MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Parfum


__ADS_3

Waktu terus berlalu, di salah satu Mall terbesar di kota Jakarta sepasang anak manusia tengah berada di dalam bioskop mereka menonton sebuah drama romansa yang tengah di Gandrung.


Sambil memakan popcorn dan satu cup lemon tea mereka duduk berdampingan layaknya sepasang kekasih tapi nyatanya mereka adalah sepasang guru dan murid yang entah mengapa mereka jadi akrab satu sama lain.


Film yang ditayangkan telah selesai, lampu telah di nyalakan kembali dan mereka mulai berhamburan keluar dari gedung bioskop tersebut.


Langkah kali menuntun mereka ke sebuah area time zone di sana tak ada satu pun di antara pengunjung yang merasa curiga dengan status mereka, sebab tadi Angga membeli sepasang baju santai yang di pilihkan oleh Amel tentunya.


Sangat romantis bukan mereka apakah kini status mereka telah berubah, tidak tentu saja mereka masih sama seperti hari hari sebelumnya, bukan kah Amel telah memiliki tunangan lalu apa yang bisa di harapkan dari mereka berdua.


1 jam berlalu


Mereka menyudahi permainan mereka.


Entah sadar atau tidak, mereka hari ini benar-benar menghabiskan waktu bersama makan, nonton, berbelanja bahkan bermain di time zone, ada apa sebenarnya dengan mereka.


Apa mereka lupa tentang status di antara mereka harusnya mereka tidak melakukan hal itu bukan.


Amel pun sepertinya dia tidak berpikir panjang atas apa yang dia lakukan saat ini. Bagaimana jika orang tua atau calon mertuanya tau kelakuannya saat ini pasti itu akan membuat mereka semua sangat kecewa padanya, apa lagi pria itu adalah muridnya sendiri. Apa Yang akan dia katakan jika itu benar-benar terjadi.


Mungkin ini sangat memalukan untuk sebagian orang tapi mereka seakan tidak menggubris omongan orang, yang terpenting saat ini mereka sama-sama membahagiakan diri mereka masing-masing.


Angga yang ingin mengukir kenangan dengan wanita yang telah lama bertahta di dalam hatinya, sementara Amel dia ingin merasakan kebebasan yang mungkin tidak lagi bisa dia dapatkan saat dia sudah menjadi istri dari seorang Bobby Permana.


Pergi berdua dengan pria yang diam-diam telah mencuri hatinya, apakah tidak tau bahwa apa yang mereka lakukan saat ini akan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah mereka lupakan saat mereka telah memiliki kehidupan masing-masing.


Angga melirik jam tangannya menunjuk waktu 06.45 masih cukup lama bukan untuk nya bisa menghabiskan waktu kembali bersama Amel.


Dia menari nya ke salah satu toko yang menjual berbagai macam parfum, entah dia merasa bahwa itu salah satu cara untuk mengulur waktu agar kebersamaan mereka hari ini tidak cepat berakhir.


Dia ingin egois kali ini, dia tidak ingin memikirkan apa pun lagi, yang dia pikirkan saat ini adalah menikmati waktu yang di sediakan Tuhan untuknya.


Di sana dia tampak memilih parfum yang berbeda dari yang biasa dia pakai, mungkin Angga sudah bosan dengan harum parfum yang biasa dia pakai atau bisa saja bukan, dia ingin di pilihkan wangi parfum baru oleh kesayangannya itu.


Amel menelusuri rak demi rak yang ada di sana, lalu berhenti di sana di deretan parfum yang bisa di gunakan oleh Angga, mengambil dan memberinya pada Angga.


"Angga sini" panggilnya

__ADS_1


Angga mendekat ke arah sumber suara yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tapi saat dia sudah dekat dengan Amel, Angga menyengitkan alisnya saat Amel menyodorkan botol parfum yang biasa dia gunakan.


Tunggu


Kenapa..


Kenapa dia bisa tau tahu merk parfum yang biasa dia gunakan, bukankah dia tidak pernah memberi tahu tentang hal itu.


Apa sebegitu perhatiannya gurunya itu terhadap dirinya, harusnya dia senang bukan bahwa Amel bisa mengerti dirinya tanpa di minta.


Atau mungkin juga karena dia mengenal banyak pria hingga membuatnya begitu hafal dengan wangi setiap parfum pria.


Rasanya itu tidak mungkin, bukankah selama ini dia selalu mengikuti kemana Amel pergi saat dia tidak sedang di sibukkan dengan kegiatan lainnya.


Kalau pun dia sedang sibuk toh biasanya dia juga menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemana perginya sang wanita bukan. Lalu bagaimana dia bisa berpikiran seperti itu.


Entah lah dia sendiri merasa ragu dengan penilaiannya sendiri tentang Amel.


"Angga ini...?"


"bagaimana kakak bisa tau merk parfum yang biasa aku pakai?" tanya Angga lalu tangannya menerima parfum yang di sodorkan Amel padanya.


"Itu....". kini Amel yang salah tingkah karena ketahuan kalau dirinya memperhatikan Angga dengan sebegitu detailnya.


Ayolah Amel cari alasan yang tepat agar tidak membuatmu tidak punya muka lagi di depan Angga.


"Aku hanya menebaknya saja" jawab Amel yang gugup karena Angga terus menatapnya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Hanya menebak?" kata Angga


Dia sedikit merasa kecewa dengan jawaban yang Amel berikan, bukan itu jawaban yang dia inginkan.


Lantas kau ingin jawaban yang seperti apa Angga, mungkin sepertinya aku tau jenis parfum yang kamu gunakan, atau seperti wangi parfum mu adalah candu ku.


Mana mungkin seperti itu.


Tapi yang pasti mereka sama-sama memiliki ikatan batin yang kuat. bukti nyata nyaadalah mereka enggan mengisi hati mereka untuk orang lain sejak pertemuan pertama mereka.

__ADS_1


Mereka tidak mengizinkan orang lain untuk menempati tempat tersebut, mereka membiarkan rasa yang ada di sana tanpa mereka sadari bahwa mereka sama-sama memiliki perasaan ingin memiliki yang begitu kuat, namun apalah daya jika sang takdir sudah bertitah.


"Iya" jawab Amel


"Kak kamu kenapa gak sekalian beli?" tanyanya yang sudah tidak menggunakan bahasa formal lagi seperti permintaan Amel.


"Ambillah mana yang kakak suka"


"Memangn.ya uang mu masih cukup dari tadi kamu yang bayarin Mulu" tanya Amel tanpa bermaksud merendahkan Angga.


"Cukuplah kalau cuman beli beginian"


"Dih sombong"


"Biarin"


Ucap ya lalu pergi ke deretan parfum wanita dia ingin membelikan parfum untuk wanita spesialnya yang sebentar lagi akan menjadi istri dari Bobby Permana.


Melihat banyaknya parfum yang berjejer rapi di rak tersebut, dia tampak begitu tertarik dengan satu parfum yang tengah dia pegang lalu berjalan kembali ke tempat dia meninggal wanitanya.


Tapi...


Kemana dia.


Kenapa dia menghilangkan begitu saja,


Pikiran buruk tentang apa sebenarnya yang terjadi pun berseliweran di kepalanya, Angga takut sangat takut saat tak melihat Amel di sana.


Dia pun berlari ke sana kemari mencari kemana perginya wanita itu, kenapa tidak mau menunggu dirinya di sana atau mungkin.....


Angga terus mencari hingga netranya menangkap bayangan wanita yang hilang dari pandangan matanya.


Dia berada di samping sebuah rak parfum wanita, Angga berlari mendekat kearahnya lalu tanpa permisi dia langsung memeluk Amel dengan sangat erat.


Angga yang tadinya merasa sesak di dadanya pun, tiba-tiba rasa itu menguar begitu saja saat Amel sudah ada diperlukan.


"MAU MATI INGIN AKU YA HAA"

__ADS_1


__ADS_2