
"Tempat apa ini?" Suaranya terdengar menggema, dia seperti berada di ruang hampa yang gelap. Hanya cahaya yang keluar dari tubuhnya yang menyinari dirinya. Dari balik kegelapan tiba-tiba muncul Dua orang pria bertubuh besar. Dua pria itu nampak samar di mata Adam, satu pria menggunakan anting di telinga kanannya, dan satu pria lainnya menggunakan gelang di kedua lengannya. Kemudian salah satu dari mereka berkata pada Adam.
"Hai anak muda, akhirnya kami bisa berinteraksi dengan dirimu," seorang pria yang memakai anting berbicara dengan nada yang tinggi.
"Dengar ini anak muda, selama kami ada di dalam tubuhmu, maka kamu akan mewarisi semua kemampuan kami, dan temukanlah menara itu, kembalilah ke duniamu, ini bukan saatnya kau bermain-main di dunia ini, kembalilah anak muda, temukan menara itu, temukanlah menara itu, temukanlah menara itu," suara itu semakin menghilang bersamaan dengan tubuh mereka.
"Menara? Kembali? Apa maksudmu? Hei tunggu siapa kalian?" Adam semakin bingung dan bertanya-tanya, lalu tubuh dan suara mereka menghilang ditelan kegelapan itu.
"Tunggu!" Masih di dalam gua bersama Brule. Adam terbangun dari tidurnya, ia terkejut dengan kejadian yang baru saja ia rasakan, ternyata itu hanyalah sebuah mimpi.
"Ternyata itu hanya sebuah mimpi," namun kata-kata dari dua orang pria yang ada dalam mimpinya masih terngiang-ngiang di kepalanya.
"Mimpi itu seperti nyata," Adam yang baru saja bangun lalu memegang keningnya dan melirik kesana kemari di dalam gua itu, ia tampak mencari Brule sekarang. Mimpi apa itu barusan ucapnya, dan terus bertanya pada hatinya.
Ketika ia akan beranjak dari posisinya saat ini, tiba-tiba tangannya tak sengaja menekan sebuah kotak yang nampak aneh.
" Apa ini?" Merapatkan kedua alis mata nya.
"Buku? Oh bukan, ini seperti kitab, apakah ini milik Brule? Tapi tadi malam aku tak melihat ia memegang apapun," ucapnya sembari tak mengalihkan fokus dari kitab yang sekarang ia pegang.
"Dan aku pun tak melihat apapun di sini. Dan Brule?" Ia nampak mencari Brule.
"Nah itu dia, dia masih tertidur di tempat tidurnya," Brule masih tidur dengan posisi ternyamannya.
__ADS_1
Adam terlihat penasaran dengan kitab yang sedang ia pegang, semakin ia melihat kitab itu semakin besar rasa penasarannya untuk membuka kitab tersebut. Kitab itu seperti memanggil namanya. Perlahan namun pasti Adam mulai membuka kitab tersebut, garis cahaya keluar ketika Adam mulai membuka kitab tersebut. Cahaya memenuhi wajahnya ketika kitab itu ia buka, kini Adam sedikit merapatkan kelopak matanya. Karena matanya tak kuasa melihat cahaya yang menyeruak memenuhi seluruh wajahnya itu.
Adam melihat sesuatu dari Kitab itu, sebuah huruf yang tidak ia ketahui sebelumnya, namun ia dapat membaca tulisan itu.
"D-E-W-A, Dewa? Tulisan apa ini? Aku seperti belum pernah melihat huruf ini, tapi aku bisa membacanya,"ucapnya sekarang sambil mengangkat tangan kanannya lalu ia arahkan ke matanya berusaha menghalangi cahaya memasuki matanya. Karena cukup menyilaukan pandangannya, maka Adam terpaksa menghalangi semua cahaya itu masuk pada kornea matanya.
Tiba-tiba pusaran cahaya muncul dari kitab itu, lalu perlahan membentuk sudut lancip, cahaya itu tampak meliuk-liuk di hadapan matanya. Lalu kemudian memaksa masuk melalui matanya. Cahaya itu masuk secara perlahan, dan terus masuk melalui matanya sehingga kini matanya di penuhi cahaya. Selama kejadian itu mata Adam sedikit demi sedikit dapat melihat sehingga kini pandangannya benar-benar terbuka. Ia bisa melihat di dalam cahaya itu, cahaya itu memaksa jiwa Adam memasuki alam bawah sadarnya sendiri. Dalam pikiran Adam nampak dua orang yang tadi masuk kedalam mimpinya ada di depannya.
"Kalian? Siapa sebenarnya kalian?" Memasang kuda-kuda.
"Akhirnya kau bisa membaca tulisan itu ya, aku adalah Dewa, namaku adalah zet, Dewa penguasa realita," ucap pria itu sambil tersenyum lembut.
" Hah? Dewa?"
"Hei nak tak usah banyak bicara, cepat selesaikan tugasmu, jangan berlama-lama di tempat ini. Aku ingin segera kembali ke tempat asalku," menyilangkan kedua tangannya di atas perut.
"Hahaha ... Dia adalah Ex, Dewa penguasa ruang dan waktu. Dengar ini, temukan menara itu dan bukalah portal ruang dan waktu," ucap Zet santai.
"Aku tidak mengerti? Apa maksud kalian aku harus mencari artefak itu?" Masih dengan kuda-kuda nya.
"Hah? Artefak apa? Dasar bodoh, kami telah mempertaruhkan jiwa kami hanya karena dirimu tahu, tidak usah melenceng, dengarkan saja penjelasan kami," ujar Ex terlihat kesal.
"Kalian bicara apa? Aku tidak mengerti," mulai menurunkan kuda-kudanya.
__ADS_1
"Ya ampun jelaskan saja Zet, aku benar-benar pusing menghadapi manusia,"
Zet mulai menjelaskan apa yang terjadi, dari mulai kenapa Adam bisa berada di sana dan kenapa dia harus segera menemukan portal dimensi.
"Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah terjadi, Brule bilang padaku jika aku adalah penguasa monster, dan akulah yang bisa mengakhiri peperangan, lalu tiba-tiba kalian datang dan berbicara seperti itu padaku, lalu siapa yang harus aku percaya?" ucapnya membentak.
Ex terlihat kesal dengan respon yang Adam berikan, ia nampak mengangkat tangan kanannya ke arah Adam lalu mengarahkan telapak tangan nya itu ke hadapan Adam. Namun Zet menghentikan Ex, Zet mendekat ke arah Adam.
"Hahaha kau harus sedikit di cuci ya," Zet memandang tajam mata Adam, dan mulai memberikan sebuah perkataan untuk mencuci pikirannya, karena zet adalah seorang penguasa realita, tak ada yang tak bisa ia lakukan. Dia memberikan gambaran tentang pertarungannya dengan Ex, pertarungan yang sangat mengerikan yang membuat Adam ketakutan.
Matanya penuh cahaya dan nampak aura emas keluar dari tubuhnya. Setelah itu Zet pinjamkan sebagian kekuatan realitanya pada Adam, begitu pula denganEx, sehingga kini mereka bertiga seperti sedang bertransfer kemampuan, Adam mulai berteriak, karena hal itu membuat otaknya seakan-akan hancur. Rasa sakitnya luar biasa.
Masih di dalam pikiran Adam, proses itu membutuhkan waktu yang lama sampai Adam bisa beradaptasi dengan segala yang ia terima. Beberapa saat kemudian semuanya berakhir, proses penggabungan pikiran dan transfer kemampuan telah selesai.
"Sekarang karena kau telah memiliki sebagian kemampuan kami, maka tak ada alasan untukmu lepas dari takdir yang telah di berikan padamu, temukan menara itu dan kembalilah," mereka perlahan memudar dari pikiran Adam.
"Gunakanlah kitab itu dengan baik, dalam beberapa saat kamu pasti akan menguasai sebagian kemampuan kami," cahaya yang memenuhi wajah Adam perlahan meredup.
Adam nampak kelelahan, tubuhnya bergetar, ia tak percaya dengan yang baru saja ia alami. Ia nampak ketakutan, pertarungan Zet dan Ex yang mengerikan membuatnya tidak berhenti membuat tubuhnya bergetar. Namun ia sekarang tahu bahwa ada dua jiwa Dewa yang menempati raganya, seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Adam hanya bisa terdiam dan napasnya semakin kencang.
Ia mulai merasakan sesuatu yang aneh, tubuhnyanya terasa semakin ringan, pikirannya semakin dingin, beberapa kali ia harus mengatur napasnya itu.
Ia memandangi gelang yang ada di kedua tangannya memanjang hingga kini menutupi setengah tangannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Menakutkan sekali."
Dan saat itulah ia menerima kekuatan Zet dan Ex. Petualangan Adam mencari Menara Dimensi pun dimulai. Apakah kekuatan yang diberikan oleh Zet dan Ex? Sekuat apa jika manusia memiliki kekuatan layaknya Dewa? Ikuti saja kisah Adam selanjutnya.