampak marah dan menambah kecepatannya, karena setiap serangan yang ia lancarkan tidak pernah mengenai Leon.


"Ada apa Srigala? Tunjukkan kemampuanmu, kemampuan saat kau menghancurkan para pemburu kami," Leon berbicara santai sembari terus menghindari serangan Sonic sesekali menangkisnya, namun ekspresi wajahnya kini berubah dari yang tadinya santai kini terlihat serius.


"Jika kau tak mau menunjukkan semunya lebih baik kau mati saja, ini akibat yang kau lakukan pada rekan kami," Leon nampak menyilangkan kedua tangannya, sarung tangan yang ia gunakan tampak mengeluarkan cakar yang sangat tajam berkilau, kini giliran Leon menghantamkan setiap serangan pada Sonic.


"Tekhnik SEPULUH PENJURU, CAKAR SINGA!!" Aura dari kedua tangannya seperti menunjukkan bayangan wajah seekor singa yang cukup menyeramkan.


"Terima ini!!Haaaaaaa."

__ADS_1


__ADS_2