MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Sama-sama sakit


__ADS_3

Alam seakan tengah mempersiapkan pertemuan antara dua anak manusia yang tanpa status itu dengan kondisi yang cukup salah, mereka sama-sama memiliki perasaan yang sama tapi masih dengan ego mereka agungkan.


Keduanya sama-sama larut dalam suasana yang membuat orang di sekitarnya mempertanyakan tentang hubungan kedua nya.


Riska sang Kakak pun menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya dan seorang pemuda tengah memeluk seorang gadis yang sedang menangis.


Apa mungkin pemuda itu adalah kekasih adik nya yang tengah ketahuan selingkuh, tapi bagaimana bisa adik nya itu sudah punya tunangan dan akan menikah seminggu lagi.


Riska pun langsung menarik Amel menuju kursi yang letak nya cukup jauh dari tempatnya yang menyita perhatian adik nya itu.


"Dia siapa Lia ?" tanya Riska membuka obrolan mereka.


"Iya, kak kenapa ?" tanya Amel dia terkesiap mendengar suara kakak nya


"Kamu kenal sama mereka?" tanya Riska lagi sambil melihat ke arah Angga yang kini sudah duduk di kursi nya.


"Dia salah satu murid ku kak!" jawab nya tidak bersemangat seperti tadi.


"Ganteng ya!" kata Riska memuji Angga yang kini juga tengah menatap ke arah mereka.


"heemm" ucap nya malas.


"Kamu kenapa kok bete gitu?, Apa jangan-jangan kamu suka sama murid mu itu?" cecar Riska


" Apa an sih kak!" jawab Amel sambil menoleh ke arah lain dia tidak ingin kakaknya itu akan terus mengejek saat dia mengetahui pipi nya yang merona akibat tebakan yang di lontarkan Riska sangat tepat sasaran.


"Benarkan apa yang kakak katakan?, tapi Amel kamu akan menikah jadi tidak sepantas nya kamu menjalin hubungan dengan laki-laki lain" nasehat Riska pasa adik nya itu.


"Entah lah kak, apa juga tidak mengerti dengan perasaan ku sendiri!" Amel menunduk setelah mengatakan itu.

__ADS_1


"Tanyakan lada hari mu pada siapa dia berlabu!"


"Sudahlah kak, tidak perlu memikirkan tentang ku, yang pasti aku tidak bisa menentang keputusan Papa bukan?"


"Aku hanya menginginkan kebahagiaan mu itu saja!"


Amel tidak menjawab ucapan yang di lontarkan Riska pada nya, pandangan mata nya masih menatap ke arah di mana, orang yang beberapa hari ini membuatnya bahagia kini malah menghancurkan hati nya.


Dia sakit hati melihat Angga yang memeluk erat seorang wanita di sana, hati nya terasa di hujam ribuan duri yang menyayat hati.


Kenapa rasa sakit ini terasa lebih menyesakkan dari permintaan Papa nya yang meminta nya menikah dengan anak dari atasannya ayah nya.


Sementara Angga dia salah tingkah mendapati dirinya yang tengah memeluk Belinda seperti itu, pasti guru nya itu akan salah paham dengan apa yang terjadi di antara dia dan Belinda.


Dia ingin ke sana, ke tempat guru nya itu berada, menjelaskan apa yabg sebenarnya terjadi, agar Amel tidak salah paham pada nya, tunggu, menjelaskan pada Amel, memang apa hubungannya dengan Amel sampai-sampai dia harus menjelaskan pada Amel.


Mereka bukan sepasang kekasih atau tunangan dan apa hubungan mereka berdua akan sangat konyol jika dia melakukan hal tersebut apalagi Amel tengah bersama seorang yang dia tahu itu adalah kakak Amel yang merupakan seorang dosen di salah satu universitas di Singapore.


Biasa nya kakak dari guru nya itu akan pulang jika ada sesuatu yang sangat penting, tapi acara penting apa yang membuat Riska tiba-tiba sudah di tanah air.


Ya Angga mengetahui tentang semua tentang keluarga Amel, itu karena salah satu sepupunya ada yang kuliah di universitas di mana dia adalah asisten dosen nya Riska.


Pelukan antara Angga dan Belinda sudah terlepas mereka tidak mungkin seperti itu terus, yang ada mereka akan menjadi tontonan semua orang yang ada di sana.


Pesanan Angga dan belinda sudah siap dan mereka pun belum beranjak dari sana, Angga harus menemani Belinda yang masih menunggu Azzam untuk menjemput nya.


Terlihat di sana Amel masih menatap ke arah Angga dengan pandangan sendu yang terlihat jelas di netranya. Detik selanjutnya pandangan mereka pun bertemu, pancaran dari mata mereka menunjukkan rasa sakit yang begitu dalam tapi seakan niat mereka terhalang tembok yang begitu menjulang tinggi di hadapan mereka.


Akhirnya yang di tunggu muncul dengan wajah bersalah nya, Azzam menghelakan nafas nya saat melihat Belinda yang duduk sambil menunduk kepala saat dia menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ngab!"


"Eehh loe udah Sampek?" jawab Angga yabg terkejut saat mendapati Azzam yang kini sudah berdiri di samping nya


"Thanks ya udah menemani adik gue!"


"Santai kayak sama siapa aja, udah tuh bawa balik kasihan udah malem!"


"Iya, ayo pulang" ajak nya pada sang adik


"Iyyaaaa, bang!" jawab Belinda takut akan kemarahan kakaknya itu.


"Udah jangan di marahi lagi kasian dia!"


Azzam mengangguk lalu narik tangan adik nya, mereka pun akhirnya keluar dari warung makan tersebut, di ikuti oleh Angga yang harus pulang.


Amel menyaksikan semua yang terjadi di sana, bisa dia simpulkan bahwa perempuan yang tadi memeluk Angga adalah adik dari Azzam, ya itu lah yang terpikir kan oleh Amel sambil terus menatap ke arah di mana tadi Angga memeluk nya.


Di mana tempat itu adalah tempat yang sama, saat mereka makan di warung ini, sementara Riska dia seakan tidak peduli dengan adik nya itu, dia tahu bahwa adiknya itu tengah jatuh cinta pada muridnya sendiri.


Tak butuh waktu lama makanan yang di pesan oleh Riska pun telah habis tak tersisa, selain perutnya yang memang benar-benar lapar karena belum makan sejak siang, rasa masakan di warung tenda ini juga sangat enak.


Membuat Riska seakan tidak peduli dengan adik nya yang tengah galau tersebut, mereka pun pulang ke rumah dengan perasaan yang tak sama satu sama lain.


Sedangkan Angga dia sudah sampai di rumah nya dengan perasaan was-was dia tahu Mama nya itu pasti tengah menunggu diri nya pulang.


Dan itu terbukti sekarang, lampu Masih menyala di setiap ruangan yang ada di rumah nya, rupanya bukan hanya Mama nya saja yang menunggu diri nya pulang tapi papa nya juga.


kalian tahu apa artinya jika dua orang itu menunggui nya, sudah jelas pasti dia tidak akan bisa lepas begitu saja.

__ADS_1


Sial.


Selamat ya Angga,,,.... sambutan mu sudah menunggu.....


__ADS_2