MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Kejahilan Angga


__ADS_3

Malam harinya mereka semua bersiap pulang ke rumah masing-masing, seharian ini yang mereka lakukan hanya duduk manis sambil Mabar dan membuat berantakan seisi Apartemen itu.


Bungkus makanan ringan, botol kosong dari soft drink yang mereka minum berserakan di lantai Apartemen. Jangan lupa juga yang di atas meja makan juga penuh dengan kotak box dari makanan yang mereka beli.


Saat sarapan pagi mereka masih sadar diri untuk membersihkan sisa makanan yang ada di meja makan. Tapi saat makan siang dan makan malam mereka sudah melupakan semuanya.


Saat makan pun mereka tidak menaruh ponselnya sama sekali, makan lauk hape itu yang sering ku dengar dari bapak ku saat aku makan sambil main hp. hehehe


Bahkan mereka juga melupakan aktivitas mandinya, sungguh itu merupakan kebiasaan yang sangat buruk yang mereka lakukan jika sudah asyik dengan dunianya.


Tepat jam 9 malam sebuah panggilan masuk ke aplikasi hijau dari ponsel yang di genggam Angga. seketika dia melotot kan matanya saat melihat siapa gerangan yang menggangu kesenangannya.


MAMA


Itulah Id pemanggil yang ada di ponsel milik Angga, tanpa menunggu lama dia pun menjawab panggilan tersebut saat hendak berbicara dia di kaget kan dengan Suara yang keluar dari ponselnya.


" ANGGAAAAAAAAA, pulang atau mama bakar jaket kesayangan itu!" Angga melototkan matanya saat mendengar ancaman mamanya.


sumpah demi apapun ancaman itu membuatnya tidak berkutik sama sekali lalu tanpa menoleh kearah temannya, Angga bergegas pergi setelah mengambil kunci mobil dan tasnya yang tergeletak di sofa.


Dia harus segera pulang kalau tidak bisa bisa mamanya pasti akan benar benar membakar jaket pemberian BABY cantiknya itu.


Melihat Angga yang tiba-tiba panik Azzam pun menghentikan aktivitasnya lalu bertanya pada Angga.


"Mau kemana bro?"


"Balik" jawab nya singkat


"Eeehhh balik , kenapa?, masih sore ini?" tanya Aldi dengan mata yang masih fokus pada kegiatannya.


"Di telfon mama suruh balik kalo enggak bisa bahaya nanti" jawabnya sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Eh bangsat kita gimana?" tanya Aldi sambil melempar ponsel dan berdiri dari tempatnya


Angga akan membuka pintu pun menoleh ke arah Aldi lalu berkata.


"terserah lu, mau tetep di sini silahkan mau balik juga serah" kata Angga


"Tapi ngga, apa kaki lu udah gak sakit lagi?" tanya Azzam


"Iya, yang ada ntar nyokap lu malah khawatir liat lu kayak gitu" ucap Aldi dengan nada khawatir

__ADS_1


"Ntar juga kita di marahin Kak Hendra kalo ngebiarin lu pulang"


Angga menarik sebelah alis nya memicing ke arah dua temannya itu


"Terus kalian mau jadi sasaran amukan emak gue he?" tak menjawab keduanya mereka hanya diam. Bingung karena apa pun pilihan mereka pasti dapat amukan dari salah satu orang tersebut.


Ibarat kata maju salah mundur pun salah, kalau pun mengambil jalan tengah pasti malah akan menjadi perang keempat yang tidak bisa di elakkan.


"Lagian juga Kak Hendra gak akan marah kalo tau gue pulang ke rumah?" katanya lagi


"Terus kalo nyokap lu tau, lu kayak gitu gimana?" tanya Aldi masih dengan tatapan khawatirnya dan di angguki oleh Azzam.


"Kalian tenang aja di mobil ada Hoodie dan celana panjang ntar gue pakek pas di mobil " jelas Angga


"Orang yang luka cuman kaki sama tangan, muka gue juga tetep aja ganteng, iya gak" kata Angga sambil menarik turunkan alisnya.


"huweekk" melihat kenarsisan dari Angga, Azzam dan Aldi pun pura pura ingin memuntahkan isi perutnya.


"Hahahhaha" tawa Angga


"Udahlah, gue cabut dulu?" kata Angga sambil menepuk bahu kedua temannya, lalu berbalik badan dan kembali berkata.


"Satu lagi jangan lupa bersihin sampahnya!" setelah mengatakannya Angga lalu melenggang pergi dan menghilang di balik pintu lift bahkan tadi sebelum masuk ke dalam lift dia melambaikan tangannya dengan senyum penuh ejekan kepada kedua temannya.


mereka saling pandang lalu sama sama meneriakkan nama sahabatnya dengan nafas naik turun.


"Aangggggaaaaa" sedangkan orang yang mereka teriaki nama nya sudah menghilang dari pandangan mata bersamaan dengan pintu lift yang tertutup.


Keduanya sama-sama menatap ke arah dalam apartemen, terdengar dengus kesal dari mulut mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa melakukan semua pekerjaan yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Dalam pikiran mereka sama-sama mengatakan bahwa apartemen yang mereka tinggal semalam itu tak lagi pantas di sebut apartemen.


mungkin mereka bisa menyebutkannya dengan tempat sampah mungkin.


huufft


"Ayo kita kerjakan" Azzam merinding mendengar ucapan Aldi dia merasa itu lebih menakutkan dari pada dia pulang sendirian saat tengah malam.


Plaak


"Sakit bego" kata Aldi sambil menggosok kepalanya yang di pukul oleh Azzam.


"Akhirnya lu sadar juga" Azzam pun bernafas lega setelah mendengar umpatan yang keluar dari Aldi, dia takut Aldi tadi kesurupan oleh makhluk penunggu unit Angga tersebut.

__ADS_1


"Emang gue kenapa, bajingan? he"


"Gue kira lu kesurupan tadi makanya gue geplak aja pala lu!"


Aldi melorotkan mata mendengar jawaban yang keluar dari mulut Azzam, bisa bisa dia menganggap dirinya kesurupan memang nya di kira Azzam di kuda lumping apa hingga bisa kesurupan seperti yang Azzam sangkakan.


"Gila lu ya emang, gak nyangka gue temen gue dua duanya gak ada yang normal"


"Apa lu bilang" Azzam pun tersulut emosi mendengar ucapan Aldi. Azzam lalu meniting kepala Aldi dengan tangannya hingga pergulatan mereka pun membuat seisi ruang tamu apartemen itu seperti tersapu angin ****** beliung.


30 menit pergulatan mereka belum juga selesai sampai suara dering ponsel menghentikan pergulatan mereka.


Azzam pun berlari ke sofa tempat ponsel pintar nya berada. Nama Kak Hendra memenuhi layar ponselnya lalu Azzam pun menjawab panggilan tersebut.


"Hallo kak"


"Iya zam, gimana Angga sudah baikan gue hubungi dari tadi gak di angkat sama dia?"


"Itu kak dia balik di suruh Tante katanya!"


"Hah, balik terus kalian dimana?"tanya Hendra


"Kita masih di apartemen Kak"


"ohya udah kalo gitu"


"Kita lagi beresin Apartemen, kita bentar lagi balik kok Kak"


"Lah ngapain balik tidur saja aja lagi udah malam juga!"


"Kita gak enak sama elu lah Kak orang Angga udah balik kita disini kan cuman nungguin si bocah itu"


"Hahahhaha" suara tawa Hendra menggema di balik telpon Azzam dan Aldi mengerutkan alisnya ya Aldi bisa mendengar jelas apa yang di ucapkan Hendra karena Azzam tadi menghidupkan loudspeaker di ponselnya.


"Ngapain lu ketawa Kak" kini giliran Aldi yang bertanya


Tawa yang tadi terdengar pun sudah tidak terdengar lagi, Hendra berdehem untuk menetralkan suara nya yah sedikit serak karena tawa nya tadi yang begitu lepas seakan tanpa beban.


"Eheeeem, itu bukan apartemen gue" kata Hendra saat dia sudah bisa menguasai tawanya.


"Terus ini apartemen siapa kak?"

__ADS_1


" jelas itu punyanya si Angga lha gue kan punya kosan mending kan gue tidur di kosan dari pada uangnya buat beli apartemen mending gue tabung aja"


HAAH


__ADS_2