Menara Dimensi

Menara Dimensi
Pertandingan yang membosankan


__ADS_3

Setelah semua peserta memasuki arena, seperti biasa. Squad besar selalu menjadi pusat perhatian orang yang melihatnya. Saint legend adalah squad terbesar nomor 4 di Kerajaan kilat utara. Terutama di sana ada Stive, seorang yang terkenal sebagai penembak jitu. Walaupun ia dijuluki si penembak jitu, namun ia tak terlihat membawa busur maupun senapan.


"Itu dia mereka, squad Saint legend telah memasuki arena, squad yang diunggulkan di pertandingan kali ini," Ucap pembawa acara itu.


Penonton bersorak menyambut kehadiran mereka. Sejak tadi memang merekalah yang sedang di tunggu-tunggu.


"Ayo Saint legend, kami mendukungmu, berjuanglah," seru penonton di atas tribun penonton.


Stive mengandalkan kemampuan jari-jarinya untuk menembakkan peluru meriam kecil yang mempunyai daya ledak yang cukup kuat. Peluru itu sebesar biji-biji karet. Yang mana ketika ia lesatkan dengan jarinya yang kuat membuat biji itu layaknya peluru.


Tak beberapa lama akhirnya kurungan itu dikeluarkan dan Srigala yang ada mulai dikeluarkan kembali. Kini banyak diantara mereka menyusun strategi untuk mendapatkan cincin itu. Mereka memilih untuk tidak mengambil cincin itu dari Srigala. Namun tetap saja, Srigala tak bisa diajak kompromi.


"Ada apa dengan para petarung? Sepertinya mereka tidak mau menyerang Srigala-srigala itu, apakah ini adalah strategi mereka?" Ucap si pembawa acara itu.


"Hei para master bodoh, ayo lawan lah Srigala itu, kalian membuat kami bosan," ucap para penonton yang agak kesal karena melihat petarung terdiam saja.


Akhirnya srigala itu menyerang mereka satu persatu, sehingga mau tak mau mereka harus menyerang balik. Begitu pula dengan squad Saint legend saat ini.


Dua ekor Srigala menyerang mereka, dengan serangan yang sangat brutal. Oskar melindungi Stive dari serangan Srigala itu. Oskar memiliki badan yang cukup besar dan kuat, ia adalah salah satu orang yang mencatatkan namanya di peringkat pemburu populer kilat utara. Namanya ada di peringkat 8 musim kemarin.


Oskar memiliki kemampuan menyerap energi lawan yang menyerangnyanya dan menjadikannya sebagai pertahanan absolut. Skill yang ia miliki sangat cocok untuk pertandingan kali ini.


"Stive berdiri di belakangku, dan tembakan biji peluru itu pada Srigala ini, ini terlalu mudah untuk kita," ucap Oskar.


Oskar adalah pimpinan squad Saint legend, ia memiliki umur 2 tahun lebih tua dari stive. Sedangkan gadis yang disampingnya adalah honey. Dia adalah pemburu tipe support.


Kemampuannya bisa mengubah keringat menjadi energi bagi siapa saja yang disentuhnya.


"Honey support aku agar lebih mudah memblokir semua serangan Srigala ini," ucap Oskar.


"Baiklah serahkan saja padaku," Honey mulai mengaktifkan kemampuannya.


Kini Stive mulai menembakkan biji peluru itu pada Srigala yang kini sedang ditahan oleh Oskar. Membuat Srigala itu tumbang seketika, mereka mengambil cincin yang ada pada Srigala itu. Lalu mencari mangsa selanjutnya.


"Stive serang Srigala yang di sana, kita hanya perlu mendapatkan satu cincin lagi agar bisa lolos ke babak selanjutnya," ucap Oskar pada stive.

__ADS_1


Stive menembakkan beberapa peluru yang ada di sakunya. Membuat para Srigala itu terkapar seketika. Dan orang yang ada didekat Srigala berebut mengambilnya.


"Hei kalian, itu punyaku, jangan ambil cincin nya," ucap Stive.


"Dasar bodoh, lagi-lagi bertindak seenaknya," ucap honey.


Sepertinya mereka telah terbiasa dengan sikap Stive yang seperti itu. Mereka nampak memaklumi nya.


Namun pertandingan belum berakhir, di sana masih tersisa 60 orang diatas arena. Kini saatnya mereka bertarung dengan serius memperebutkan cincin itu.


Namun sayangnya di atas arena tak ada satu pun musuh yang setara dengan mereka. Tak ada yang bisa mengalahkan mereka di sana. Semua orang menghindari konflik dengan mereka.


Bahkan seseorang nampak memberikan satu cincin yang ia punya pada stive. Kini yang mereka lakukan hanya duduk di tepi arena.


"Ya ampun membosankan sekali, hei apa kau membawa papan permainan ke atas ring?" Tanya Stive pada Oskar.


Stive yang merasa bosan ikut masuk pada para petarung yang sedang merebutkan cincin.


"Hei apa kau mau bertarung denganku?" tanya Stive pada petarung yang baru saja tumbang dihadapannya.


"Apa-apaan ini, tak ada satupun petarung yang menyerang para squad Saint legend, apakah mereka takut? Luar biasa sekali, dari sekian banyak pertandingan yang kita lewati, baru kali ini ada pertandingan semacam ini," ucap seorang pembawa acara itu.


Penonton yang menyaksikan itu terlihat menertawakan mereka. Tapi ada pula yang mencaci maki mereka.


"Dasar sampah tak berguna, ayolah serang itu squad Saint legend," ucap salah seorang penonton.


"Wah sepertinya penonton mulai emosi ya?" Ucap Oskar yang kini terlihat sedang merebahkan diri.


"Hei honey apa kau tak merasa aneh dengan liga petarung ini?" Tanya Oskar pada Honey.


Ia merasa jika liga petarung ini seperti mengada-ada, perekrutan grandmaster seharusnya tidak dengan cara seperti ini.


Memang benar adanya jika kerajaan kilat utara untuk saat ini memerlukan para grandmaster untuk memperkuat kerajaannya. Namun dengan sistem seperti ini, Oskar berfikir hanya akan melukai satu sama lain.


"Iya benar, aku pun berpikir seperti itu, aku masih tak mengerti apa yang mereka rencanakan pada liga ini, atau mungkin ada niat terselubung dalam acara ini," ucap Honey pada Oskar.

__ADS_1


Kini terlihat Stive malah asyik meramaikan jalannya pertandingan dengan memasuki pertarungan antar petarung.


"Hei aku ingin ikutan, ayolah bertarung denganku," ucap Stive pada mereka.


"Hei dia kan anggota Saint legend, apa kalian ingin melawan orang seperti dia?" Tanya orang itu.


Mereka yang sempat berseteru memperebutkan cincin. Kino malah asyik berdiskusi, itu membuat keadaan semakin aneh saja.


"Hei apa salahku? Kenapa kalian tak ingin bertarung melawanku sih?" Ucap Stive.


Dari tepi arena Oskar memanggil Stive dan memintanya agar bergabung.


"Hei pertandingan akan segera berakhir, kita tidak usah melawan mereka lagi, ayo cepat kesini," ucap Oskar.


Akhirnya Stive menuju arah Oskar, pertandingan itu terasa membosankan baginya.


Akhirnya 20 pemburu telah berhasil melewati babak 7 ini. Semua yang lolos akan masuk ke babak selanjutnya.


Lalu pertandingan itu dilanjutkan dan mendapatkan pemenangan baru disetiap tim. Kini tiba saatnya pertandingan terakhir yang paling ditunggu. Karena di sini akan ada dua squad yang akan bertanding. Yaitu squad Celestial dan Squad Orion.


Squad nomor satu Celestial melawan squad nomor 2 Orion. Semua orang tak sabar melihat mereka saling unjuk kebolehan. Mereka berharap pertandingan kedua squad besar ini tak se membosankan squad Saint legend.


"Inilah yang kita tunggu-tunggu, pertandingan pemungkas, yang mana di tim terakhir ini, nama squad besar Celestial dan Orion untuk pertama kalinya dipertemukan," ucap pembawa acara itu.


Penonton bergemuruh menyambut mereka yang masuk ke arena pertandingan.


"Hahaha terlalu berlebihan mereka," ucap Han yang mulai memasuki arena.


Begitu pula dengan squad Celestial, mereka nampak bersinar dengan zirah emas yang mereka kenakakan.


"Jadi bertemu dengan anak itu lagi ya? Mungkin anak itu akan sedikit gila sekarang," ucap Elvin.


"Tenang saja Elvin, kami akan selalu berada di sampingmu," ucap Kim.


Dalam sekejap mereka menjadi pusat perhatian para penonton. Celestial memang selalu mempesona para penonton. Bagaimanapun keadaannya pasti mereka akan selalu terlihat mewah.

__ADS_1


__ADS_2