
Di atas arena pertandingan, Adam dan Jack masih bertarung. Jack nampak lebih serius sekarang, sementara Adam masih memanfaatkan kemampuan realitanya.
"Lumayan juga kau, tapi apakah sekarang kau bisa menghentikan ini," ucap Jack kini melompat ke arah Adam dan memberikan tendangan meroda.
Adam menghindari serangan itu, membuat tendangan Jack lagi-lagi menghancurkan permukaan arena. Jack masih sangat bersemangat, ia nampak kesal karena Adam seperti memainkannya.
Tak lama kemudian beberapa penjaga menghentikan perkelahian mereka. Membuat seisi arena merasa panik.
"Pertandingan ini harus segera di hentikan, kita harus mengevakuasi seluruh orang yang ada di sini, tempat ini sudah tidak aman," ucap penjaga dari balik kursi pembawa acara.
Ia menjelaskan pada si pembawa acara jika penyerangan telah terjadi di luar. Seketika pertandingan itu pun resmi dihentikan.
"Hei ada apa ini?" Ucap Jack.
Adam yang mendengar itu langsung berlari dari sana, ia tahu hal ini akan terjadi. Ia mendapati Brule di sana.
"Adam, kita harus segera pergi dari sini, di sini sudah tak aman," ucap Brule.
"Tidak, aku akan menghentikan para monster itu, sebelum ia menghancurkan kerajaan ini," ucap Adam.
"Apa? Kau gila ya? Kita tidak harus ikut campur dalam hal ini," ucap Brule, kini ekspresi wajahnya terlihat serius.
Luci pun kini mulai ikut menjelaskan pada Adam jika mereka tidak harus ikut dalam pertempuran itu. Tentara kilat utara sudah cukup untuk menghentikan mereka.
"Sejak tadi malam aku sudah memutuskan untuk ikut mengatasi para monster itu, aku tak mau ada korban jiwa yang ditimbulkan para monster itu," ucap Adam.
Ia berlari keluar arena itu, Brule coba menghadang ia pergi. Namun itu sia-sia, tekad Adam sudah bulat.
"Hei ada apa ini sebenarnya, semua orang terlihat panik," ucap Jack di atas arena.
Dua temannya menghampiri Jack dan memberitahu jika ada penyerangan yang dilakukan monster pada kerajaan kilat utara.
"Elvin apa yang harus kita lakukan?" Tanya veronika.
"Sudah jelas kan? Ini saatnya menunjukkan kemampuan kita," ucap Elvin
"Ini yang aku tunggu, aku akan pergi membasmi monster itu," ucap Stive.
"Anak ini, dasar bodoh, kita tak harus ikut campur," ucap Oskar.
"Hahaha siapa peduli," ucap stive.
__ADS_1
"Han apa yang akan kita lakukan?" Tanya Pedro.
"Aku tak ingin kalah dari Celestial, ini momen yang pas agar kita makin di kenal," ucap Han.
Di dalam kepanikan itu ternyata 4 squad besar akan ikut dalam peperangan yang kini sedang berlangsung.
Dari dalam sel tahanan penjara khusus orang kuat, para penjaga dibuat terkejut karena 2 Hybrid yang mereka tahan melarikan diri dari lubang tanah permukaan sel penjara itu.
"Cepat perketat keamanan, 2 monster itu melarikan diri dari lubang yang mereka buat," ucap seorang penjaga yang mendapti sel kosong tempat Sonic dan Falcon di penjara.
"Berkat kemampuanku menggagali, akhirnya kalian bisa bebas," ucap mouses.
Ternyata lubang yang ada dalam sel itu adalah ulah dari salah satu Hybrid tipe tikus tanah.
"Kenapa lama sekali?" Ucap Sonic.
"Aku sudah tak sabar mengobrak-abrik kerajaan busuk ini," ucap Sonic.
Mereka bertiga berlari menuju gudang senjata yang ada di arah barat tempat mereka di tahan.
Di medan pertempuran, beberapa tembakkan terus di lontarkan pada musuh. Suara tebasan terdengar dimana-mana. Medan pertarungan semakin bergemuruh. Kedua kubu memiliki pasukan yang sama kuat. Namun ternyata untuk menembus pertahanan prajurit kilat utara memanglah tidak mudah.
Norman mencoba menggunakan kemampuannya, namun hanya sedikit dari mereka yang terkapar karena efek dari hipnotisnya.
Terlihat Tiger dalam mode Hybridnya mencabik-cabik tentara kerajaan kilat utara yang ada di hadapannya. Tiger sangat kuat, tak ada yang mampu menghentikannya.
Di sisi lain, para prajurit kilat utara tiba-tiba terjatuh tanpa sebab. Seperti ada yang memukul keras mereka, namun tak terlihat siapapun di sana.
"Mereka kuat sekali, bahkan tentara Orc pun masih kesulitan melawan monster ini," ucap salah seorang prajurit yang ada di medan pertempuran.
Tiba-tiba bantuan datang, sekitar 30 orang berzirah hijau mas
Melompat melewati dinding lalu menghalangi datangnya sinar matahari. 30 orang dengan zirah khusus berwarna hijau mengguncang tanah medan pertempuran.
Kehadiran mereka membuat 4 orang Hybrid terkejut.
"Siapa mereka? Apakah bala tentara yang lain?" Ucap Tiger.
Norman dan kalong masih terbang di udara, memberikan perlawanan dari atas udara.
"Hei lihat itu, epic rank hunter telah ikut bertarung di medan perang,"
__ADS_1
Para prajurit yang melihat kedatangan mereka, terlihat begitu antusias. Sepertinya 30 orang yang baru datang itu bukanlah orang sembarangan. Itu terdengar jelas ketika mereka menyebutkan kata epic pada mereka.
"Kami adalah para epic rank hunter, takkan ada yang bisa melewati kami selama kami ada di sini," ucap beberapa orang yang menggunakan zirah hijau.
Leon yang menyaksikan itu merasa tenang. Ia baru sadar jika masih ada para epic rank. Itu membuatnya tak lagi perlu berpikir untuk pergi kw gudang senjata.
"Aku serahkan pada kalian, pimpinlah peperangan ini, aku akan merebut kembali gudang senjata yang telah mereka kuasai," ucap Leon berteriak pada para epic rank itu.
"Serahkan pada kami Leon, pergilah dari sini," ucap salah seorang dari mereka.
Para epic rank itu terlihat brutal, setiap monster yang ada dihadapannya ia tebas dengan tebasan kuat mereka. Apalagi mereka memiliki kekuatan khusus. Walaupun para epic rank memiliki kemampuan yang masih berada dibawah para Zodiak. Tapi mereka tidak bisa dianggap remeh.
"Sial, ternyata mereka kuat sekali, aku harus segera menembus pertahanan mereka," ucap Tiger.
Tiba-tiba sesuatu menyentuhnya, seketika tubuhnya tak terlihat.
"Bagus Cameleon, dengan kemampuan mu kita dapat menembus dan masuk kedalam kerajaan kilat utara," ucap Tiger yang kini sudah tak bisa dilihat oleh mata normal.
Kemampuan Cameleon adalah pembiasan cahaya, ia mampu membuat dirinya tak terlihat. Atau bisa disebut sebagai kemampuan berkamuflase.
Setiap objek yang ia sentuh termasuk dirinya, dalam sekejap akan membuatnya tak terlihat.
Tiger berubah pada mode binatangnya, membawa Cameleon di atas punggungnya. Seketika ia menembus kerumunan itu dan telah berada di balik dinding pertahanan kerajaan kilat utara.
Mereka berlari menujukan gudang senjata untuk bergabung dengan teman-temannya.
"Gudang senjata telah kita taklukkan, kini saatnya menghancurkan kerajaan ini dengan senjata yang ada di tangan kita," ucap Kong salah satu Hybrid bertipe gorila.
Sementara gerbang utama telah berhasil diamankan. Ternyata pasukan yang dibawa oleh Ryno tak mampu menembus pertahanan gerbang utama kerajaan kilat utara.
"Laporkan pada markas, gerbang utama telah berhasil diamankan," ucap salah seorang yang bertanggung jawab atas gerbang utama.
Ryno dan beberapa pasukan lainnya terlihat terkapar di atas tanah.
Sementara Adam berlari menuju gudang senjata. Ternyata Brule serta Luci membuntuti dari belakang. Luci menaiki Blast agar ia tak tertinggal jauh dari dua orang yang ada di depannya.
"Kenapa anak ini tak lari saja," ucap Brule.
"Aku harus bisa menyelamatkan orang banyak, aku harus mengalahkan mereka semua," ucap Adam.
Ternyata bukan hanya mereka bertiga, empat squad terbaik kilat utara pun ikut membuntuti Adam. Dan kino mereka semua terlihat berlari dengan kecepatan penuh.
__ADS_1