MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Kencan dadakan


__ADS_3

Matahari telah menyapa bumi dengan sinar indahnya, dan hari ini adalah hari di mana banyak orang yang tidak menyukai tentang hari ini.


Senin itulah hari yang sangat ingin di lewatkan oleh sebagian orang karena waktunya mereka akan melakukan kegiatan yang cukup menguras tenaga dan pikiran.


Begitu pula dengan Angga, semalam setelah acara ngobrol dadakannya bersama Fiona, entah jam berapa dia terlelap, karena setiap dia memejamkan matanya bayangan Amel selalu menari di pelupuk matanya.


Tok


Tok


Tok


"Sayang bangun"


Tok


Tok


Tok


Tak ada sahutan dari pemilik kamar membuat orang yang tengah mengetuk pintu terpaksa masuk ke dalam kamar yang masih gelap sebab korden jendelanya masih menggantung cantik menutupi sinar Matahari pagi


"Sayang bangun sudah siang" ucap Mama Dini sambil menarik selimut yang menutupi tubuh anak bungsunya itu.


"Angga bangun"


Tak ada pergerakan dari Angga walaupun selimut yang membungkus badannya sudah di lipat oleh Mamanya.


Mama Dini yang geram saat Angga tidak kunjung bangun. Pun berjalan ke arah kamar mandi, Membasahi tangannya dengan air dan kembali menghampiri Angga. Mama Dini menggeleng melihat Angga yang sama sekali belum berpindah dari posisi tidurnya , dia benar-benar masih mengarungi mimpi indahnya.


Hingga tangan basah Mama Dini mendarat pada pipi Angga, Angga yang merasa ada sesuatu yang dingin menyentuhnya pipinya perlahan-lahan dia membuka mata lalu menggeliat untuk melemaskan otot-ototnya.


Tepukan dari tangan dingin itu di rasa kembali oleh Angga dan memaksa dia untuk membuka matanya.


"Bangun udah siang kamu sekolah apa enggak?"


"Kamu itu makanya jangan main game terus kalo malem biar paginya bisa cepet bangun."


Angga tidak menjawab Omelan Mamanya, dia lantas bangun dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi tak lupa mengambil handuk baru di lemari, Angga memang terbiasa ganti handuk setiap kali mandi.


Tak mau berlama-lama di kamar mandi Angga pun segera menyudahi acara mandinya, berganti baju tak lupa dia membawa tas sekolah lalu turun ke bawah menuju meja makan yang ternyata sudah ada anggota keluarganya yang lain.


"Selamat Pagi ooom." sapa sang keponakan

__ADS_1


"pagi Alyssa sayang"


"Kamu sarapan apa?" tanya Angga


"Aku sarapan roti sama selai strawberry"


"Om mau?"


"Enggak, Om mau sarapan nasi goreng aja."


"Mana ada nasi goreng, kemarin malam udah nasi goreng sekarang mau nasi goreng lagi." kata kak Fiona


"Ya gak papa kan kak, gak ada larangan ini juga"


"Gak ada nasi goreng sayang, Bi Siti masak kwetiau goreng sama roti panggang aja" kata Mama Dini


"Ya udah deh aku makan roti aja?"


"Ya udah cepet sarapan nanti kamu terlambat sekolahnya" kata Mama Dini lagi


Tidak ada yang bersuara saat sarapan pagi ini, hanya sesekali Alyssa yang berceloteh tentang hari-harinya bersama sang papa yang saat ini tengah berada di luar kota, Suami Fiona selalu menyempatkan diri setiap pagi hari untuk mengantar putri pertamanya itu berangkat sekolah atau sekedar bermain bersama saat di sudah pulang dari kantornya.


Setelah sarapan, mereka semua berangkat menuju tempat mereka masing-masing, Papa Farel pergi ke kantor miliknya, Fiona, dia pergi ke restorannya yang dia bangun saat dia masih kuliah dulu.


Dan Angga dia pergi ke sekolah, sedangkan mama dini dia berada di rumah mengasuh Alyssa tentunya di bantu oleh baby sitternya yang di pekerjakan oleh Fiona.


"Tumben lu gak telat?"


"Ya sekali kali biar jadi murid teladan aja."


" Idih kesambet apaan lu ngomong kayak gitu, jadi merinding gue."kata Azzam


"Jangan jangan lu kesambet janda kembang depan komplek perumahan elu ya?" kata Aldi sambil menaikkan turunkan alis nya


Angga, dia tidak menanggapi ocehan Aldi yang bisa membuat mood paginya jadi berantakan dia pun melangkah menuju kantin walau dia tidak ingin makan hanya sekedar menghindari pertemuan dengan guru cantik mereka.


Tapi saat dia akan berbelok ke arah kantin suara seseorang yang dia hindari memanggil namanya. Membuatnya mau tidak mau harus menghampirinya karena bagaimanapun juga dia adalah salah satu guru sekaligus cinta pertamanya.


"Angga terima kasih ya" ucap Amel saat di sudah sampai di depan muridnya itu.


sedangkan Angga yang mendapat ucapan itu pun menyengitkan alisnya, kebaikan apa yang dia lakukan hingga pagi pagi seperti ini dia mendapatkan ucapan dari orang yang ia cintai itu.


"Terimakasih untuk apa Bu?"

__ADS_1


"Itu yang kemarin kamu anterin Ibu ke Butik, sekali lagi terima kasih ya, Angga'" nyes hati Angga kembali merasakan sakit saat mengingat kembali kejadian di depan Butik waktu itu.


Angga pun segera menetralkan perasaannya yang bergemuruh di dalam dadanya dan dia pun menjawab Bu Amel dengan senyuman manisnya.


"Iya Bu sama sama, tak perlu sungkan seperti itu"


"Mobilnya bagaimana sudah di perbaiki atau belum?" tanya Angga.


"Sudah tapi masih belum Ibu ambil kemarin, sibuk beres beres di rumah"


"Nanti rencananya mau ibu ambil setelah pulang sekolah, eeem kamu bisa gak kalau ibu mintai tolong antarkan Ibu ke Bengkel ambil mobilnya" tambah Amel lagi.


Angga terteguh mendengar permintaan dari Amel lalu dia pun menyanggupi permintaan dari guru cantiknya itu.


"Iya Bu nanti saya antar."


"Kita boleh ikutan gak Bu?" tanya Aldi


"Ngapain lu mau ikut?"


"Ya aku mau ikutan aja gak baik berdua-duaan" jawab Aldi sambil melengos pada Angga.


"Boleh emang kalian nanti setelah sekolah gak ada kegiatan lagi"


"Gak ada Bu, paling juga nongkrong di kafe"


"Baiklah kalau begitu ibu ke kantor dulu ya." kata Bu Amel sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tiga sekawan itu


"Iyala Bu, silakan" kata ketiganya mempersilahkan.


Saat Bu Amel tidak lagi terlihat Angga pun mendekat ke arah Aldi lalu dia menendang tulang kering Aldi dan itu membuat Aldi mengerang kesakitan.


"Sakit sialan" umpat Aldi sambil meringis kala ia mendapatkan serangan dadakan dari Angga


"Lagian lu kayak gak ngerti aja orang mau berduaan malah lu recokin" sahut Azzam yang sedari tadi diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Kan niat gue baik Zam, hanya menghindari sesuatu yang tidak di inginkan, kalian tau bahayanya saat laki dan perempuan berduaan maka orang ketiganya adalah...." tanya Aldi dengan wajah mengejek ke arah Angga.


"SETAN , maksud lu dan lu tau gak setannya itu siapa ha, ya elu itu itu setannya" geram Angga sambil menunjuk ke wajah Aldi.


"Pokoknya gue gak mau tau lu gak boleh ikut, kalo lu Sampek ikut gue gebukin lu" sungut Angga marah.


Kapan lagi pikirnya bisa jalan berdua dengan wanita pujaan hati ya itu dan kalau sampai Aldi dan Azzam ikut bisa bisa acara kencan dadakannya bersama Bu Amel bisa gagal total.

__ADS_1


Ini tidak bisa di biarkan mereka tidak boleh ada yang ikut. Batin Angga.


Tiing


__ADS_2