Menara Dimensi

Menara Dimensi
Episode 9 : Pertarungan Yang Sengit


__ADS_3

Tepat dihadapan ketiga Hybrid itu dua orang yang tak asing bagi kita. Mereka adalah Adam dan Brule yang menggunakan mode Hybridnya, tak disangka ketika akan meninggalkan hutan itu, mereka berdua harus di hadang oleh tiga Hybrid.


"Wah wah lihat ini, si penghianat Brule bersama dengan seorang manusia," ucap Ryno seorang Hybrid bertipe Badak purba. Penampilan Ryno tak jauh berbeda dari Hybrid pada umumnya, ia adalah hewan setengah manusia yang memiliki postur layaknya manusia namun dengan wajah yang seperti Badak, serta penampilan kulit yang cukup tebal, ia adalah Hybrid yang menggunakan pertahanan tubuh untuk melindunginya dan tandukan culanya yang bisa ia gunakan untuk menyerang.


"Hei Adam apa salah satu dari mereka pernah kau temui?" Ucap Brule dengan tidak mengalihkan fokus pada mereka bertiga.


"Aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya, tapi aku rasa monster yang aku temui waktu itu adalah kawanannya," ucap Adam memasang kuda-kuda.


"Hahaha apa yang akan kau lakukan penghianat? Kami telah lama mencarimu, kebetulan sekali kami bertemu denganmu di sini, aku tak sabar ingin memakan otakmu itu," ucap Falcon yang memiliki bentuk Hybrid bertipe elang, penampilannya sendiri layaknya manusia biasa memiliki tangan serta kaki, dengan kuku tajam disetiap ruas jari-jarinya dan dua sayap di punggungnya serta wajahnya yang menyerupai elang.


Ia dikenal Falcon si pemilik penglihatan sempurna, penglihatannya mampu membaca gerakan serangan yang dilancarkan oleh musuhnya, serta kukunya yang kuat dapat merobek daging dengan sangat mudah, ditambah dia bisa terbang dengan bebas.


"Manusia ini sepertinya tampak segar, dan darahnya sepertinya sangat enak," ucap salah satu Hybrid lainnya yang bertipe srigala ia adalah Sonic, memiliki penciuman super tajam serta memiliki kemampuan menghempaskan gelombang menjadikan srigala ini Hybrid yang sulit untuk dikalahkan, mereka bertiga menyebut diri mereka tiga serangkai pencabut nyawa.


"Adam apa yang harus kita lakukan?" Brule yang ada di samping Adam nampak menunggu keputusan Adam.


"Kalian adalah monster yang tidak pernah memiliki rasa peduli, yang kalian tahu hanyalah membunuh, teman-temanku bahkan kalian menghabisinya," Adam tertunduk ketika berbicara, air matanya jatuh tanpa ia sadari.


"Hei apa itu? Lihat dia menangis hahaha dasar manusia bodoh, kau pikir dengan menangis akan mengubah keadaan?" Ucap Falcon.


"Kalian!" Adam menatap mereka bertiga dengan tatapan yang menyeramkan.

__ADS_1


"Brule sekarang sudah jelas apa yang harus di lakukan?" Adam menatap 3 Hybrid itu dengan tatapan serius.


"Baiklah aku mengerti," Brule menyiapkan kuda-kudanya membentangkan kedua lengannya, kedua cakarnya yang besar membuatnya terlihat menakutkan saat itu.


Adam meraih pisaunya yang ada di pinggang kanannya, menarik pisau itu kemudian merubahnya menjadi pedang yang besar. Lalu pedang itu mengeluarkan aura api. Adam memasang kuda-kudanya. Gelombang kejut mengarah padanya, Brule dengan cepat menangkisnya dengan cakar besarnya, sehingga menyebabkan debu beterbangan di sekitar mereka.


Tabrakan gelombang itu mengakibatkan pohon yang ada di sekitar mereka tampak hancur, gelombang yang dilancarkan Sonic sangat kuat namun berkat armor yang dipasang pada lengannya, Brule dengan mudah membelokkan gelombang itu. Kini dari atas Falcon mulai menyerang sangat cepat namun mereka mampu menghindarinya, Adam melancarkan tebasan pada Falcon yang kini berjarak 4 meter dari dirinya, namun dengan indra penglihatannya yang tajam, Falcon menghindarinya dan kembali terbang ke udara, tebasan Adam menyebabkan gelombang udara yang sangat tajam sehingga menumbangkan pohon yang ada di depannya.


Kini giliran Ryno menyerang dengan culanya yang besar, ia berlari lalu kemudian melompat ke arah Adam, Brule yang melihat itu berlari ke arah Adam mengarahkan lengan kanan nya ke belakang lalu dengan cepat mengarahkan satu serangan pada Ryno yang sedang melompat di udara, Ryno yang menyadari itu menoleh ke arah Brule dan dengan cepat memutar badannya, sehingga kini cula besarnya bertabrakan dengan cakar besar Brule, Brule terlempar beberapa langkah karena kekuatan serudukan Ryno ternyata lebih kuat.


Ryno mendarat dan terdorong beberapa langkah, Adam tidak menyia-nyiakan momen itu, ia berlari dan melancarkan serangan menggunakan pedangnya yang besar itu.


"Hiyaaaaa ... rasakan ini monster jelek! Teknik tebasan lurus, impact!!" Adam berlari ke arah Ryno, kedua tangannya memegang pedang besar itu, mengambil kuda-kuda sehingga sekarang pedang itu tegak lurus di belakang punggung Adam, ia mengayunkannya secara menyamping menghasilkan jalur setengah lingkaran yang lurus mengarah pada tubuh Ryno, Ryno yang terkejut dengan kemunculan Adam tak bisa berbuat apapun.


Tubuhnya terhempas beberapa meter, punggungnya terhenti oleh pohon besar yang ada di belakangnya, namun tebasan Adam kali ini tidak melukai kulitnya yang keras itu.


"Dasar anak bodoh!" Wajahnya terlihat marah.


Sonic dengan cepat mendekati Adam, ia lancarkan gelombang kejut yang dikeluarkan dari mulutnya, lagi-lagi Brule menangkisnya, kini Sonic berhadapan langsung dengan Brule, Brule mengarahkan cakarnya yang kuat itu pada tubuh Sonic dengan kekuatan serangannya. Brule berhasil melukai wajah Sonic. Sonic terlihat kesal, ia arahkan mulutnya pada Brule dan gelombang kejut yang ia keluarkan menghempaskan Brule menjauh dari Adam. Lalu sonic mengikuti Brule yang terhempas. Adam yang berniat menghentikan Sonic kini terhalang oleh Falcon yang datang dari udara.


"Hei mau kemana kau? Akulah lawanmu," ucapnya sambil memasang kuda-kuda.

__ADS_1


Nampaknya kini Adam mengubah pedangnya yang besar itu menjadi sebuah sarung tangan yang memiliki cakar besar. Sehingga kini ia berada di mode pertarungan jarak dekat.


"Apa? Senjatanya berubah? Wow senjata yang bagus ya?" Ucapnya lalu melancarkan serangan dengan tangan kanannya.


Adam menangkis setiap serangan yang di lancarkan Falcon, serangannya begitu cepat namun Adam mampu mengimbangi gerakannya itu, setiap serangan yang dilancarkan Falcon sangatlah berbahaya, ia selalu mengincar organ vital Adam.


"Kau itu tak ada apa-apanya dengan semua monster yang aku kalahkan dalam latihanku," ucapnya dengan masih menangkis serangan Falcon.


"Sial ternyata kau cukup tangguh ya manusia," Falcon menghentikan serangannya lalu terbang ke udara, membentangkan sayapnya, lalu iya tembakkan bulu-bulunya ke arah Adam.


"Jika serangan langsung tak berefek padamu, kita lihat apa kau bisa menghentikan ini, tekhnik Bulu, HUJAN KEMATIAN!!" Nampak dari atas langit ia lancarkan serangan dari bulu-bulu sayapnya, bulu halus itu seketika berubah menjadi pisau yang sangat tajam, itu benar-benar terlihat seperti hujan pisau yang sangat deras.


Falcon terus menghujani Adam dengan bulu-bulunya, sehingga kini menyebabkan debu beterbangan di sekitar Adam seperti menelannya hingga kini tubuhnya diselimuti oleh debu itu.


Falcon menghentikan serangannya, ia nampak percaya diri dengan serangannya itu, ia berpikir Adam tidak akan selamat dari tekhniknya itu.


"Hahaha dasar manusia lemah, rasakan itu hujan kematian yang ku berikan padamu," Falcon berbicara lantang di atas udara.


Dari bawah perlahan suara Adam terdengar.


"Sudah kubilangkan jika aku latihan dengan makhluk yang lebih kuat dari kalian?" Debu itu perlahan menghilang membuat wajah Adam perlahan terlihat kembali.

__ADS_1


"Apa?! Tidak mungkin!" Falcon terkejut melihat Adam yang bisa bertahan dari serangannya itu, kini mata Adam menatap tajam padanya, membuatnya sedikit resah.


__ADS_2