MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Ketahuan


__ADS_3

Saat nama Angga di sebutkan yang naik ke atas panggung adalah papa nya tidak ada Angga di sana, harapan Amel benar-benar sia-sia sekarang.


Adik kecil nya itu benar-benar pergi meninggalkan nya, tanpa mau menemui nya, lalu kemana dia harus mencari tahu di mana Angga sekarang.


Aldi dan Azzam mereka seakan menyalahkan dia saat ini, Fiona juga dengan rapat menutupi keberadaan adik nya itu.


Apa mereka tidak tahu, dengan apa yang dia rasakan saat ini, di tertekan dengan segala keadaan yang ada, dia berdiri sendiri tanpa ada topangan dan pegangan.


Mereka semua menghakimi nya tanpa mereka sadari bahwa dia lah orang yang paling tersakiti di sini. kenapa hanya dia yang di salahkan, harus nya mereka juga menyalahkan Angga.


Kenapa dia menutupi semua fakta yang ada, fakta yang mungkin saja bisa menyatukan mereka, tapi Angga memilih diam dan pergi tanpa memberikan nya alasan kenapa dia melakukan semua itu.


Air matanya kembali menetes di pipi nya, dengan cepat dari menghapusnya, dia tidak boleh terlihat sedih di hari wisuda anak murid nya.


Amel hanya berharap suatu hari nanti dia bisa bertemu dengan laki-laki yang bertidak seperti pengecut itu, kenapa tidak memperjuangkannya jika cinta, kenapa pergi setelah meninggalkan luka yang teramat dalam.


Tidak bisakah dia sini menemani dan menguatkannya, saat di berada di titik paling bawah hidup nya, bagaimana tidak dia harus menikah dengan seseorang yang tidak saling mencintai satu sama lain.


Di saat itu pula harapan satu-satunya juga pergi meninggalkan dia, lantas pada siapa dia harus berpegangan, apa di harus terus berjalan sendiri di antara banyak nya manusia.


Kuatkan ia yang menerima semua kebencian yang orang lain berikan pada nya, kepada siapa dia harus menumpahkan amarah nya ini, harus nya mereka membenci Angga bukan dia.


Angga lah yang patut mereka benci karena menjadi laki-laki yang tidak bertanggungjawab, meninggalkan dirinya setelah semua fakta terungkap tentang siapa mereka di masa lalu.


Mereka yang sama-sama terikat oleh janji dan berusaha saling menepati tapi apa boleh di kata takdir tidak mengizinkan mereka bersatu.


Amel terlalu larut dalam lamunan, hati nya kini di penuhi rasa bersalah marah dan kecewa pada anak murid nya itu.


Dia merasa bersalah karena tidak pernah percaya pada kebenaran yang di sampaikan oleh Angga, mesti hati nya berkali-kali merasakan getaran yang berbeda saat menatap mata teduh milik adik kecil nya itu.


Dan sial nya kini dia merindukan nya, rindu pada dia yang di benci nya.

__ADS_1


Dia marah pada dirinya sendiri yang membuat Angga kini pergi jauh dari nya, dia juga pada Angga yang tanpa ijin dari nya pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah nya.


Bagaimana dia bisa tahu kalau Angga kini tidak lagi ada di tanah yang sama dengan dirinya, jawaban nya adalah tadi saat nama Angga di panggil papa farel lah yang naik menggantikan Angga yang ternyata sudah bertolak ke luar negri sejak Dua bulan yang lalu.


Mendengar itu Amel seperti tersambar petir di siang hari, tanpa ada angin tapi dengan mendung hitam memang mengelilingi hubungan tanpa status yang sebenarnya terjadi.


Sepanjang jalan nya wisuda Amel lebih banyak diam dengan tatapan lurus ke depan tanpa arah, hingga acara selesai dia masih diam di sana.


Hingga seseorang menggenggam tangan, dan orang itu adalah sahabat nya yang merupakan kakak dari pria nya.


pria kecil yang mengalihkan dunia milik nya, hingga berpusat pada cinta murid nya sendiri.


"Lia, kamu baik-baik saja kan?"


Amel dengan mata sembab nya langsung memeluk sahabat nya itu, tapi saat dia ingin mengucapkan sesuatu suara nya tertahan saat mendengar ucapan Fiona.


"Kita ke rumah ku saja, kamu bisa menceritakan semua nya dan aku akan ceritakan semua tentang apa yang ingin kamu ketahui!"


Tanpa menunggu lagi mereka langsung menuju rumah Fiona,yang dengan sengaja dia kosongkan agar sahabat nya itu, lebih leluasa untuk mengungkapkan perasaannya.


Alyssa dia titipkan pada mama mertua yang sudah seminggu tidak bertemu dengan nya jadi lah tadi pagi Herman mengantarkan nya ke rumah orang tua nya.


Kini mereka sudah sampai di rumah milik Fiona, tanpa mau menunggu atau sekedar menikmati teh yang ingi di suguhkan pemilik rumah, Amel langsung pada inti nya tentang apa yang di rasakan sejak Angga tidak lagi ada di sekelilingnya, tepat nya setelah hari pernikahannya.


"Fi, kita berteman sudah sangat lama, apa kamu tidak bisa memberitahu aku di mana adikmu itu berada?" kata nya memulai pembicaraan.


"Maafkan aku Lia, tapi aku tidak bisa memberitahu di mana Angga berada, tapi yang pasti dia ada di tempat yang jauh,"


"Bolehkan jika aku meminta sesuatu yang lain saja dari kamu, satu kali saja?"


"Katakan, aku akan usahakan jika aku bisa!"

__ADS_1


"Hubungi dia sekarang aku ingin sekali melihatnya!" pinta Amel dengan wajah yang tertunduk.


"Dia akan marah pada ku nanti jika tahu ada kamu di sini!"


"Aku tidak akan bersuara, aku hanya ingin mendengar saja kalau begitu, akuuuu, akuuu rindu pada nya" Amel mendongak kepalanya menahan laju alir mata nya agar tidak mengalir di pipi nya.


Tapi sia-sia saja air mata yang keluar begitu banyak, membuat pelupuk mata nya tidak sanggup menampung air mata nya.


"Baik lah akan aku coba ,tapi janji jangan berucap atau bergerak sekali pun!"


Amel mengiyakan perintah Fiona, dia duduk diam tanpa suara sambil menyeka air matanya.


Tut


Tut.


Fiona mendesah kesal saat panggilan di tolak oleh adik nya itu, dia yang tak mau menyerah pun mencoba nya lagi, tapi gerakan nya tertahan saat pesan teks masuk ke dalam ponselnya.


Aku tahu kenapa kakak menghubungi ku, jadi jangan sekali kali berpihak pada orang lain kalau kakak tidak ingin aku juga menjauhimu.


Fiona membulatkan matanya saat membaca pesan tersebut, dari mana Angga tahu kalau saat ini dia tengah bersama dengan Amel.


Apa ada mata-mata Angga yang tengah mengintai setiap pergerakan mereka, tapi siapa dia?.


Bukan kah dia saat ini ada di rumah nya, lalu siapa orang suruhan Angga itu, Fiona terus memikirkan tentang siapa kira-kira orang itu.


tapi belum sempat dia menemukan pelaku yang patut dia curigai, lagi-lagi pesan dari Angga masuk kedalam ponsel nya.


***Berhentilah memikirkan tentang siapa yang kakak curigai, karena kakak tidak akan menemukan siapa, jadi sudahi saja kecurigaan mu itu.


Sekali lagi jangan pernah menghubungi aku jika kakak bersama, kalau kakak tidak ingin merasakan apa yang sedang sahabat kakak itu rasakan***.

__ADS_1


Aaahhh


__ADS_2