
Han terhempas beberapa meter dari posisi Elvin. Serangan tapak budha yang ia arahkan pada Han cukup kuat untuk mendorong nya. Semua orang di sana masih nampak terkejut dengan yang mereka saksikan.
Namun Han berdiri kembali, ia melemparkan senyum ke arah Elvin yang berhasil menghempaskan dirinya.
"Ternyata kau memang pantas berada di puncak, aku kira kau hanyalah seorang yang mengandalkan status keluarga mu saja," ucap Han yang kini berdiri tegak dan nampak membersihkan pakaian nya yang nampak kotor karena baru saja mengenai permukaan tanah.
Seperti kita tahu jika squad Celestial bukan lah squad sembarangan, mereka adalah squad paling mewah di sana. Begitu pula dengan Elvin, ia adalah keturunan bangsawan di sana, pantas saja Han menyebutnya begitu.
"Apa masih mau melanjutkan pertarungan ini?" Tanya Elvin serius pada Han.
"Hahaha hei apa itu? Jadi kau pikir aku akan menghentikan pertarungan ini hanya karena dihempas oleh satu seranganmu saja? Kau becanda?" Ucap Han yang kini malah terlihat serius dan membalas tatapan Elvin sebelum nya dengan tatapan menyeramkan yang juga ia lancarkan pada Elvin.
Han melesat dari tempat nya berdiri, dalam sekejap ia berada dihadapan Elvin dan telah bersiap mendaratkan pukulan keras dengan tangan kanan nya beserta senyuman menyeramkan nya.
Han menatap lalu dengan cepat dan kuat pukulan nya mengenai Elvin.
BAAMM.
Pukulan itu mengenai tepat dibagian pipi Elvin. Elvin terkejut dengan serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh Han. Sekarang Elvin terhempas dan berguling-guling beberapa meter dari tempat nya.
Tentu saja hal itu membuat Veronika dan Kim terkejut tidak percaya. Elvin bukan lah orang yang mudah disentuh begitu saja, mereka mulai mengerti kenapa Elvin sebelumnya menggunakan serangan tapak budha nya pada Han. Ternyata Han memanglah bukan orang sembarangan.
"Apa? Orang itu mengenai Elvin dan bahkan menghempaskan nya? Orang itu lumayan kuat,“ ucap Veronika yang kini terlihat terkejut.
"Aku juga berpikir demikian, aku kira orang itu bisa dikalahkan dengan mudah oleh Elvin, ternyata dia cukup kuat," ucap Kim yang juga terkejut karena melihat Elvin terkena serangan telak di pipinya.
Sedangkan Pedro dan Alicia nampak tersenyum melihat Han mampu menyerang Elvin. Itu membuat nya mereka sedikit lega, karena mereka berpikir jarak kekuatan Elvin dan Han berada di level yang sama.
Elvin yang terhempas kini mulai bangkit dan perlahan menunjukkan wajah yang serius. Matanya mulai menatap tajam bola mata Han yang juga kini menatap kearah nya. Untuk beberapa saat mereka saling menatap.
Kedua nya melesat dari tempat mereka berdiri, lagi-lagi pertarungan mereka seperti master beladiri profesional dalam adegan film laga. Seperti biasa Han lebih mendominasi serangan ketimbang Elvin yang mengandalkan pertahanan nya.
Han memang lah orang yang mengandalkan serangan kuat dan jarang menangkis setiap serangan yang masuk ke arah nya. Sedangkan Elvin adalah seorang yang bertipe pertahanan dan memanfaatkan celah kosong untuk kemudian melancarkan satu serangan terkuat nya.
__ADS_1
"Hei lihat mereka, bukankah ini sudah keterlaluan? Harusnya mereka menghentikan pertarungan itu," ucap Pedro yang nampak khawatir pada mereka berdua.
"Ini sudah keterlaluan, Han hentikan sudah cukup," Alicia pun memiliki pemikiran yang sama dengan Pedro.
Di sisi lain Veronika dan Kim juga nampak nya mulai khawatir dengan pertarungan mereka. Area itu sudah tak bisa disebut lagi arena duel, kini mereka mengganggap arena itu adalah sebuah arena untuk saling membunuh.
"Kim apa kau tak bisa menghentikan mereka? Gunakan kekuatan mu," ucap Veronika pada kim.
"Tidak bisa, jika Elvin telah seserius itu, perisai ku tak cukup kuat menghentikan nya," ucap Kim yang kini tak bisa berbuat apa-apa.
"Kau cukup tanggung juga ya, tapi aku takkan kalah, hiyaaaa!!" Ucap Han di dalam pertarungan nya.
"Kau pikir aku ini siapa?" Balas Elvin pada Han.
Sementara di tepi lapangan tempat Brule berada, ia pun merasakan hawa yang berbeda. Arena itu benar-benar nampak menyeramkan baginya, seseorang harus menghentikannya.
"Hei hei hei, apa-apaan mereka, mereka harus menghentikan pertarungan itu, seseorang harus menghentikannya," ucap Brule kini nampak serius melihat kedua orang yang ada di lapangan itu.
Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Brule dari arah belakang.
Brule terkejut dengan suara orang yang tiba-tiba ada di belakangnya itu. Tanpa Brule sangka ternyata itu adalah Leon.
"Apa yang kau lakukan di sini tuan?" Tanya Leon sekali lagi.
"Aku ... Aku tak sengaja lewat ke sini dan melihat dua orang sedang bertarung di sana," ucap Brule terbata-bata karena dihadapan nya adalah salah satu pentolan Zodiak, yang mana Brule tak boleh berurusan dengan pria itu.
"Sebaiknya kau pulang tuan karena di sini tidak aman, mereka telah kelewatan, aku akan menghentikan nya," ucap Leon pada Brule.
Han dan Elvin kini mulai menjaga jarak diantara mereka. Sepertinya mereka hendak mengeluarkan serangan terkuat yang mereka miliki.
"Takkan ada yang bisa mengalahkan tinju dewa kingkong ku ini," ucap Han dengan percaya diri, ia terlihat memasang kuda-kuda mengangkat satu kaki kirinya sedangkan telapak tangan kirinya ia arahkan ke depan dan tangan kanannya mengepal di belakang kepalanya.
"Apa kau yakin?" Elvin membalas ucapan Han yang juga kini memasang kuda-kuda nya mengarahkan telapak tangan kirinya kedepan dan telapak tangan kanan nya ia biarkan terbuka diletakkan di pinggangnya, lalu kedua kaki nya ia buka lebar menandakan ia akan berada di posisi bertahan lalu kemudian menyerang.
__ADS_1
"Lihat itu kuda-kuda itu, hei apa tak ada yang bisa menghentikan mereka?" Ucap Pedro.
"Kenapa diam saja? Ayo kita sama-sama hentikan kedua orang itu," ucap Veronika dengan lantang.
Mereka semua berlari mendekati Han dan Elvin bermaksud menghentikan keduanya.
"Hentikan!!" Semua orang berteriak dan berlari ke arah mereka.
"Tinju dewa Kingkong!!" Ucap Han dengan keras lalu melancarkan tinjunya.
"Tapak Budha suci!!" Ucap Elvin.
HIIYYAAAHH!!
Belum sempat mereka beradu pukulan, tiba-tiba muncul seseorang yang kini berada di atas kepala kedua nya. Orang itu nampak melayang di udara lalu kemudian mencengkram kedua kepala mereka dan menghempaskan kedua orang itu dengan memutar kan tubuhnya 360 derajat.
Dua orang itu terhempas beberapa meter sebelum sempat beradu pukulan nya. Orang itu mendarat dengan sempurna dipermukaan tanah setelah menghempaskan kedua orang itu.
"Apa? Itu kan?" Ucap Pedro.
"Hah? Itu adalah," ucap Alicia yang terkejut.
"Kenapa ada dia? Sejak kapan?" Ucap Veronika yang juga terkejut.
"Orang itu?" Ucap Kim.
Dia adalah Leon yang dengan gagahnya kini berada di hadapan mereka.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Pertandingan nya belum dimulai, jangan melukai diri kalian, apa kalian pikir kalian itu hebat?" Ucap Leon dengan sangat tegas.
"Sejak kapan? Dia ada di sana? Dia adalah salah satu Zodiak terkuat, dia adalah Leon," ucap Elvin.
"Hah? Sejak kapan ada Zodiak di sini?" Ucap Han sangat terkejut.
__ADS_1
Brule yang menyaksikan Leon menghentikan pertarungan kedua orang itu kini nampak terkejut. Ia tak percaya jika Leon semudah itu menghentikan mereka.
"Apakah ini kekuatan Zodiak yang di rumor kan itu? Walaupun aku belum pernah berhadapan langsung dengan mereka, tapi orang itu terlihat kuat, pantas saja dia bisa menagkap kedua Hybrid dan membawanya kemari," ucap Brule yang kini nampak buru-buru meninggalkan tempat itu.