
Aldi tertunduk mendengar itu, bagaimanapun juga dia sadar akan kesalahan yang telah dia perbuat, peraturan yang telah tertulis pada saat jam pelajaran Bu garang tersebut.
Kesalahan tetaplah kesalahan, walaupun tadi Bu Kayla belum masuk ke dalam kelas dan pelajaran pun belum di mulai tapi apa mau dikata, bukankah mereka selalu benar dan kita selalu salah, ya begitulah kira kira.
"Aldi" ucap Bu Kayla dengan suara pelan tapi penuh penekanan di dalamnya.
"Iya Bu"
"Sekarang kamu lakukan seperti apa yang tadi kamu lakukan saat saya belum masuk ke dalam kelas, lakukan itu sampai jam pelajaran saya selesai"
HAAH
Aldi melotot mendengar hukuman yang di berikan kepadanya. yang benar saja bisa-bisa pulang nanti di sakit pinggang sampai berhari-hari.
Bayangkan saja, selama kurang lebih 2 jam dia harus menari sambil lompat lompat, membayangkannya saja lututnya sudah terasa kebas apa lagi kalau sampai dia benar benar melakukannya.
Dengan sisa keberanian yang ada Aldi mencoba bernegosiasi dengan Gurunya tersebut.
Siapa tau dia mau mengurangi waktu hukuman yang di berikan kepadanya.
"Aduh Bu, kalo dua jam bisa patah lutut saya Bu" rengek Aldi dengan muka memelasnya.
Bu Kayla tidak menghiraukan rengekan Aldi bahkan dia kini sudah memulai pelajaran yang sempat tertunda karena ulah Aldi tadi.
Sedangkan Aldi, dia masih berdiam diri tanpa melakukan hukuman yang di berikan padanya. Lama dia berdiam diri di sana akhirnya Bu Kayla menghampiri dirinya lalu berkata.
"Kamu tidak mendengar apa yang saya perintahkan Aldi" bentaknya hingga mengagetkan seisi ruang kelas, semua orang yang tadi tengah serius mengerjakan tugas yang ia berikan pun terlonjak kaget mendengar suara menggelegar bak petir di siang bolong.
"Baik kalau kamu gak mau melakukan hukuman itu "
"Saya akan beri kamu keringanan hukum tapi saya tidak yakin kamu bisa melakukannya"
"Hukuman apa itu Bu?" jawab Aldi Dengan tatapan penuh harap.
"Kamu gantikan saya mengajar setiap jadwal pelajaran saya di kelas ini"
__ADS_1
APAAA
"Bagaimana mudah kan tidak akan capek seperti kata mu tadi" kata Bu Kayla sambil melipat kedua tangannya.
Angga masih melongo di sana memang benar apa yang di katakan Bu Kayla, pilihan kedua yang dia tawarkan tidak menguras tenaganya tapi sangat menguras otak malasnya itu.
Tak mau berlama-lama Aldi langsung menggeleng kepalanya dengan tegas, dia menolak keras tawaran kedua tersebut.
"Apa keputusan mu sekarang?"
"Saya pilih yang pertama saja Bu." kata Aldi mantap.
"Sudah ku duga padahal ada yang lebih mudah tapi kamu malah memilih yang sulit."
"Cepat lakukan sekarang atau hukuman mu akan saya tambah lagi." geramnya
"Baik Bu"
Aldi pun segera menjalankan hukumannya dari pada harus mendapatkan hukuman tambahan jika dirinya melayangkan protes kembali.
Tadi setelah Aldi menjalankan hukumannya, suasana kelas itu menjadi sunyi hanya sesekali suara dari guru yang tengah menerangkan mata pelajaran tersebut.
kini bel pun berbunyi menandakan bahwa jam istirahat telah tiba membuat Aldi bisa bernafas lega dia langsung menjatuhkan dirinya di atas ubin keramik di kelasnya tersebut tanpa menghiraukan siapapun di sana termasuk orang yang tadi memberikan dia hukuman.
Sedangkan Bu Kayla dia tampak tidak peduli pada Aldi, dia berlalu dari sana tanpa sepatah kata pun. Semua kasian menatap Aldi yang mendapatkan hukuman tapi apa mau di kata Guru killer itu tidak bisa di ganggu gugat keputusannya.
Angga yang sedari tadi memperhatikan Aldi pun langsung mendekatinya lalu dia pun bertanya.
"Elu baik baik aja kan?"
"Apanya yang baik baik saja kaki gue kayak mau patah ini"
"Masih mau?, belum patah ini Al." kata seorang siswi yang dulu pernah di kerjai oleh Aldi seakan dia bahagia di atas penderitaannya
"Sialan lu Sis"
__ADS_1
Siswi bernama Siska itu pun tak menggubris umpatan Aldi berlalu dari sana menuju kantin.
"Masih bisa berdiri gak?"
" Atau mau ke UKS aja"
"Gue gak selemah itu" ucap Aldi melengos pada Azzam yang menganggapnya lemah.
"Ya udah kita ke kantin laper gue" kata Angga
"Ok" sahut keduanya
Mereka bertiga pun berjalan ke arah kantin dan sesampainya di sana Angga menyuruh Aldi untuk duduk saja biar ia yang memesankan dia makanan.
Aldi pun mengangguk sebab kakinya seakan mati rasa, Angga dan Azzam pun memesan makanan mereka tak lama mereka kembali menghampiri Aldi dengan membawa 3 mangkok soto ayam dan jus buah naga untuk Angga dan Aldi sedangkan jus jeruk untuk Azzam.
Mereka pun makan tanpa ada drama seperti hari hari biasa karena yang menyebabkan kehebohan sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Biasanya Aldi akan dengan semangat menggoda teman perempuan yang ada di dekat meja tempat mereka menyantap makanannya. Tapi kali ini Aldi hanya diam tanpa memperdulikan mereka semua, ada sebagian yang merasa aneh dengan sikap Aldi tapi ada pula yang bersyukur karena mereka bisa makan dengan tenang hari ini.
Waktu istirahat telah habis dan kini saatnya mereka kembali melanjutkan kegiatan belajar mereka tanpa ada gangguan sedikit pun semua berjalan lancar sampai jam pelajaran berakhir.
Angga dan teman temannya berlalu dari sana menuju tempat parkir. Angga sampai harus berlari meninggalkan mereka karena dia tidak ingin Bu Guru cantiknya itu terlalu lama menunggu dirinya.
Dengan nafas yang memburu Angga telah sampai telat di sambil motor sportnya, ia pun merapikan seragam dan juga rambutnya dia merasa harus tetap terlihat keren di mata Guru idolanya.
Azzam dan Aldi hanya menggeleng melihat tingkah Angga yang sedikit berlebihan, padahal mereka hanya akan pergi ke bengkel mengambil mobil lalu pulang tapi tidak dengan Angga. Angga merasa bahwa mereka akan benar-benar berkencan seperti khayalannya.
Seperti akan mampir terlebih dahulu ke suatu tempat yang mana hanya ada mereka berdua. Ke Pantai misalnya, atau mengunjungi mall lalu makan siang di private room saling suap menyuapi satu sama lain dan berlanjut dengan acara nonton sebuah film romantis dengan adegan sedikit intim, mungkin.
Setelahnya mereka berbelanja menghabiskan uang yang selama ini dia tabung untuk masa depannya dan berakhir dengan makan malam romantis di rooftop dengan taburan bunga dan lilin yang mengelilingi mereka tanpa ada cahaya lampu hanya mengandalkan cahaya lilin di sana.
Dan menikmati makan malamnya di bawah sinar rembulan yang indah hanya ada mereka berdua tanpa ada jarak pemisah antara dia dan wanita pujaannya.
wanita yang sangat ingin dia bahagiakan dengan segenap jiwanya yang akan menjadi ibu dari beberapa anak dan menemaninya sampai di waktu dia menutup matanya, hanya dia yang ingin dia lihat untuk terakhir kalinya.
__ADS_1
Aaahhh sungguh indahnya....