
Sebenarnya apa itu cinta???
Jika cinta adalah kebahagiaan lalu kenapa banyak orang yang menangis karena cinta.
Lalu jika cinta adalah kesedihan banyak orang yang bahagia dengan cintanya.
Dan jika cinta adalah melihat orang yang kita cintai bahagia tanpa kita bukankah itu hanya kekonyolan belaka.
Cinta harusnya menyatukan dua keluarga dalam satu ikatan suci bukan hanya menyatukan dua insan saja bukan.
Bukan pula menyatukan dua keluarga dan membuat dua insan terikat tanpa adanya cinta di antara kedua insan tersebut.
Lantas dengan apa kita menyebutnya.
Perjodohan ya.
Banyak orang yang masih menggunakan cara ini agar anak mereka tidak salah memilih pasangan hidupnya.
Tanpa mereka sadari bahwa merekalah para orang tua yang menjadi sumber kesalahan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga keturunan mereka.
Mereka terlalu meninggikan ego tanpa mau melihat seberapa banyak air mata yang keluar dari mata darah daging mereka sendiri.
Harus berbakti
Atau jangan jadi anak durhaka
Dua kata itu yang sering mereka gunakan untuk membungkam anak-anak jika mereka ingin menyuarakan isi hati mereka yang menentang perjodohan tersebut.
Mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan tapi kalian sendiri yang menginginkan kehadiran mereka di tengah-tengah kalian.
Jadi jangan jadikan mereka sebagai obyek pemuas kebutuhan kalian.
Memang kadang ada pula di antara mereka yang bisa bahagia dengan perjodohan yang terjadi tapi tidak semua bukan.
Begitu pula dengan apa yang kini di rasakan oleh Amel, saat dirinya mengingat akan perjodohan yang telah dirancang oleh kedua orang tuanya.
Dia memilih untuk egois kali ini dengan pergi menghabiskan waktu dengan anak muridnya, dia ingin mengulang kembali hari ini, suatu saat nanti, hari yang bisa membuatnya begitu bahagia.
Tapi ingatan tentang dirinya yang kini tengah memiliki tunangan membuatnya sedikit murung dan itu membuat pemuda yang ada di balik kursi kemudi menjadi bingung.
Angga, pemuda yang kini ada di sampingnya itu menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung, membuat dia melontarkan pertanyaan yang membuat Angga bungkam dia yang tadinya bingung, kini malah bertambah bingung dengan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu apa jawabannya.
"Angga apa kamu pernah mencintai seseorang tapi kamu tidak bisa memilikinya?"
Deg
Dada Angga bergemuruh kala indera pendengarannya menangkap pertanyaan yang entah harus dengan kata apa dia menjawabnya.
Kalau pun dia berkata jujur bahwa dia saat ini tengah begitu sangat mencintai wanita yang duduk di sampingnya, apa akan merubah keadaan yang ada atau justru membuatnya kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan keadaan yang seperti ini,
Namun dia juga tidak ingin untuk tidak mengakui perasaannya itu, sama saja bukan dengan dirinya seperti tidak menginginkan Amel terus disisinya.
__ADS_1
Lama dia terdiam hingga dia dikagetkan dengan sentuhan yang ada di tangannya.
Dia menoleh ke arah di mana orang yang tengah menatapnya dengan tangan yang masih ada di lengan kirinya.
"Angga"
"Iyaa"
"Kamu pernah jatuh cinta?"
"Pernah"
"Jadi punya pacar kamu sekarang?" ucapnya dengan sedikit nyeri di ulu hatinya
"Enggak"
"Aku bahkan belum sempat menyatakan perasaanku padanya"
"Kenapa?"
Angga menggelengkan kepalanya bagaimana dia mengatakan tentang rasanya kalau dia saja sudah tahu bahwa pujaannya akan menikah dengan orang lain.
Angga bukan ingin melupakan tentang janjinya yang akan datang pada wanita itu tapi dia tidak ingin semakin membuat hatinya hancur
"Aku kalah beberapa langkah dari orang yang kini ada di hatinya"
"Aku tidak paham maksudmu?"
Angga hanya tersenyum tanpa mengalihkan konsentrasi pada jalanan yang ada di depannya
"Tidak"
"Sudahku katakan aku tidak punya pacar."
"Lalu"
"Aku mencintai orang yang dulu pernah ku temui"
Amel menoleh ke arah Angga dia menatapnya seakan dia merasa bahwa dia orang yang tengah di cari oleh Angga tapi buru-buru dia menepis pikiran yang tiba-tiba melintas di pikirannya.
"Siapa dia?"
"Dan kenapa dia pergi?"
"Dia seseorang yang membuatku selalu mengingatnya di setiap detik waktu ku" Angga menghembuskan nafasnya lalu...
"Dia yang membuatku mengerti akan apa itu cinta dan pengorbanan"
Amel diam, dia diam tanpa kata sambil menatap lurus ke arah depan melihat kendaraan yang berlalu lalang.
Kenapa cerita Angga mengingatkan dia tentang adik kecilnya apa mungkin dia adalah angga.
__ADS_1
Tapi mana mungkin.
Angga yang sekarang terlihat begitu tampan dengan tinggi 175 cm kulit nya sedikit putih dan hidung dengan standar orang Indonesia, sungguh berbeda dengan adik kecilnya waktu itu.
Ayo lah Amel itu sudah berapa tahun yang lalu bukan, kenapa kau membandingkannya dengan sekarang bukankah jelas jika seseorang akan tumbuh menjadi dewasa dan merubah penampilan ya.
"Kamu tidak berniat mencarinya kembali Angga" tanya Amel
"Untuk apa aku mencarinya"
Bahkan saat ini dia ada disampingku tapi dia akan menjadi milik orang lain. Batin Angga menahan rasa yang bergejolak di hatinya.
"Katanya cinta tapi tidak mau mencarinya." Rajuknya
"Lalu jika aku mencari apakah dia akan membalas rasaku?"
"Mungkin saja" jawab Amel singkat
"Aku tidak yakin dia masih mengingatku."
"Aku bertemu sudah lama sekali dan itu secara tidak sengaja dan aku jatuh cinta pada pandangan pertama"
Deg
"Anggaaa" panggil Amel dengan nada yang bergetar seperti menahan tangisnya
"Ayo turun, kita sudah sampai"
"HAAH" Amel menoleh ke samping kirinya dan melihat bahwa mobil mereka telah terparkir di sebelah warung nasi goreng yang bersebelahan dengan sate kambing khas Madura.
Angga membuka seat beltnya lalu turun tanpa menghiraukan Amel yang tengah terkejut dengan apa yang dia katakan.
Dia sebenarnya ingin mengungkapkan tentang apa yang dia ketahui saat ini, dia ingin mengatakan pada gurunya itu bahwa dialah anak laki-laki yang dulu di suruh mnya untuk datang menikahinya saat dia sudah besar nanti.
Tapi saat dia datang apa yang dia dapatkan hanya kesakitan yang harus di rasakan. Cintanya akan di miliki oleh seseorang yang entah pantas atau tidak untuknya bersaing mendapatkan Amel.
Dia tidak tau bagaimana perasaan Amel.
Apakah Amel masih mengingat nya?
Mengingat akan kenangan mereka.
Juga tentang dirinya yang meminta dinikahi oleh anak kecil yang di temuinya di tengah lebatnya hujan di temani satu gelas minuman hangat di depan sebuah ruko.
Enam tahun yang lalu.
Atau mungkin itu hanya ilusinya atau sebuah harapan yang akan terwujud nantinya.
Kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemenang dari sandiwara panggung drama ini.
Angga dengan egonya yang masih menyembunyikan identitas tentang dirinya yang sebenarnya.
__ADS_1
Atau Amel dengan perjodohannya.
Bisa juga janji yang tidak sengaja mereka ucap malah mengantar mereka dalam satu tujuan yang sama.