
Informasi mengenai gudang senjata yang sudah dikuasai pun sampai di telinga Leon dan Ricchan. Mereka tak menyangka akan hal itu, ternyata musuh menjalankan rencananya cukup matang. Namun hal itu membuat Ricchan cukup curiga.
Bagaimana bisa mereka tahu posisi gudang senjata kerajaan kilat utara. Dan yang lebih aneh lagi, bagaimana bisa mereka berada di dalam area pemerintahan kerajaan kilat utara, sementara akses masuk kerajaan dijaga cukup ketat semenjak mereka mengetahui akan ada serangan dari monster. Dan lagi tak ada laporan apapun dari gerbang, yang masuk ke telinganya.
Ternyata perginya para Zodiak sangat berpengaruh terhadap pertahanan kerajaan kilat utara. Serangan yang dilakukan Ryno hanyalah pengalih perhatian agar mereka leluasa menguasai gudang senjata. Kini Ricchan seperti berada di keadaan yang sulit.
Sebenarnya ia berusaha ingin pergi dari istana, namun ia takut akan ada Hybrid yang lebih kuat mengincar istana dan menghancurkan takhta kerajaan.
Perlu diketahui, Hybrid bukanlah sekumpulan monster yang lemah. Itu telah terbukti ketika Sonic dan Falcon dikalahkan oleh Taurus dan Leon. Dalam sekejap mereka kembali dengan keadaan fisik yang baik.
Kemampuan regenerasi mereka di atas rata-rata, seperti yang profesor Darwin jelaskan jika tubuh mereka telah dimodifikasi. Memaksa sel darah merah dalam tubuh mereka untuk berproduksi lebih cepat.
"Apa? Gudang senjata telah dikuasai? Sial ternyata mereka hanya memancing kita agar kita berada di posisi ini ya?" Ucap Leon yang juga menerima informasi itu.
Sepertinya sesuatu nampak terlihat datang dari barat, dari balik hutan yang jaraknya cukup jauh sekitar 2 kilometer kawanan itu mulai terlihat.
"Hei hei hei apa-apaan ini, lihat mereka," ucap salah seorang yang menggunakan teropong.
Orang itu melaporkan apa yang ia lihat pada Leon. Baru saja Leon akan menuju gudang senjata tiba-tiba salah satu pasukannya memberitahu jika sekawanan monster mulai keluar dari hutan itu.
"Jendral, sepertinya para monster itu mulai terlihat dari balik hutan," ucap seorang pasukan yang dipimpin oleh Leon.
Leon yang berada di atas dinding itu memerintahkan pasukannya untuk bersiap di posisi mereka masing-masing.
"Apa-apaan ini, mereka banyak sekali, darimana datangnya para monster itu? Bagaimana bisa mereka membentuk kelompok? Apa itu ulah para monster setengah manusia itu?" Ucap Leon yang kini melihat segerombolan monster yang datang dari balik hutan.
Leon memerintahkan pasukan penembak dan meriam bersiap dengan intruksinya.
"Kalong apa kau tak salah lihat?" Tanya Tiger.
"Aku tak salah lihat, mereka tidak ada di posnya, ini adalah waktu yang bagus untuk menyerang mereka secara tiba-tiba," ucap Kalong.
Kalong dan Norman kini mulai memasuki mode Hybrid mereka dan mulai terbang ke angkasa. Sementara Tiger menggunakan mode Binatangnya.
Di sana tak terlihat Cameleon, sepertinya ia menuju tempat yang lain.
"Ketika kita telah dekat dengan gerbangnya, aku akan melepaskan Hipnotis ku pada makhluk ini, aku sudah sangat lelah menggunakan kemampuanku ini," ucap Norman pada Kalong yang terbang di udara memimpin para monster untuk menunjukkan gerbang barat.
__ADS_1
Kalong dan Norman bukanlah tipe Hybrid petarung, mereka lebih banyak menjadi support di dalam sebuah pertarungan. Mereka memiliki kemampuan yang cukup merepotkan namun tak bisa berkelahi.
Jika Norman mampu menghipnotis musuhnya lalu kemudian menuruti kata-katanya. Maka kalong adalah tipe Hybrid perusak sinyal, dengan kemampuan sonar yang telah dimodifikasi. Pada dasarnya sonar adalah gelombang yang memudahkan mereka mendeteksi objek didepannya. Namun kini ia mampu membuat pendengaran seseorang terganggu dan melemahkan fokus objek yang terkena efek sonarnya. Benar-benar karakteristik seekor kelelawar,
Kalong yang semula menyepelekan hal itu kini mulai menggunakan kemampuannya, ia mendeteksi jika ada banyak pasukan musuh yang ada di balik dinding itu.
"Apa? Aku yakin tadi tak ada orang, tapi kenapa sekarang aku menanti sinyal keberadaan orang yang cukup banyak," ucap kalong yang menerima sinyal kehidupan.
"Hei yang benar, apa kau tak salah? Jadi sebenarnya mereka ada atau tidak bodoh?" Tanya Norman pada Kalong.
Mereka nampak berdebat, namun kini mereka nampak sudah sangat dengan dengan dinding itu.
"Berhenti, perintahkan semua monster itu berhenti, aku menangkap sebuah gelombang yang cukup aneh," ucap kalong pada Norman.
"Apa malsudmu? Aku akan melepaskan semua monster ini sekarang," ucap Norman.
"Tunggu sebentar, lebih dekat lagi agar mereka tak kehilangan arah," ucap kalong pada Norman.
Mereka semakin mendekat menuju gerbang, kini telah sampai di padang rumput. Ribuan monster itu membuat para penjaga bergetar ketakutan.
"Hei apa itu, apa benar hutan itu memiliki monster sebanyak itu?" Ucap seseorang yang melihat ribuan monster dihadapannya melalui celah dinding.
"Baik jendral,"
Dari atas udara kalong mencoba meningkatkan kemampuannya dengan memancarkan sonar ke arah dinding itu. Namun jangkauannya terlalu jauh, sehingga memaksa untuk mendekatinya.
"Apa yang mereka lakukan di atas sana," ucap Tiger yang terus melangkahkan kakinya di antara para monster itu.
"Tunggu di sini aku akan terbang dan memastikannya, kemampuan sonarku tak bisa kugunakan dalam jarak sejauh ini," ucap kalong.
"Satu objek mendekati kita dari udara," ucap salah seorang yang melihat kalong mendekat.
"Tunggu sebentar, kita lihat apa yang akan terjadi," ucap Leon.
Kalong hanya berputar-putar di udara, memastikan adanya aktifitas di dinding itu.
"Aku tidak salah, ternyata mereka bersembunyi dibalik dinding itu, tapi kenapa mereka bersembunyi di sana, dasar bodoh apa kalian pikir aku tak tahu," ucap kalong.
__ADS_1
Ia kembali ke arah Norman dan meminta Norman untuk mengarahkan monster itu menunju gerbang dengan kecepatan penuh.
"Cepat lakukan serangannya bodoh, aku telah mendapat laporan jika gudang senjata telah berhasil ditaklukkan," ucap tiger.
Ia nampak kesal karena dua Hybrid itu tidak bertindak dengan cepat.
Akhirnya Norman memerintahkan pasukan monsternya menyerang ke arah gerbang. Kawanan monster singa, srigala, beruang, dan makhluk buas lainnya kini bersatu menyerang gerbang.
"Monster menujukan kemari dengan kecepatan penuh,"
"Kalian bersiaplah, tim meriam, bersiap," ucap Leon.
Monster itu kini memasuki jangkauan tembak meriam mereka, tanpa berlama-lama Leon memerintahkan untuk menembakkan meriam.
Bomm! Bomm! Bomm!
Tiga tembakan meriam dilancarkan kearah kawanan monster itu. Dan berhasil mengenai mereka.
"Yeah bagus, rasakan itu monster jelek," ucap penembak itu.
"Tim senapan bersiaplah,"
"Tembak!"
Dor ... Dor ... Dor ...
"Sial mereka mulai menyerang kita, serang mereka," ucap Norman.
Dengan berutal para monster itu berlari menuju gerbang. Namun sesuatu nampak muncul dari balik rumput.
"Bersiap, arahkan pedang kalian keatas sekarang!"
Ribuan tentara keluar dari rumput dan menghunuskan pedang pada monster yang akan melewati mereka itu. Perang pun tak dapat terhindari.
"Serang mereka, keluarkan tentara orc dari gerbang," ucap Leon.
Ribuan tentara ork keluar dari dalam gerbang, dan ikut dalam peperangan itu.
__ADS_1
"Apa? Banyak sekali mereka," ucap Norman.
"Haaaaa, sebanyak apapun akan aku habisi kalian semua!" ucap Tiger yang kini berubah ke mode Hybrid.