
Angga tidak menjawab dia berlalu dari sana menghampiri Mama nya lalu mengambil alih Alyssa dalam gendongan mama nya.
Angga tampak begitu gagah dengan setelan jas resmi nya, apalagi kini Alyssa yang tengah tertidur di pundak nya dengan topangan tangan kirinya, jangan lupakan pula tangan kanan nya yang memegangi ponselnya yang ia tempelkan di telinga itu menambah kadar kegantengan seorang Angga.
Dia seperti bukan lagi anak SMA yang baru kemarin menyelesaikan ujian akhir sekolah nya, dia terlihat seperti papa muda yang datang ke pesta pernikahan bersama princess kecil nya.
Angga terus berjalan dengan posisi yang sama tangan kirinya menahan bobot tubuh keponakan dan tangan kanan memegang ponselnya dia tampak berbicara dengan seseorang di seberang sana.
Dia langkah kan kaki lebar nya meninggalkan kemeriahan pesta pernikahan itu tanpa memperdulikan pandangan kagum semua orang yang ada di sana.
Orang tua Angga saling menatap satu sama lain mereka sangat bingung melihat tingkah tak biasa, dia langsung berpamitan pada mereka yang ada di sana.
Mereka pergi meninggalkan Fiona di sana setelah mendapat persetujuan darinya.
Fiona kembali menatap sahabatnya yang masih terpaku pada tempat di mana Angga berdiri tadi pandangan mata nya juga kosong, seperti dia juga merasakan apa yang di rasakan oleh adik kecilnya itu.
Ya Amel yakin kalau Angga adalah adik kecil yang di tunggu nya, tapi kenapa, dia baru sekarang menyadari nya, bukan kah dulu Angga pernah mengatakan itu pada nya tapi dengan enteng dia menepis semua yang dia dengar saat itu.
Dia ragu pada ucapan pria yang kedatangan nya saat dia tunggu, sementara suami Amel dia sendiri yang menyambut para tamu, Amel duduk bersama Fiona di kursi pengantin nya.
Kaki nya tidak sanggup lagi menahan berat tubuh nya saat melihat Angga ada di hadapan nya tadi.
Untung nya tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi termasuk suami nya sendiri, saat angga datang tadi banyak orang yang juga tengah mengantri ingin mengucapkan selamat pada nya.
Dan Fiona yang tahu tentang itu pun membawa nya sedikit kebelakang dan mendudukkan tubuh Amel pada kursi pengantin sambil terus memeluk nya.
Fiona juga beralasan bahwa Amel sedang tidak enak badan jadi harus duduk terlebih dahulu.
"Jadi Dia orang yang selama ini aku cari Fi,?" Fiona hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Aku juga baru tahu tadi saat dia kembali dari apartemen Hendra tadi!"
"Dia memegang dua benda yang berhubungan dengan mu dan wanita yang selama ini dia perjuangan!"
"Apa yang dia perjuangan Fi, bahkan dia tidak datang saat mengetahui semua nya kenapa dia tidak memberi tahu ku Fi?"
"Tenang kan diri mu semua akan aku jawab nanti, kalau situasinya sudah memungkinkan!"
"Sekarang jalani pernikahan ini dulu, kita bertemu lagi saat kamu pulang dari bulan madu!"
"Tidak aku tidak akan pergi bulan madu, aku di sini saja, besok pagi temui kau kamu harus menjelaskan semuanya pada ku!"
__ADS_1
"Hubungi aku jika kamu sudah siap, aku akan selalu ada waktu untuk mu!"
"Ayo hapus air mata mu dan tersenyum lah!"
Amel mengangguk lalu menuruti apa yang di katakan calon kakak iparnya itu, Eh!
Tidak sadarkah Amel kalau dia sudah menjadi istri orang lain kenapa menganggap Fiona calon kakak ipar nya, lalu mau kemana kan suami mu itu Amel, Dasar!
Mereka kembali berdiri setelah seorang MUA merias tipis wajah Amel yang sedikit berantakan. Fiona menghampiri Bobby kembali lalu berkata.
"Jaga kesayangan ku baik-baik, jika dia nakal belikan saja dia jus durian maka dia akan langsung nurut lagi!"
"Itu menjijikkan, bau nya sangat menyengat sekali!" jawab Bobby
"Tapi sayang nya istri cantik mu ini sangat menyukai buah itu!"
"Pulang sana jangan meracuni otak nya!" kata Amel yang berusaha tetap menjaga diri nya.
"Baik lah aku pulang dulu."
Fiona langsung memeluk sahabatnya itu lalu ber cipika-cipiki ria,
"Ingat, aku ada di pihak mu apa pun yang terjadi katakan pada ku aku pasti anak membantumu sekuat tenaga ku!"
Fiona turun dari panggung pelaminan, dia keluar dari sana, dia mencari keberadaan keluarga nya tapi dia tidak menemukan nya sama sekali.
Hingga tepukan tangan pada pundak nya mengalihkan perhatian.
"Daddy?, Mama mana?" tanya Fiona yang sambil mencium tangan pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu.
"Mama mu sudah masuk terlebih dahulu, tapi Daddy melihat mu jadi aku menghampiri mu, kamu kenapa sepertinya sedang menunggu seseorang?"
"Siapa dia? atau mungkin dia kekasih mu ?" tanya pria yang di panggil Daddy oleh Fiona itu dengan entengnya.
"Daddy apa-apaan sih, mana ada aku seperti itu, bisa-bisa aku tinggal nama saja jika berani melakukan itu pada anak mu!"
"Anak pintar!"
"Selalu begitu!"
"Lalu apa yang kamu tunggu di mana cucu cantik ku itu, kenapa aku tidak melihatnya?
__ADS_1
"Apa kamu tidak mengajak nya supaya terlihat seperti gadis yang masih single, lalu mau kamu kemana kan anak ku, heeem?"
"MaaaĆ , Daddy----!"
"Suka sekali menggoda orang kamu ini, masuk sana, temui rekan bisnis mu!"
"Ayo sayang kita masuk, jangan hiraukan mertua mu itu,!"
"Tapi Ma aku harus pulang, tadi aku ke sini satu mobil dengan keluarga ku tapi sepertinya mereka sudah pulang!"
"Kenapa mereka meninggalkan mu sendiri an sayang, bagaimana kalau kamu di culik laki-laki seperti Ayah mertua mu itu!"
Fiona tertawa mendengar ucapan mertua nya itu, ya orang yang di panggil Daddy oleh Fiona itu adalah Ayah dari Herman, mereka memang begitu akrab satu sama lain begitu juga Herman dia juga menantu yang sangat menyayangi keluarga istrinya itu.
"Aku sudah tobat sejak menikah dengan mu sayang, jadi jangan terus aku kau perlakukan seperti itu!"
"Diam saja sana,jangan menganggu ku?"
"Baiklah aku pergi saja,!"
"Mau kemana Dad?"
"Cari daun muda."
PLAK.
"Dasar gak tahu diri!"
"Mam, Dad seperti aku ingin menyusahkan kalian!"
"Apa katakan, kamu lagi ngidam?"
"Tidak Dad, aku hanya ingin meminjam pak Yanto untuk mengantarkan aku pulang, aku lelah sekali!"
"Iya pergi lah pulang dengan nya sayang, lagi pula kami baru saja datang, jadi tidak buru-buru pulang.!"
"Datang ke lobby antar kan Nona Fiona pulang ke rumah orang tua nya!"
"Dad kamu tidak bermaksud mengembalikan aku pada orang tuaku kan?"
"Astaga honey, mana ada seperti itu, aku tidak akan rela kehilanganmu!"
__ADS_1
"Kalian ini, bisa-bisa orang akan salah paham dengan hubungan kalian berdua!"
"Biarkan saja yang pasti kamu tetap cintaku!"