
"Mama kejam sekali mau potong lagi yang ada ntar habis ma!"
"Makanya jangan aneh-aneh, nanti kalau udah waktu nya puas puasin, Mama gak akan larang malah Mama akan minta hasil nya!"
"Hasil? Hasil apa ma?" tanya Angga sambil mengerutkan keningnya.
"Nanti juga tahu sekarang kamu masih kecil gak boleh menghasilkan itu dulu!"
"Mama suka bikin anak nya penasaran aja!"
"Tadi kamu dari mana, jangan bilang nginep di rumah Aldi lagi, tadi mama telpon Aldi katanya kamu gak di sana, pergi lagi kamu sama guru mu itu?"
"Aku ke bengkel nya kak Hendra ma!"
"Nah bohong lagi kamu sama orang tua jelas jelas tadi Hendra telfon mama tanya kamu udah pulang belum? ini malah bohong lagi"
"Mama gak yakin kalau kemarin kamu tidur di Aldi, ayo ngaku kamu!"
'Sial aku lupa gak Ngabarin kak Hendra gimana ini, bisa-bisa di kurung beneran aku' , batin Angga.
"Ittuuuu, aannuu ma,,,,,!"
"Anu-anu apa kamu ha, ngomong yang jelas!"
"Anu tadi aku udah pamit pulang sama kak Hendra tapi gak langsung pulang kan aku beli makanan dulu, terus sana ketemu sama Belinda, dia sendirian jadi aku temani dia dulu "
"Kenapa malam-malam begini dia ada di luar sendirian, kemana Azzam?"
"Azzam ada di rumah, dia itu tadi di rumah Om nya, tapi tiba-tiba Tante nya sakit dah harus di bawah ke rumah sakit, nah si Belinda di ajakin gak mau"
"Terus?"
__ADS_1
"Dia pulang sendirian ke rumah tapi beli makan dulu di warung yang sama dengan Angga, terus aku tanya kenapa di sendirian dia bilang mau pulang, Angga suruh dia telfon Azzam supaya jemput dia, dan Angga nunggu in dia sampai Azzam datang"
"Dia itu takut di marahin sama Azzam, kenapa nekat pulang sendirian? kenapa gak minta dia untuk jemput gitu"
"Terus tadi dia di marah in sama Azzam, Mama gak percaya orang kayak Azzam bisa marah-marah!"
"Ye Mama, lihat orang dari cover Mulu!" cibir Angga.
"Penampilan sana isi dompet itu perlu buat kita para wanita, jangan salah kamu!"
"Semua wanita sama aja, sama-sama memuja good looking dan good rekening!"
"Iya dooong!"
"Jadi bajingan sekali pun gak papa ya ma?"
"ya gak gitu juga!"
"Itu juga perlu Angga!"
"Aaah ribet banget daaahhh ngurusin makhluk yang namanya wanita itu" ucap Angga sambil berdiri dari tempatnya.
"Mau kemana? mama belum selesai ngomong nya!"
"Mau tidur Ma ngantuk, besok Angga sekolah"
"Ya udah kita ke atas bareng-bareng, Ayo"
Mama Dini langsung menggandeng tangan anak laki-laki satu-satunya itu menuju kamarnya, Sampai di depan kamar dia mencium pipinya lalu masuk kedalam kamar nya sendiri.
Angga masih berdiri di depan pintu kamarnya, dia menatap ke arah wanita yang telah melahirkan dan membesarkan nya dengan segenap jiwa nya, dia lantas tersenyum saat mama nya sudah tidak terlihat.
__ADS_1
"Terimakasih atas semua perhatian dan pengorbanan mu Ma!"
Setelah berucap seperti itu Angga masuk ke dalam kamar nya lalu bergegas mandi, badan nya sangat lengket sekali, tak membutuhkan waktu yang lama, Angga sudah selesai dengan kegiatan bebersih nya lalu merebahkan tubuh nya di atas kasur nya.
Dalam hitungan detik dia sudah masuk ke dalam alam mimpinya, dia bahkan tidak sempat membuka ponselnya karena dia terlalu lelah hari ini.
Tanpa dia tahu bahwa sejak tadi puluhan pesan dan telfon masuk ke dalam ponsel nya membuat orang yang menghubunginya jadi kesal sendiri karena dia merasa di abaikan.
"Kemana sih Angga? Kenapa pesan ku gak bi balas sama sekali apa lagi telfon ku"
Amel melempar ponsel di atas kasur, dia pun ikut naik dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia mencoba memejamkan mata tapi tetap saja dia tidak bisa tidur, entah kemana perginya rasa kantuk nya itu.
"Aaaahhh, aku benci, benci ,benciiii, kenapa aku terus saja memikirkan nya, dia saja tidak peduli dengan ku, huuuu"
Amel bangkit dari tidurnya berjalan ke kamar kakaknya, entah suatu kebetulan atau kakaknya yang lupa, pintu kamar nya tidak di kunci oleh Riska, Amel langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di samping kakaknya yang tengah mengarungi mimpi indahnya.
Akhirnya Amel tertidur dengan memeluk kakaknya itu.
…………
Sinar matahari belum sepenuhnya keluar, rupanya sang awan menutupi cahaya indah yang terbiasa menghangat kan pagi hari.
Sebuah tepukan dari tangan kecil mendarat halus di pipinya Angga, membuat tidur nyenyak nya terganggu, namun dia masih enggan untuk membuka mata nya.
"Ooooommm, banun om banun!" kata sang pemilik tangan ya siapa lagi pelakunya jika bukan Alyssa, gadis kecil itu sudah terbangun dari tidurnya, sedangkan mamanya kembali tertidur setelah membuat susu nya.
Bayi berusia dua tahun yang sudah bisa berjalan itu keluar dari kamar dan mencari orang dewasa yang bisa di ajaknya bermain, dan kebetulan Angga, dia lupa kalau tidak menutup pintu kamarnya, jadi lah sang keponakan itu membangun kan nya.
Alyssa yang tidak mendapatkan respon dari om nya lalu masuk kedalam selimut yang di pakai Angga, tak lama dia pun juga kembali tertidur tanpa ada yang tahu.
Entah bagaimana heboh nya nanti saat semua orang sudah bangun dan tak mendapati Alyssa di kamarnya.
__ADS_1