MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Memantapkan hati


__ADS_3

Pintu kamar di buka nya dengan tergesa-gesa, tapi dia tidak menemukan siapa pun di sana, Angga kembali menyengitkan heran saat kamar mama nya itu terlihat begitu berantakan, tidak bisa nya mama nya itu keluar dari kamar sebelum membereskan tempat tidurnya.


Dia kemudian masuk ke kamar satu nya lagi, masih dengan Alyssa yang ada si gendongan nya, dia masuk ke dalam kamar kakak perempuan, namun hasil nya sama, tidak ada siapapun di sana, lalu kemana semua orang.


Angga lantas mendudukkan Alyssa di kursi meja rias kakak, menyisir rambutnya lalu memakaikan bandana yang di beli oleh nya saat berlibur ke Bali waktu itu, memakaikan bedak bayi yang ada di meja itu, dia sangat senang jika ponakannya itu ada di sana, karena pada dasarnya dia sangat menyukai anak perempuan.


Alyssa dia tidak merasa terganggu sedikit pun, dia hanya fokus pada ponsel yang ada di tangan nya.


"Cantik sekali, ponakan Om ini, sini cium dulu''


"Muuuaahhh"


"Lagi sini!" pinta nya lagi sambil menunjuk pipi kiri nya.


"Muuuaahhh"


"Oke, kita turun sekarang, kemana semua orang, kenapa seperti nya hanya kita berdua saja yang ada di rumah" kata nya sambil menuruni anak tangga.


Angga melihat semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga dengan posisi membelakangi tangga, membuat mereka semua tidak menyadari kehadiran nya di sana bersama dengan Alyssa.


Cukup heran bagi Angga saat mendapati semua orang itu masih menggunakan pakaian tidur nya terutama sang papa, tidak biasa nya dia turun saat masih dalam keadaan kacau seperti itu.


"Ada apa Pa, kenapa Mama dan kakak Fiona menangis?" tanya nya masih menuruni tangga.


Papa Farel menoleh sedikit, tanpa memperhatikan secara jelas pada putranya yang baru saja turun, bahkan dia tidak tahu kehebohan yang terjadi.


"Kamu itu bisa-bisanya tidur sedangkan kita semua sedang khawatir mencari keponakan mu yang tiba-tiba tidak ada di rumah,!"


"Keponakan ku siapa?"


"Jangan bercanda Angga ini tidak lucu sama sekali!" Bentak nya pada Angga.


"Kenapa marah, aku kan hanya bertanya, setahu ku, keponakan ku cuman satu ini, dari tadi dia ada di kamar ku tidur dengan ku!" ucap Angga dengan enteng nya.

__ADS_1


Sontak semua orang menoleh ke arah nya yang kini ada di samping sofa yang mereka duduki.


"ALYSSAAAAAAA, kamu kemana saja!" teriak mereka bersamaan.


"Kamu kenapa jahil sekali bisa-bisa kamu membawa nya tidur bersama mu tanpa memberitahu siapa pun!" ucap Fiona sambil memukul i kesal adik nya itu.


Sedangkan Angga yang tidak tahu apapun hanya melongo mendengar tuduhan kakak nya itu, bukan kah tadi dia yang mengantarkan Alyssa ke kamarnya, lalu kenapa dia yang salah.


"Loh, bukan nya kamu sendiri kak, yang anter Alyssa ke kamar ku, ku pikir kakak mau pergi pagi-pagi, jadi menitipkan Alyssa pada ku!"


"Kalau aku yang antar dia kenapa dari tadi aku mencarinya?"


"Lha mana aku tahu, orang dia dari subuh tadi udah sama aku di kamar" ucap nya sambil berjalan ke arah meja makan yang masih kosong.


"Ini gak ada sarapan?" tanya Angga sambil membuka tudung saji yang ada di sana.


"Semua orang bingung nyari'in Alyssa jadi ga ada makan!"


"Sama-sama bahayanya" kata Papa Farel menimpali.


"Lho Angga kamu sudah siap, mama belum bangunin kamu lho!"


"Ma ini udah siang, lagian masak aku harus tidur lagi biar mama bangunin, ink cucu Mama ini yang udah bangunin om nya,"


"Iya akan Sa!" Alyssa hanya mengangguk dalam gendongan Mama nya sambil terus memainkan ponsel Angga.


"Sini ponsel nya, Om mau berangkat sekolah dulu"


Alyssa pun menuruti nya dan mengembalikan ponsel milik Om nya tersebut.


"Kak isi in pulsa ya, udah satu jam ini dia pakai nonton si otak sama anak mu, awas kalau lupa"


"Dasar perhitungan gitu aja minta ganti!"

__ADS_1


"Biarin kalau enggak ntar aku minta bang Herman aja! Gak minta sama kamu yang pelit"


"Dasar adik lucknut, baru kemarin minta di isikan diamond sekarang minta pulsa, dasar gak modal!"


"Sudah-sudah jangan ribut pagi-pagi, udah sana kamu berangkat nanti terlambat!" kata Mama Dini melerai kedua anak nya itu.


"Dia itu yang bikin ribut pagi-pagi!"


Angga langsung berlari meninggalkan mereka yang ada di sana sebelum kakak nya itu menyembur lahar nya, Angga berangkat ke sekolah tanpa ada yang salah sedikit pun pada nya.


Dia benar-benar lupa bahwa sejak semalam dia tidak mengecek kembali ponsel nya, entah apa yang akan terjadi jika dia bertemu dengan Amel nanti.


*********


Angga kini tengah makan bersama kedua temannya tanpa di selingi obrolan sedikit pun, dia seperti orang yang tiga hari empat malam tidak makan, lihat saja apa yang di pesan oleh nya, semangkuk bakso jumbo, tahu, mie putih, pangsit basah dan goreng tak luput juga satu lontong ukuran sedang ada di dalam mangkuk nya.


Azzam dan juga Aldi bergidik ngeri melihat apa yang di pesan Angga, mereka saling lirik satu sama lain.


"Zam, dia gak lagi kesurupan kan?"


"Mana aku tahu aku bukan dukun yang faham begitu an!"


"Kalian ini kenapa? dari tadi bisik-bisik makan ya makan saja, apa kalian mau aku yang makan kalian berdua?"


Tak ada jawaban dari keduanya mereka sibuk dengan isi mangkok nya masing masing, hingga makan itu habis mereka masih diam tanpa ada yang memulai pembicaraan.


Hingga bel berbunyi kembali pun tidak ada yang berani bersuara, entah apa yang sebenarnya mereka semua takut kan bukan itu masih Angga, teman mereka, tapi kenapa mereka seperti saat ketakutan setelah mendengar ucapan Angga tadi.


Amel masuk ke dalam ruangan tersebut, dia langsung mengalihkan pandangannya saat bersitatap dengan murid nya yang sejak kemarin dia khawatir kan ke adaan nya, tapi justru dia merasa di abaikan, bahkan hingga kini Angga belum juga membalas pesan yang dia kirim kan.


Amel menghelakan nafas nya saat dia merasa nyeri yang teramat sakit di hati nya, mungkin dia harus benar-benar melupakan tentang apa yang di rasakan pada muridnya itu.


Ya Amel harus memantapkan hati nya agar tidak goyah untuk segera melakukan pernikahan yang sudah di tentukan oleh kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2