Menara Dimensi

Menara Dimensi
Han Vs monster kera


__ADS_3

Sementara itu di tempat squad Orion. Monster kera nampak terlihat di sana dan telah mengalahkan para penjaga. Ternyata ia pun menggunakan senjata legendaris milik kerajaan kilat utara. Sebuah tongkat yang memiliki julukan mampu membelah langit.


Ia nampak duduk dan menggaruk kepalanya. Sementara Squad Orion yang di pimpin Han mulai mendekati monster itu.


"Mau apa kalian kemari anak-anak? Apa kalian ingin bernasib sama seperti mereka?" ucap monster kera itu.


"Hahaha sombong sekali kau monster kera, kau pikir kau sedang berbicara dengan siapa?" Ucap Han.


"Apa kau mau mencoba kekuatanku dan tongkat legendaris ini?" Tanya monster kera itu.


"Han sepertinya dia cukup kuat, ditambah lagi ia menggunakan senjata legendaris itu, itu adalah salah satu dari 20 senjata legendaris yang dimiliki oleh Kerajaan kilat utara," ucap Pedro pada Han.


"Iya benar sekali, itu adalah tongkat suci pembelah langit, hanya orang tertentu yang bisa menggunakannya," ucap Alicia.


Monster kera itu nampak berdiri dan memutar-mutar tongkat yang ia pegang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, jika dibandingkan dengan para Hybrid yang lain, ia hanya memiliki tinggi sekitar 2 meter. Monster itu terlihat seperti sedang melakukan tarian yang sangat indah.


"Bersiaplah, sepertinya monster ini akan menyerang kita tiba-tiba," ucap Han.


"Baiklah Han, aku akan menyiapkan api ku," ucap Pedro.


Setelah melakukan tarian, kini monster itu berhenti dan memasuki kuda-kuda untuk menyerang. Monster itu mengangkat satu kakinya dan mengarahkan telapak tangan ke depan, sementara ia meletakkan tongkat yang ia pegang dengan tangan kanan di belakang punggungnya.


Monster itu nampak berputar lalu mengayunkan tongkat itu secara horizontal. Membentuk garis setengah lingkaran ke arah squad Orion.


Wush! Duar! Gelombang angin keluar dari tongkat itu, dan berhasil menghancurkan bangunan yang ada di belakang mereka bertiga. Mereka berhasil menghindari serangan itu.


"Apa itu? Tongkat itu kuat sekali, hanya satu ayunan bisa menghancurkan bangunan di belakang kita," ucap Pedro yang kini wajahnya nampak terkejut.


"Benar-benar tongkat yang berbahaya, aku tak mengira ada senjata semacam itu," ucap Alicia.


Monster itu kembali menyerang, dan kini ia ayunkan tongkat itu tiga kali ke arah mereka.


"Awas! Serangan kembali muncul, menghindar," ucap Alicia.


Namun sayangnya Pedro harus terkena serangan itu, sementara Han menahannya dengan kedua tangan. Mereka terlempar beberapa meter ke belakang. Sedangkan Alicia nampak mengeluarkan skillnya.

__ADS_1


"Takkan ku biarkan kau monster, kau telah menghancurkan Kerajaan ini tanpa penyesalan," ucap Alicia yang kini mengeluarkan beberapa gelembung miliknya.


"Buble bomb, mekesatlah," setelah mengeluarkan gelembung itu, kini ia menggerakkan gelembung itu mengarah pada monster kera dan meledakkannya di sekitar monster itu.


Duar! Duar! Duar! Sebuah ledakan yang mengitari monster itu. Namun ternyata monster itu telah terlebih dulu melompat ke udara mengandalkan kekuatan tongkat yang ia gunakan.


"Apa? Sejak kapan ia melompat ke atas?" Ucap Alicia.


"Alicia serahkan padaku," ucap Han yang kini berlari mendekati monster itu.


Han seperti mengeluarkan sebuah benda dari balik bajunya. Seperti sebuah rantai yang setiap ujungnya memiliki besi sepanjang 20 cm. Han berlari dan memutar rantai yang ia pegang.


"Mau apa kau? Mau berkelahi jarak dekat ya? Baiklah akan ku layani," ucap monster kera itu.


Han melemparkan rantai itu cukup kuat mengarah pada monster itu. Namun monster itu menangkisnya dengan tongkat yang ia genggam. Han menarik lagi rantai itu, kini ia melompat dan mengayunkan rantai secara horizontal mengarah tepat ke kepala monster itu. Namun ia bentangkan tongkat itu di atas kepalanya sehingga serangan rantai Han kini tertangkis.


Namun itulah yang Han inginkan, rantai yang ia arahkan kemudian melingkar pada tongkat itu. Dengan cepat ia menarik tongkat yang di pegang oleh monster kera itu.


"Apa?! Sial, kau sengaja mengarahkan itu padaku agar kau bisa mengambil tongkat itu ya?" Ucap monster kera itu dengan terkejut.


"Pedro, Alicia, lindungi aku ketika aku terdesak, selama aku masih bisq melawannya, aku takkan merepotkan kalian," ucap Han yang kini berhadapan langsung dengan monster kera itu.


"Lagi-lagi seperti itu, tidak ingin merepotkan atqu ingin pamer kekuatan? Dasar orang ini," ucap Pedro.


"Bukankah dia memang seperti itu, tapi ketika dia berbicara seperti itu, artinya dia sudah serius untuk mengalahkan monster ini," ucap Alicia.


"Aku tak tahu seberapa kuat dirimu, tapi jika aku melihat para penjaga yang telah kau lumpuhkan, sepertinya kau bukan monster sembarangan," ucap Han.


"Hahaha tak usah banyak berpidato, mari kita selesaikan anak baik," ucap monster kera itu.


Mereka seperti memiliki kuda-kuda yang sama. Dan mulai menatap satu sama lain.


"Kuda-kuda mereka sama, apakah mereka memiliki beladiri yang sama? Sepertinya ini akan menarik," ucap Pedro.


"Darimana kau belajar gerakan itu anak muda?" Tanya monster itu.

__ADS_1


"Tak usah banyak bicara," ucap Han.


"Baiklah hahaha," monster itu nampak tertawa.


Kini keduanya saling melompat dan beradu tinju. Han mulai melancarkan serangan demi serangan. Begitu pula dengan monster kera itu. Gerakan mereka benar-benar sama persis.


Pukulan demi pukulan mereka lancarkan, kini Han nampak melompat menjauhi monster itu.


"Lumayan kuat juga kau ini? Apa kau seorang grandmaster?" Tanya monster itu.


Han berlari dan melompat lalu memasukkan satu pukulan kearah wajah kera itu. Namun dengan mudah dapat ditangkis.


Kini kera itu memasukkan tendangan pada punggung Han. Namun Han menahannya dengan kaki kirinya.


Monster itu mulai menari sembari terus memasukkan serangannya. Namun Han tak kalah tangguh. Ia berhasil menghalau setiap pukulan yang akan masuk mengenainya.


"Jika seperti ini, aku akan menghajarmu dengan serius," ucap Han.


Ia mengepalkan tangannya dan mulai mengumpulkan energi alam. Kemudian ia melesat dan mulai melancarkan pukulannya itu. Dia pun berhasil mengenai monster itu tepat di dadanya.


Monster itu terhempas cukup jauh dari tempatnya berpijak. Menghancurkan bangunan yang ia tabrak.


"Bagus, pukulan telak dari Han, aku yakin dia akan langsung mati," ucap Pedro.


"Bagaimana pukulanku monster kera? Apa kau Masih bisa bertarung?" Ucap Han yang nampak kelelahan setelah beberapa kali menyerang monster itu.


Han mulai mengatur napasnya, skill yang ia gunakan cukup menguras energi. Walaupun sebenarnya ia mengumpulkan energi alam. Namun tetap saja pengumpulan itu memerlukan energi yang ada dalam dirinya.


Kemudian dari arah monster itu terhempas, tiba-tiba sebuah suara muncul dari sana.


"Kau pikir kekuatanmu cukup mengalahkanku? Jika kau terlalu percaya dengan apa yang kau miliki, maka kau harus siap dengan kekecewaan yang akan kau hadapi, aku takkan kalah hanya karena pukulan itu, setidaknya bunuh dulu mentalku sebelum kamu membunuh ragaku," ucap monster kera itu.


Ia kini melesat kencang ke arah Han, dan berusaha memasukkan satu serangan kuat pada Han.


"Tinju kera, rasa sakit seribu tahun!" Sepertinya ia mengeluarkan jurus yang cukup berbahaya.

__ADS_1


Dash! Satu pukulan kuat mengenai tepat di wajah Jack. Seketika ia terhempas dan menabrak bangunan yang ada dibelakangnya. Dan sepertinya kera itu telah berubah ke mode berserk. Itu terlihat cukup jelas karena ia lebih besar dan memiliki penampilan yang cukup menyeramkan.


__ADS_2