Menara Dimensi

Menara Dimensi
Mengejutkan


__ADS_3

Beberapa orang yang telah mendapatkan cincin itu akhirnya menjadi pusat perhatian peserta lainnya. Kini para peserta lain yang tadi terlihat tidak mempedulikan Srigala, mulai bergerak.


"Aku mengerti kenapa mereka hanya diam, mereka akan mengambil keuntungan dari hal ini, setelah beberapa orang yang mengalahkan Srigala itu dan mendapat cincin, bukankah mereka akan kelelahan, dan hal ini yang mereka manfaatkan untuk menyerang seseorang yang kelelahan, kenapa aku tak berpikir seperti itu ya?" Ucap Adam yang melihat beberapa orang mulai mendekatinya.


Beberapa orang yang mendekati Adam sepertinya bukan orang biasa, sepertinya mereka satu squad. Penampilan mereka cukup terlihat kuat.


"Hei nak, jika kau menyerahkan cincin itu, maka kau akan selamat dari kami, kami takkan kasar padamu," ucap orang itu pada Adam.


Mendengar ucapan itu Adam hanya tertawa, ia merasa sedikit aneh dengan perkataan orang itu. Bukankah mereka sedang bertanding? Bukankah seharusnya mereka saling bertarung? Itulah yang dipikirkan Adam.


"Kalo kalian mau ini, hadapi aku dulu hahaha," ucap Adam menertawakan mereka.


"Ada apa ini? Aku merasa bahagia sekarang, aku merasa jika kehidupanku begitu menyenangkan, apakah ini yang namanya hidup? Hei ibu pengasuh, aku seperti nya telah salah menilai kehidupanku, aku bersyukur masih diberikan hidup sampai detik ini," Adam yang bahagia meneteskan air matanya dan teringat pada ibu angkatnya di panti asuhan tempat dunia nya berasal.


"Lihat itu si anak pejuang itu kini nampak di kerubungi oleh squad kalajengking merah, mereka adalah squad peringkat 20 di Kerajaan ini," ucap si pembawa acara.


Adam seperti sedang mempermainkan mereka sekarang, Adam sangat lincah dan seperti membaca setiap gerakan yang mereka lakukan.


"Tanpa disangka, ternyata anak itu hanya mempermainkan mereka, sepertinya kita punya idola baru di sini," ucap pembawa acara.


"Hahaha ini menyenangkan, hei cepat ambil ini cincinnya," ucap Ada mempermainkan mereka.


"Anak ini, sialan kau, kau hanyalah anak lemah yang tak sebanding dengan kami," ucap orang itu.


Kini mereka nampak mengelilingi Adam, total mereka kini ada 10 orang yang mengelilingi Adam di sana.


"Wah main kepung nih curang sekali," ucap Adam.


Ia nampak menikmati semua pertempuran itu, ia tidak merasa takut sedikitpun walau kini yang dihadapinya adalah orang-orang yang ada di rank master.


Setiap kali orang itu mengarahkan tinjunya pada Adam, Adam hanya menghindari nya dengan lompatan.


"Sial siapa anak ini? Kenapa dia bisa membaca gerakan kita," ucap salah satu dari mereka.


"Hei sekarang kita kepung sekaligus anak ini, jangan biarkan dia lolos, kita pasti bisa kalahkan anak ini," ucap seseorang dari mereka.

__ADS_1


Adam meningkatkan penglihatannya dan kecepatan dengan skill realita tak lupa ia pun meningkatkan kekuatan fisiknya sebesar 20%.


"Aku bosan dengan kalian, rasakan ini," Adam mulai menyerang mereka dengan tinjunya.


Satu persatu mereka keluar dari arena itu karena tinju kuat yang dilancarkan Adam.


"Maaf saja kalian membosankan, tapi tenang saja kalian mungkin hanya pingsan," ucap Adam sembari melihat kepalan tangannya.


Adam belum selesai dengan permainannya, kini ia malah terlihat begitu asyik diatas arena itu. Ia mendekati orang yang sedang berebut cincin di sudut yang lain.


"Aku harus menurunkan skillku agar terasa lebih menyenangkan," ucap Adam sembari berlari ke tengah kerumunan itu.


Ternyata statusnya yang ia naikkan 20% terlalu kuat untuk para hunter rank master. Sehingga ia kini hanya memakai 5% kenaikan skill realitanya.


Tiga orang nampak menghampiri Adam, Adam hanya terlihat santai menyambut mereka. Mereka bertiga belum menyadari kekuatan Adam sebelumnya.


Di antara mereka seseorang mengeluarkan api dari tangannya. Ternyata ia pemburu tipe magic, perlu diingat jika pemburu di rank master telah memiliki kemampuan khusus untuk membantunya dalam memburu monster.


Penguasaan elemen api adalah kemampuan yang paling banyak di gunakan di sana, itu karena kemampuan ini cukup kuat untuk mengalahkan monster.


Selain pengguna api, terlihat di hadapan Adam dua orang pengguna senjata pedang mendekatinya.


"Reality Transform," dengan mengucapkan jurusnya itu, seketika pisau yang ia sentuh menjadi pedang.


Sring! Suara pedang yang beradu membuat keduanya kini dalam posisi yang saling bertahan.


"Apa? Sejak kapan kau punya pedang di sakumu?" Ucap pria itu.


"Hahaha aku ini jagoan loh, jangan sampai kalah ya," ucap Adam mengabaikan pertanyaan dari pria itu.


Tiba-tiba serangan api yang datang dari arah depan memisahkan mereka berdua. Itu bukanlah api yang dikeluarkan oleh temannya, melainkan peserta lain.


"Jika ingin bersenang-senang setidaknya ajak aku hahaha," Seseorang nampak bergabung dan saling bertarung.


Seseorang itu seperti nya cukup terkenal dengan kekuatan apinya. Itu terbukti karena tiga orang sebelumnya yang menyerang Adam nampak mundur.

__ADS_1


"Rasakan ini, tembakan api," Sebuah tembakan yang terbuat dari api mengarah pada Adam.


Adam hanya mengarahkan tangan nya dan menerima tembakan api itu dengan telapak tangannya.


"Realita transform,"


"Aw panas juga," ucap Adam.


Tentu saja hal itu mengejutkan semua orang yang melihat kejadian itu.


"Apalagi ini? Anak itu memakan api? Setelah pedang yang ia keluarkan entah darimana, sekarang ia bisa menyerap api, lihat siapakah sebenarnya orang itu? Apakah dia berpura-pura dan menyembunyikan kekurangannya?" Ucap pembawa acara itu.


"Apa? Tidak mungkin, bagaimana bisa kau melenyapkan api ku seperti itu?" Tanya orang itu.


Adam menjelaskan tentang penguasaan skill realita yang ia miliki.


"Ini adalah skill transformasi, aku dapat menyentuh objek apapun yang ku sentuh menjadi seperti yang aku pikirkan," ucapnya Adam.


"Apa? Apa-apaan itu? Memangnya skill seperti itu ada di dunia ini ya?" Ucap pria itu cukup kesal karena penjelasan yang tidak masuk akal dari Adam.


Pria itu tanpa basa-basi menyerang Adam secara langsung. Tiga orang sebelumnya yang menyerang Adam nampak mundur.


Kini ia bertarung satu lawan satu dengan Adam. Pria itu melancarkan tinju apinya terus menerus. Adam hanya menangkis nya dengan siku dan pergelangan tangannya. Sesekali ia merubah api milik pria itu menjadi oksigen.


Ternyata Adam merubah struktur api itu menjadi oksigen. Sehingga api itu seakan diserap oleh nya, padahal kenyataan nya itu hanya lah perubahan struktur yang dilakukan Adam.


Pria itu terus menerus melakukan serangan pada Adam. Namun sekali lagi tak ada yang mengenai Adam.


"Sial, siapa kau sebenarnya? Paa masih ada sesuatu yang kau sembunyikan?" Pria itu nampak mengatur napasnya yang mulai kelelahan.


"Hahaha aku hanya seorang yang kebetulan lewat di dunia ini," ucap Adam.


Ucapannya tak sedikit pun menjelaskan apa-apa pada pria itu. Adam yang merasa harus segera mengakhi semua itu akhirnya melancarkan serangan pada pria itu. Dan pria itu terpental oleh tinjunya Adam.


Setelah beberapa saat melaksanakan pertandingan diatas ring. Akhirnya pertandingan itu pun selesai. Adam cukup puas hari itu karena ia dapat merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia dapat sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, pertandingan babak pertama tim A telah selesai, kita telah mendapatkan 20 orang pemenang untuk babak selanjutnya, dan MVP untuk pertandingan ini adalah Adam seorang hunter level pejuang yang berhasil menyingkirkan banyak musuh," ucap si pembawa acara itu.


Penonton memberikan dukungan untuk Adam. Walaupun awalnya ia tidak diunggulkan sama sekali. Namun di sana ia membuktikan jika ia mampu menjadi yang terbaik.


__ADS_2