MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Dingin


__ADS_3

Angga turun dari mobil milik yang tadi menjemput di gedung pernikahan Amel, sepanjang jalan dia hanya diam tanpa berkata sedikitpun.


Alyssa sudah tidur sejak beralih di gendongan nya, sampai di rumah pun Alyssa masih tetap terlelap dalam pelukan Om nya itu.


Dia langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa memperdulikan semua orang yang menyapa nya, bahkan untuk pertama kalinya Angga tidak menghiraukan Hendra sama sekali.


Di rebahkan Alyssa di kasur milik nya, melepas semua aksesoris nya, tak lupa juga dia mengganti pakaian pesta milik keponakan nya itu dengan kaos milik nya.


Setelah itu dia melepaskan baju nya, dia berjalan ke arah shower lalu mengguyur badannya dengan air yang begitu dingin, kepala rasanya ingin pecah saat ini.


Klebatan bayangan tentang masa di mana Amel meminta nya datang untuk menikahi nya kembali memenuhi isi kepala, saat di mana Amel dengan begitu nyenyak tidur di pelukan nya, tawa bahagia nya saat mereka menghabiskan waktu bersama membuat emosi nya kembali memuncak.


Tangannya terkepal saat melihat wajah sendu yang Amel perlihatkan saat di pelaminan tadi, sakit, bahkan itu rasa sakit yang di rasakan selama hidupnya.


Angga sangat ingin memeluk wanita yang terlihat tidak bahagia dengan keputusan keluarganya itu, tapi siapa dia bagi mereka semua, lagi pula dia sudah terlambat bukan.


Amel nya, wanitanya itu telah resmi menjadi istri orang lain, lalu atas dasar apa dia membawa lari pengantin orang, dari sudut mana pun dia akan tetap salah.


Kalau pun tadi dia berhasil menggagalkan ijab Kabul, apa orang tua Amel akan merestui mereka, belum lagi suami Amel adalah orang yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.


Bisa-bisa usaha keluarganya akan di gulung habis oleh keluarga mertua Amel karena tindakan itu.


Ingatan tentang tangisan Amel di pelukan kakak perempuan nya tadi menambah luka hati seorang anak muda yang mencintai istri orang lain, ya saat ini cinta nya bukan hanya pada guru nya saja, tapi juga pada wanita yang berstatus sebagai istri.


Angga meninju tembok yang ada di depan nya, satu pukulan keras itu mengeluarkan darah yang trus menetes ke lantai kamar mandi miliknya.


Angga tidak merasakan apapun meski tangan nya terluka, bolehkah Angga menangis saat ini, tapi dia tidak bisa melakukan nya dia tidak ingin terlihat lemah hanya karena wanita yang mungkin bukan jodoh nya.


Guyuran shower terus membasahi tubuh tel***ang Angga, dia menyelesaikan mandi nya saat di mana dia merasa sangat kedinginan.


Angga keluar dari kamar mandi memakai baju tanpa lengan dan celana pendek milik nya.


Dia merebahkan tubuhnya di kasur lalu menarik lembut Alyssa dalam pelukannya, mata nya pun terpejam, di berharap saat bangun nanti, semua yang di lalui nya hari ini hanya lah mimpi.


********


Sementara itu orang tua Angga baru saja sampai di rumahnya langsung turun dari mobilnya setelah seorang satpam membukakan pintu mobil nya.


"Apa Angga sudah pulang?" tanya Mama dini pada pak Paijo, satpam di rumah nya itu.


"Sudah Nyonya, tadi den Angga sudah pulang kayak nya di anter sama mas Hendra!"

__ADS_1


"Sekarang di mana dia,?"


"Den Angga masuk kedalam rumah tadi sambil menggendong Nona kecil, kalau mas Hendra dia langsung pulang,!"


Papa Farel mengangguk, dia masuk ke dalam rumah nya di ikuti oleh Mama Dini di belakang nya.


"Selamat malam Tuan, Nyonya!"


"Di mana Angga''


"Mungkin di kamarnya Tuan, tapi saat pulang saya lihat dia langsung naik ke atas tanpa berkata apa-apa pada saya."


"Ya sudah, kembali kebelakang!"


"Baik Tuan"


"Apa yang sebenarnya terjadi Pa?, ada apa dengan Angga, tidak biasanya dia seperti itu!"


"Papa juga gak tahu Ma!"


"Mama sama Papa baru aja sampai ya?"


"Aku pulang sama sopir nya Daddy!"


"Mertua mu juga di sana?"


"Iya pa!"


"Alyssa mana?"


"Di atas sama Angga kayak nya!"


"Ya sudah aku cari Angga dulu!"


Fiona dengan cepat pergi dari sana dia tidak ingin di interogasi oleh Mama dan juga papanya itu, tapi nasib baik agak nya tidak berpihak pada nya malam ini.


Baru saja dia melangkah kan kaki nya, tiba-tiba satu pertanyaan di lontarkan papa nya.


"Kenapa Lia tadi menangis?"


"Mungkin dia terharu karena sahabat yang cantik jelita dan super sibuk ini bisa datang di hari pernikahan!"

__ADS_1


"Fiona jangan berbohong, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku tidak paham apa pun Pa? kenapa papa tidak menanyai nya langsung saja?"


"Sudah ayo kita keatas kita tanyakan saja pada Angga dari pada ribut di sini!"


"Ayo"


Mereka bertiga naik ke atas, menuju kamar Angga, pintu terbuka begitu saja mereka membuka pintu yang ternyata tidak di kunci oleh pemilik kamar.


Mereka saling pandang satu sama lain saat meliah kedua nya tengah tertidur dengan pulas nya di atas kasur sambil memeluk sama lain.


Kemudian mereka bertiga keluar dari kamar Angga dan menutup kembali pintu nya.


Angga menutupi tangan nya yang terluka akibat pukulan nya tadi dengan memasukkan tangan nya ke dalam selimut yang membungkus tubuh mereka.


"Biar kan saja dia tidur dengan Alyssa, siapa tahu dengan begitu dia sedikit melupakan sakit hati nya!"


"Apa maksudmu Fi."


"Angga menyukai guru nya itu!"


"Guru nya? maksud kamu, Lia? Angga menyukai Lia begitu?"


"iya!"


"Ceritakan apa yang kamu ketahui, kenapa kamu tadi malah mengajak pergi ke sana, kamu ingin melihat kehancuran adik mu?"


"Pa jangan salah paham dulu Fiona akan mandi dulu lalu menceritakan semuanya pada papa!"


"Tidak perlu mandi duduk dan jelaskan!"


Fiona akhirnya menceritakan semua yang dia ketahui tentang pertemuan mereka dan janji yang sama-sama mereka ucapkan dulu, bagaimana Angga berjuang mendirikan bengkel mobil nya agar bisa menafkahi kakak cantik nya itu.


Begitu juga dengan Amel, dia menolak banyak pria hanya karena ingin menikah dengan orang yang merasa dia lecehkan dulu, hingga tiba-tiba Amel di jodohkan oleh keluarga nya.


Mereka tidak bisa menolak permintaan itu begitu saja, sedangkan Angga juga belum mengakui bahwa dirinya lah adik kecil yang berjanji akan menikahinya.


Angga tidak ingin keluarga nya di hancurkan oleh keluarga calon suami Amel, mengingat siapa mereka di Duni bisnis, membuat Angga ragu untuk merebut kembali milik nya.


Dia lebih memiliki keluarga nya dari pada cinta nya pada Amel.

__ADS_1


__ADS_2