
Kini mereka telah berada di dalam arena. Dua squad itu saling bertatap wajah satu sama lain. Sedang petarung yang lain nampak tidak percaya diri dengan adanya dua squad itu.
"Aku tak yakin biaa lolos dari arena ini, mereka akan sangat sulit dikalahkan, apalagi Han dan Elvin yang kita tahu sebagai orang terkuat diperingkat master," ucap salah seorang yang ada di arena itu.
Aura yang terpancar di arena itu kini terlihat berbeda. Seperti dua monster hebat saling berhadapan.
"Wah lihat itu, semua petarung nampak memberikan tempat untuk mereka berdua, seperti akan perang saja ya," ucap penonton yang menyaksikan mereka.
"Kita berjumpa lagi ya Elvin, bagaimana keadaanmu setelah mendapat serangan dari ku," Tanya Han dengan tatapan tajam.
Seperti biasa, Elvin terlihat santai dan tak terlalu menanggapi perkataan Han.
"Aku akan mengalahkanmu," ucap Elvin begitu singkat.
Akhirnya keduanya pun resmi saling menantang satu sama lain. Kini Srigala mulai memasuki arena.
"Kalian semua mundurlah, aku akan mengalahkan semua Srigala ini dengan tangan ku sendiri, jika kalian semua mengganggu, aku tak tau apa yang akan terjadi pada kalian," ucap Han pada semua petarung yang ada di sana.
Ucapan Han direspon serius oleh para petarung itu. Mereka nampak menghindar dari gerbang tempat keluarnya Srigala itu.
"Orang itu menyeramkan sekali, aku tak berani menyangkal semu perkataannya," ucap salah seorang di sana.
"Ternyata kau cukup sombong juga ya," ucap Elvin.
Kini mereka berdua saling bersebelahan menyambut Srigala yang akan datang dari arah gerbang keluar.
"Waw mengejutkan, apa ini apa yang mereka lakukan? Sekarang hanya ada Elvin dan Han yang ada di sana," ucap pembawa acara itu.
Tentu saja penonton pun merasa heran dibuatnya. Namun beberapa saat mereka baru mengerti jika Han dan Elvin akan bersaing mengalahkan Srigala itu.
"Pastikan kalian berlindung dengan baik, orang itu sudah gila," ucap Pedro pada semua orang yang ada di arena.
"Ya benar sekali, jangan sampai mengganggu pertarungan mereka, jika tidak kalian semua akan celaka," ucap veronika.
Akhirnya satu persatu Srigala itu memasuki arena dan mulai menyerang Han dan Elvin.
Elvin membuka lebar kedua kalinya, ia sudah siap menghempaskan Srigala itu dengan tapak budhanya itu. Sementara Han pun telah bersiap dengan kuda-kudanya.
Baamm!
Satu serangan Elvin menghempaskan Srigala ke tengah arena dan membuat Srigala itu pingsan. Kemudian Srigala kedua pun muncul. Kini giliran Han yang melakukan pukulan. Teknik pukulan kingkong yang ia miliki cukup kuat.
Baamm!
__ADS_1
Satu Srigala terkapar ketengah arena. Sementara 2 teman lainnya mengambil cincin yang ada pada Srigala itu.
"Hahaha lumayan juga kau, tapi aku takkan kalah denganmu, aku adalah pemuncak klasemen untuk saat ini, pastikan tak ada Srigala yang terlewat dari pukulanmu," ucap Han terlihat sangat angkuh.
"Sombong sekali kau ini," ucap Elvin.
Gelombang Srigala lain mulai datang, kini mereka nampak saling berebut untuk memukul Srigala itu. Apa yang mereka lakukan membuat penonton seketika terkejut. Pasalnya baru kali ini mereka melihat dua orang yang saling berkompetisi diatas arena.
"Waw apa ini? Ini jadi semakin seru, dua orang pemuncak klasemen pemburu saling berebut mengalahkan Srigala yang ada dihadapannya," ucap seorang pembawa acara itu.
Penonton semakin dibuatnya terkesan, bukan hanya karena penampilan mereka, tapi nama squad yang mereka sandang pun menjadi fokus tersendiri bagi semua orang.
"Hei minggir kau dari hadapanku!" Gertak Han pada Elvin.
Mereka kini saling menatap dan saling mendekat. Sementara tangan mereka terus menghajar Srigala yang terus saja datang dari pintu gerbang itu.
Kini keduanya saling berhadapan, mereka saling menatap. Sementara Srigala tak terlihat lagi keluar dari sana.
"Yang memiliki mental kecil, lebih baik jangan melihat dua orang ini, karena kalian hanya akan menggangu mereka bertarung," ucap Pedro.
Semua orang di sana nampak lemas melihat Han dan Elvin. Apa-apaan itu, hanya dengan tatapan mereka berhasil membuat orang-orang ketakutan.
Squad Dragon dan Saint legend yang sebelumnya selesai bertanding, melihat mereka berdua.
"Jika aku yang berada di sana, aku pun tak tahu bisa menghadapi mereka atau tidak, yang jelas dua orang itu memiliki aura yang berbeda, mereka seperti monster yang haus darah," ucap Honey.
Stive yang menyaksikan itu nampak ingin merayakannya di sana.
"Kenapa tidak satu tim dengan kita saja, andai aku bisa bertarung dengan salah satu dari mereka, mungkin aku akan bahagia tadi," ucap Stive.
Dan di sisi lain tempat squad Dragon berada, mereka nampak memperhatikan kedua orang yang ada di arena itu.
"Aura ini sangat mengintimidasi siapa saja yang merasakannya, tidak heran mereka berada di puncak, hal ini sangat wajar ketika mengetahui kemampuan mereka sebenarnya," ucap Jack.
"Benar sekali, aku pikir mereka takkan mengeluarkan aura sekuat ini, aku yakin sekali kemampuan mereka jauh diatas kita," ucap Natan yang ada di samping Jack.
Dua orang itu saling bertemu sedang yang lainnya nampak tak ada yang mengganggu mereka.
"Apa kau akan mengeluarkan semua kemampuanmu?" Ucap Han pada Elvin.
Namun tanpa banyak basa basi, Elvin melancarkan serangan pukulan nya pada Han. Cukup keras dan membuat Han mengeluarkan darah.
"Banyak bicara," ucap Elvin dengan wajah yang datar.
__ADS_1
"Aaaaa, hahaha dasar sialan, rasakan ini," Han membalas pukulan Elvin, ia arahkan pada perut Elvin. Namun Elvin menghindari serangan itu.
"Lagi-lagi meleset ya?" Ucap Elvin.
Perkataan itu membuat Han terprovokasi dan membuatnya menyerang Elvin sangat brutal dengan tinjunya.
"Apa ini, sangat brutal dan kuat, Han mengeluarkan pukulan bertubi-tubi ke arah Elvin dan membuat lantai arena terlihat hancur," ucap pembawa acara itu.
Penonton makin bersorak melihat pertarungan hebat yang disajikan diatas Ring.
"Apa kita akan menonton saja kah? Tidak ingin mengikuti langkah mereka?" Ucap Pedro.
Pedro mulai memprovokasi semua orang yang ada di arena. Pedro mulai menyerang mereka dengan teknik bola api yang ia miliki.
Kim membuat perisai transparan yang melindungi dia dan veronika dari serangan api yang dilancarkan oleh Pedro. Sementara Alicia nampak menjauh, ia seperti mengeluarkan gelembung dari tangannya.
"Alicia arahkan gelembung energi itu kedepan," ucap Pedro.
"Baik Pedro," ucap Alicia.
Ternyata gelembung itu bisa meledak pada objek yang bersentuhan dengan nya. Membuat seisi arena penuh dengan ledakkan. Semua orang yang terkena ledakkan itu seketi terkapar.
"Hei ini sudah berlebihan," ucap veronika.
"Gunakan kekuatan mu veronika," ucap Kim.
"Baiklah, akan kugunakan," Ucap Veronika.
Veronika mampu mengendalikan tubuh seseorang dari jarak 5 meter. Ia mengendalikan tubuh Alicia dan mementalkannya.
"Apa ini, tubuhku bergerak sendiri, aaaa," ucap Alicia.
"Pengguna kemampuan telekinesis ya, merepotkan, rasakan ini," Pedro mengarahkan bola api pada mereka.
Namun perisai yang dibuat Kim terlalu kuat sehingga tak tertembus oleh api milik Pedro.
"Sial, pelindung itu merepotkan," ucap Pedro.
Penonton semakin bersorak menyemangati mereka, pertandingan kali ini cukup menghibur untuk mereka.
"Wah mereka mulai mengikuti langkah kita ya," ucap Han pada Elvin.
"Ya," ucap Elvin yang kini bersiap melancarkan serangan pada Han.
__ADS_1