Menara Dimensi

Menara Dimensi
Penjelasan skill realita


__ADS_3

5 hari sebelum liga petarung dimulai, telah banyak orang yang mendaftarkan dirinya untuk bisa ambil bagian dalam momen langka itu, maklum ini pertama kalinya perekrutan grandmaster hunter melalui cara seperti ini.


Tak ketinggalan 10 squad atau akademi besar pun telah mengirimkan beberapa perwakilan nya, ini momen yang bagus untuk membuktikan squad siapa yang terbaik dari semua squad yang ada di Kerajaan kilat utara.


"Hei apa kau tahu? 10 squad besar telah mengirimkan perwakilan mereka untuk mengikuti liga petarung yang akan dilakukan 5 hari lagi," ucap salah seorang berbaju merah yang nampak sedang berbincang-bincang dengan dua orang temannya di sebuah taman.


"Apa? Apa kau serius? Wah ini akan menjadi pertarungan yang menarik," sahut salah seorang dari mereka nampak bahagia.


"Kalo begitu apakah mereka akan mengirimkan para top hunter mereka?" Tanya seorang dari mereka.


"Tentu saja, ini adalah kesempatan emas untuk menduduki kursi grandmaster hunter tanpa harus melewati masa pelatihan cukup lama," ucap pria yang mengenakan baju merah.


Adam dan Brule masih menjalankan rencana mereka, mereka akan tetap terus mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum kemudian mereka meninggalkan kerajaan kilat utara untuk memcari dan mengumpulkan artefak yang telah mereka rencanakan.


Adam hampir lupa dengan kitab DEWA yang pernah ia temukan didalam gua milik Brule, kini ia mulai berlatih dan mengembangkan kemampuan nya, ia memanfaatkan kitab yang ia temukan itu, ia berfikir jika kitab itu tidak datang begitu saja, mungkin salah satu dari mereka sengaja memberikannya.

__ADS_1


"Benar juga, kitab itu kan masih aku simpan, kenapa tidak aku gunakan, tapi ketika pertama kali aku buka kitab itu ... Eh tunggu dulu, mungkin aku bisa berinteraksi dengan mereka, ini seperti waktu itu ketika pertama kali aku membukanya," ucap Adam yang kini sedang berada di kamar penginapan.


Akhirnya Adam mengambil kitab yang ia bawa selama ini didalam tasnya. Adam mulai membuka kitab itu secara perlahan, namun apa yang dia alami tidak seperti pertama kali ketika membuka kitab itu. Kini tak ada cahaya yang keluar dari sana, hanya terdapat aksara yang tak pernah Adam lihat sebelumnya, namun Adam bisa membaca aksara itu, Adam tidak terlalu terkejut, berhubung kini tubuhnya memang telah dirasuki dewa, sehingga ia berpikir bahwa wajar jika ia dapat membaca aksara itu.


Ketika Adam membuka kitab itu, ia langsung dihadapkan dengan beberapa gambar seperti orang sedang melakukan gerakan tarian, gambar itu terlihat seperti panduan untuk menguasai sebuah jurus. Adam mulai serius membacanya, sampai-sampai ia dibuat bingung oleh tulisan yang ada di kitab itu.


Sampailah kini ia pada tulisan tentang kekuatan manipulasi realita yang dimiliki oleh Zet.


"Kemampuan realita, aku belum begitu mengerti tentang skill ini, tapi sepertinya ini adalah hal yang baik jika aku baca secara seksama," ucap Adam terlihat serius memandangi isi kitab itu, awalnya Adam hanya ingin membuka kitab itu karena ia berpikir jika ia membukanya maka ia dapat berinteraksi dengan Zet dan Ex seperti pertama kali ketika ia membuka nya.


Namun kini ia hanya fokus membaca apa yang ada di kitab itu. Adam terus fokus membaca dengan serius, sedikit demi sedikit ia mulai faham dengan kemampuan realita itu sendiri.


Itu artinya dengan kemampuan seperti itu Zet bisa dikatakan sebagai dewa pengatur takdir, jadi intinya ketika seseorang memiliki kemampuan memanipulasi realita, bisa dibayangkan betapa menyeramkannya kekuatan itu bukan? Seorang manusia yang dapat mengatur kenyataan sesuka hatinya.


Bukan hanya itu, jika memang benar adanya tentang kekuatan Zet yang dipinjamkan sebagian pada Adam, bisa dibayangkan betapa berbahayanya dia.

__ADS_1


Contoh paling sederhana dari penggunaan skill realita ini ketika Adam menggunakan skill realita transform, dengan hanya memusatkan seluruh pikiran nya agar benda yang ia pegang menjadi sebuah benda yang ia pikirkan, maka dalam sekejap benda itu pun berubah, dan sayangnya itu bukan lah sebuah sihir atau tipuan yang sewaktu-waktu bisa musnah atau menghilang, tapi itu adalah sebuah kenyataan yang sedang dia rubah.


Dan ini adalah kondisi dimana Adam mengubah suatu realita itu sendiri dengan tangannya. Pada hakikatnya Adam hanya memegang sebilah pisau, namun ketika ia memanipulasi nya dengan realita, maka pisau itu pun seketika berubah, namun walaupun seperti itu Adam masih harus terus berlatih, skill realita yang ia kuasai barulah tingkat dasar yang masih harus dikembangkan.


"Wah ternyata aku bisa melakukan apapun dengan skill realita itu, bukan kah aku akan setara dengan tuhan jika memiliki semua itu? Apa Zet benar-benar memberikan sedikit kemampuannya padaku?" Adam mulai tak percaya dengan semua yang telah ia alami, kehidupan yang dulu sangat menyedihkan, kini telah berganti, ia merasa jika dirinya kini lebih beruntung melebihi apapun, semua hal yang ia alami membuat nya menangis saat itu, ia teringat dengan kehidupan sebelumnya, sebuah kenyataan jika dia adalah anak yang tidak dibutuhkan oleh dunia, namun kali ini dia bukanlah seseorang yang bisa dibuang begitu saja, semua yang ia miliki saat ini adalah impian yang selalu ia idamkan, apalagi jika ia dapat menguasai seluruh kemampuan Zet, itu artinya Adam bisa mengubah realita itu sesuka hatinya.


"Skill ini? Ini akan mengubah kehidupan orang lain, dengan manipulasi realita milik Zet, aku bisa mengubah takdir seseorang," tanpa sadar Adam menangis, air matanya tiba-tiba keluar tanpa meminta izin darinya. Ia benar-benar teringat dengan kehidupan sebelumnya, seandainya ia bisa mengubah takdirnya kala itu, mungkin ia takkan pernah ingin mencoba untuk bunuh diri.


"Aku tak mengerti dengan semua yang aku alami, rasanya aku ingin tetap tinggal di dunia ini, aku merasa tak ingin kembali lagi ke dunia ku yang menyedihkan itu," Adam kini nampak terbawa oleh emosinya, ia bahan berpikir untuk tetap berada di sana, walaupun sebenarnya misi dia adalah untuk menemukan menara dimensi di dunia itu, karena itu lah alasan mengapa Zet dan Ex memberikan sebagian kekuatannya.


Setelah saat itu, ia mulai berlatih mendalami dan mencoba meningkatkan kemampuan yang ia miliki saat ini.


Markas besar Asosiasi hunter, tempat atau rumah berkumpul para Zodiak, di sana terlihat Ricchan sedang membicarakan sesuatu bersama Leon dan Taurus.


"Oh jadi Joe telah mengubah rencananya? Orang itu memang sulit ditebak jalan pikirannya," ucap Taurus yang sedang duduk di bangkunya.

__ADS_1


Seperti biasa ketika melakukan pertemuan mereka akan berada di sana, sebuah ruangan besar dengan sebuah meja panjang yang berada di tengah ruangan itu dengan beberapa kursi di beberapa tepian nya.


"Selain tentang prasasti, aku pun ingin membicarakan hal yang juga penting, ini mengenai monster di hutan kebisingan," ucap Leon yang kini wajahnya nampak serius.


__ADS_2