Menara Dimensi

Menara Dimensi
Yang terkuat


__ADS_3

Setelah mendapat serangkaian informasi mengenai liga petarung, Adam memutuskan untuk mengikuti nya, ia berharap bisa mengumpulkan banyak informasi di arena pertandingan nanti.


Untuk bertahan di sana Adam dan Brule telah mempersiapkan segalanya dengan matang, inti monster yang mereka dapat kan setelah mengalahkan banyak monster di hutan kebisingan mereka tukarkan dengan sejumlah uang yang bisa mereka gunakan di Ibukota Vena.


"Untunglah dari banyak monster yang kita bunuh, mereka memiliki inti yang bisa kita jual, aku rasa akan cukup untuk sebulan di tempat ini," ucap Adam yang kini sedang memegang kantung yang berisi beberapa inti monster.


Sebagai informasi inti yang didapatkan dari para monster berbentuk seperti batu, dan inti ini memiliki nilai yang berbeda-beda serta tidak semua monster memiliki nya, para pemburu atau hunter yang memburu monster biasanya menjual inti ini di ibukota dengan harga yang setara dengan resiko nya. Itulah mengapa pekerjaan menjadi pemburu sangat diminati di sana.


Setelah mereka menukarkan beberapa inti monster, mereka mencari penginapan di sana untuk beristirahat sembari mencari informasi tentang lokasi prasasti yang telah ditemukan oleh para Zodiak.


Di hutan kebisingan lapis terakhir tepatnya markas para Hybrid.


"Aku tak menyangka mereka bisa tertangkap, dan aku tak percaya para zodiak itu sampai turun tangan, itu artinya kerajaan kilat utara menganggap ini situasi yang sangat serius bagi mereka," Tiger nampak terlihat sedikit kesal karena kecerobohan yang dilakukan kedua rekannya itu.


"Tidak apa-apa justru ini kesempatan terbaik untuk kita, ini artinya Zodiak membagi kelompok yang mana sebagian anggotanya memilih untuk mencari prasasti, Itu artinya kekuatan mereka sekarang sedang melemah bukan? Dengan tertangkap nya Sonic dan Falcon adalah hal yang bagus, karena sekarang fokus mereka ada pada Sonic dan Falcon," ucap Crocodile yang terduduk di sebelah Tiger.


Nampak nya para Hybrid ini sedang merencakan sesuatu sehingga dengan tertangkap nya kedua rekan mereka malah dijadikan sebagai peluang.


"Blackbull kini giliran mu menggantikan tugas Sonic, pastikan para monster level 6 bergerak ke arah selatan dengan benar," ucap Crocodile menatap ke arah seseorang yang terlihat seperti banteng itu.


"Aku mengerti, sebentar lagi pertunjukan akan dimulai," ucap Blackbull wajahnya terlihat serius.


Di laboratorium tempat Sonic dan Falcon berada, di sana pun terlihat Taurus dan Leon sedang memperhatikan kedua nya. Kini dua Hybrid itu berada dalam ruangan isolasi yang tidak bisa di masuki oleh siapa pun, dan di sana hanya terlihat dua Hybrid itu terpasung di antara tiang yang berada di dalam ruang isolasi itu. Karena ruangan isolasi itu terbuat dari berlian kaca yang kuat, sehingga sulit untuk memecahkan nya selain itu kini kedua bisa terlihat dari luar ruangan itu.


"Hei sialan! Lepaskan aku sekarang juga!" Sonic yang kini kondisinya sedang terpasung hanya bisa berbicara tanpa melakukan apapun di dalam sana. Hanya disediakan alat komunikasi otomatis yang tertempel di langit-langit ruangan itu.

__ADS_1


Sementara itu Falcon hanya terlihat santai, sungguh di luar dugaan luka mereka berangsur-angsur membaik, padahal mereka telah berhadapan dengan seorang Zodiak.


"Hei kami akan membawa kalian ke ruang tahanan, karena kami telah mendapatkan sample darah kalian itu artinya kalian tinggal menunggu proses kematian kalian saja," ucap Taurus dengan tatapan yang tajam dari Balik ruangan itu dan matanya seakan bercahaya.


"Sialan kalian, hey mau kemana kalian kesini kalian akan ku cabik-cabik kulit kalian," ucap Sonic dengan wajah yang sangat marah, namun Taurus meninggal kan nya.


Kini Taurus, Leon dan profesor Darwin nampak membicarakan sesuatu. Mereka sekarang berada di sebuah ruangan milik profesor, di sana banyak sekali buku-buku penelitian dan berbagai macam alat penemuan.


"Apa kalian tahu tentang kasus badai api yang terjadi 20 tahun yang lalu?" Tanya profesor Darwin mukanya nampak serius memandang dua orang yang ada dihadapan nya. Kini ketiganya nampak terduduk.


"Maksudnya kasus yang telah diselesaikan 2 tahun yang lalu itu?" Tanya Taurus penuh tanya.


"Iya benar, kasus yang telah diselesaikan oleh Joe graham si Zodiak Aquarius," ucap profesor.


"Mengapa profesor bertanya seperti itu pada kami?" Tanya Leon serius, kini matanya nya nampak menatap dalam mata profesor.


"Apa?" Mereka berdua nampak terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh profesor, seakan tak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh profesor.


"Benar, aku tidak pernah lupa wajah nya, wajah itu, tatapan matanya dan semua gerak-geriknya, aku masih ingat," entah mengapa kini wajah profesor berubah seperti seorang yang ketakutan.


"Hei profesor apa kau baik-baik saja?" Leon nampak mengkhawatirkan profesor.


"Ternyata memang benar jika orang itu masih hidup, dan aku meminta kalian segera membunuh mereka berdua, jika tidak sesuatu yang buruk akan terjadi," wajahnya terlihat semakin ketakutan dan kini menundukkan kepala nya sembari memegangi kepala nya.


"Hei profesor kau tidak apa-apa? Mengapa kau seperti orang ketakutan?" Tanya Leon mendekati profesor.

__ADS_1


"Bukan kah semua orang itu telah dieksekusi di depan publik? Bahkan pemimpin mereka pun telah dieksekusi waktu itu," ucap Taurus dengan sedikit kebingungan.


"Benar, bukannya mereka telah dieksekusi? Profesor apa yang kau sembunyikan? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh negeri ini?" Tanya Leon sangat serius.


"Aku tidak yakin, tapi waktu itu beberapa dari mereka nampak melarikan diri, namun aku tak menyadari nya karena ketika di panggung eksekusi semua orang itu terlihat lengkap," ucap profesor.


"Tunggu dulu, apa artinya ada yang menggantikan mereka di panggung eksekusi?" Tanya Leon sangat serius.


"Aku tidak yakin, tapi bisa jadi seperti itu," Profesor masih nampak ketakutan.


"Itu mustahil dilakukan, kau pasti salah orang profesor, mereka bukan lah seseorang yang kau kenal selama ini," ucap Leon.


"Tidak! Aku yakin itu mereka, dan sekarang aku yakin mereka pasti akan mengulangi kejadian 20 tahun yang lalu," ucap profesor kini dengan nada keras.


"Kalian harus segera membunuh mereka dan menghentikan mereka, aku yakin mereka tidak hanya berdua," profesor terlihat serius dan wajahnya masih tampak ketakutan.


"Hahaha lalu kenapa? Jika mereka menyerang atau apalah itu, tinggal kita hajar saja iya kan? Lagi pula siapa mereka berani menantang kerajaan kilat utara yang memiliki kekuatan militer yang kuat ini? Mereka hanya sampah tak berguna," ucap Taurus dengan santai dan tertawa mendengar penjelasan profesor.


"Kau? Hei aku serius mereka itu berbahaya," ucap profesor.


"Tenang saja profesor, kami adalah 12 bintang keadilan yang akan menjaga negeri ini dari serangan apapun, kau tak usah takut dan khawatir, seratus ribu makhluk seperti mereka pun akan aku habisi dengan tangan ku ini, karena aku adalah Ethan sang Taurus terkuat yang pernah ada," Taurus berdiri dan melemparkan senyum pada profesor, dan profesor kini melihat ke arah Taurus.


"Dengan itu profesor, ketika orang itu telah berbicara seperti itu, maka kau tak usah khawatir," Leon melempar senyumnya pada profesor.


"Kalian ... "

__ADS_1


Mereka berdua meninggal kan tempat itu dan menunggu tim kepolisian menjemput kedua makhluk yang mereka tangkap itu.


__ADS_2