Menara Dimensi

Menara Dimensi
saling bertemu


__ADS_3

Laporan diterima oleh Ricchan bahwa Taurus telah mengalahkan salah satu Hybrid yang diduga adalah pemimpinnya.


"Bagus, aku yakin dia takkan kalah, baiklah karena pemimpin mereka telah dikalahkan, itu artinya yang diluar sana hanyalah sekelompok monster lemah," ucap Ricchan.


Seseorang lain melaporkan jika 30 epic ranker telah memasuki medan perang. Sementara Leon menuju gudang senjata dan mencoba membantu merebut kembali gudang senjata yang dikuasai.


Kini para Hybrid terlihat mengenakan semua senjata pusaka terkuat kerajaan kilat utara.


"Zirah burung api, ini adalah zirah terkenal yang dikaruniai anugerah matahari, dengan zirah ini aku bisa menyerap energi matahari dan menjadikannya sebagai kekuatanku," ucap Bull salah seorang Hybrid bertipe banteng.


Mereka nampak mengambil semua senjata pusaka terkuat dan memakai nya.


Sementara itu Leon terus berlari menuju gudang senjata.


"Sial, seharusnya aku sudah sadar, jika mereka hanya mengalihkan perhatian di gerbang barat, dan lagi penyerangan ini sangat terencana, siapa mereka sebenarnya,"


Sementara di tempat Adam berlari dan 4 squad besar.


"Hei apa kita akan tetap mengikuti anak ini?" Tanya Pedro pada 2 orang temannya.


"Bagaimana Han?" Tanya Alicia.


Tiba-tiba ledakkan muncul tak jauh dari arah kanan mereka. Tak hanya satu kali, tapi kini yang kedua terlihat bebrapa orang yang melayang ke udara.


"Apa itu? Hei lihat di sana," ucap Pedro yang berhasil menghentikan langkah temannya.


"Apa? Apa di sana ada monster?" Tanya Han.


Tak beberapa lama, ledakkan kembali terdengar. Kini dari arah yang berbeda. Sama seperti sebelumnya, nampak beberapa orang terpental le angkasa.


"Kita harus cepat ke arah sumber ledakkan itu," ucap Jack pada teman-temannya.


"Baiklah ayo kita ambil kanan, kita akan mengikuti squad Orion, jangan biarkan mereka mengambil panggung terlalu banyak," ucap Jack yang kini berlari mengikuti squad Orion.


"Elvin bagaimana? Apa kita akan ke kiri?" Tanya veronika.


"Jelas, kita harus segera mengalahkan para monster itu," ucap Elvin.


Sementara Adam terus berlari ke depan menuju gudang senjata. Ia tak mempedulikan 2 ledakkan dari arah yang berbeda itu.


"Aku akan menyelamatkan kalian," ucap Adam yang masih berlari diikuti Brule dan Luci.


Sementara Leon terus berlari, langkahnya terhenti oleh Tiger yang melompat ke arahnya. Ternyata ia mampu mengejar Leon yang di ketahui memiliki kecepatan yang luar biasa.


"Mau kemana kau? Lawanmu adalah aku, jangan ganggu teman-temanku," ucap Tiger.


"Sial, sejak kapan ada di sini? Apa barusan dia mengejarku?" Tanya Leon pada dirinya sendiri.


"Pergilah dari sini, dan aku akan berusaha menahan orang ini," ucap Tiger pada Cameleon yang kini tidak terlihat itu.

__ADS_1


"Sedang berbicara dengan siapa orang itu? Instingku mengatakan ada makhluk lain bersamanya," ucap Leon.


Tanpa bertanya terlebih dahulu, Tiger langsung melompat ke arah Leon dan melancarkan pukulan.


"Hiyaaaa,"


"Tuan Brule apa kita akan terus menuju gudang senjata?" Tanya Luci yang kini menaiki blast.


"Kita hanya akan mengikuti Adam, jadi biarkan dia membawa kita," ucap Brule.


"Aku takkan membiarkan orang mati, mimpi itu membuatku semakin memikirkan nya," ucap Adam.


Sesuatu nampak menghantam Brule dari langit.


Brak!


Brule harus terpental akibat hantaman itu.


"Akhirnya aku temukan juga kau Brule!" Ucap sonic yang kini menggunakan mode Hybrid.


"Akan ku berikan kau perhitungan Brule, kemanapun aka ku kejar," ucap Sonic.


"Brule?" Ucap Adam.


"Makhluk yang ada di hutan itu, bagaimana biasa ada di sini? Bukankah sedang dalam sel tahanan?" Ucap Adam terkejut.


Kini Adam sedang memperhatikan Sonic.


Brule yang semula terlempar, tiba-tiba muncul. Namun kini menggunakan mode Hybrid lalu menyerang Sonic.


"Adam lanjutkan perjalanan, aku percaya padamu, kau pasti bisa hentikan semua ini," ucap Brule yang kini menahan Sonic.


"Tapi bagaimana dengan mu?" Ucap Adam pada Brule.


"Aku bisa menjaga diri baik-baik,"


Adam percaya pada Brule, sedangkan Luci akhirnya mengikuti Adam.


"Hati-hati Brule," ucap Adam di dalam hati. Ketika hendak meninggalkan nya.


"Hei Adam, kau serius ingin menguasai gudang senjata?" Tanya Luci.


"Luci cari tempat aman, aku akan menemui secepatnya," Adam melesat cepat meninggalkan Luci.


"Hei tunggu, aku ikut," ucap Luci.


Dia tak mungkin mengikuti Adam yang terlalu cepat itu.


Setelah jauh meninggalkan Luci dan Brule, Tiba-tiba sesuatu menghantamnya dan membuat ia terpental menabrak rumah dan menghancurkan nya.

__ADS_1


"Hei apa itu barusan, seperti ada yang mendorongku," ucap Adam.


Ia keluar dari sana dan bersiaga, jika tiba-tiba monster menyerang. Adam mendapati seekor Hybrid yang mengusap kepalanya. Sepertinya Hybrid ini yang tadi menabraknya


"Sial siapa tadi," ucap Cameleon.


Ia melihat Adam dan bermaksud membunuhnya. Cameleon tak mengenal Adam, ia mengira Adam hanyalah warga yang tersesat.


"Hei nak, apa yang kau lakukan? Aku pusing tau, apa lebih baik kau ku bunuh saja?" Ucap Cameleon menatap Adam serius.


Adam yang mendengar itu langsung menarik pisaunya dan mengubahnya menjadi sebuah pedang besar.


"Apa yang baru saja kau katakan?" Ucap Adam, balik menatap Cameleon.


"Wah apa ini? Seorang hunter rank master ya? Atau grandmaster?" Tanya Cameleon.


Cameleon memiliki bentuk wajah layaknya iguana. Ia adalah Hybrid tipe iguana dengan kemampuan khusus yang mampu membuatnya menghilang.


Kini sepertinya kedua makhluk ini akan bertarung satu sama lain.


Sementara di tempat Orion dan squad Dragon. Disana terlihat Armadillo, Hybrid bertipe trenggiling dan juga terlihat ada monkey sedang mengalahkan beberapa prajurit kerajaan kilat utara.


"Hei apa itu? Apa-apaan mereka? Mereka dibuat tak berdaya, apakah kekuatan prajurit kerajaan kilat utara seperti ini?" Ucap Han yang menyaksikan para penjaga di obra-abrik oleh dua orang Hybrid itu.


Tanpa berpikir lama, mereka ikut dalam pertempuran melawan Hybrid itu.


"Kita tak boleh kalah, ayo kita kalahkan salah satu monster itu, jangan biarkan Orion mendapatkan popularitas terlalu tinggi," ucap Jack.


"Baiklah, ayo kita mulai," ucap Natan.


Squad Dragon pun ikut serta dalam mengalahkan Hybrid itu.


"Elvin lihat itu? Apa ini? Para penjaga dibuat tak berdaya oleh monster banteng dan gorila itu," ucap Veronika.


"Ayo kita masuk dan coba kalahkan monster itu," ucap Elvin.


Sementara squad saint legend, langkahnya terhenti oleh Falcon yang tiba-tiba datang ke hadapan mereka.


"Mau kemana kalian? Bermainlah sedikit denganku," ucap Falcon.


Sementara itu di gerbang barat, peperangan masih terjadi, 30 epic rank telah menunjukkan performa terbaik mereka. Itu dibuktikan dengan banyaknya monster yang tumbang di medan perang.


"Jangan biarkan mereka melewati gerbang ini, serang terus selama kalian masih bisa berdiri,"


Ucapan dari salah seorang epic rank, membuat pasukan kerajaan kilat utara semakin percaya diri.


Norman dan kalong yang masih menghindari serangan jarak jauh yang dilancarkan pasukan kerajaan, nampak berbicara sesuatu.


"Memang kuat sekali, dari dulu aku tak pernah kecewa dengan pertahanan mereka,"

__ADS_1


"Seandainya kalian mau mendengarkan semua yang aku miliki, mungkin kalian akan lebih kuat dari sekarang," ucap Norman sedikit kesal.


Perang masih terus bergejolak, karena para monster tak kunjung menyerah dan mereka terus menerus menyerang. Walaupun telah banyak yang dikalahkan, monster itu seperti tak habis-habis.


__ADS_2