MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Dilema


__ADS_3

Hendra yang sedari tadi memperhatikan apa yang terjadi di depan nya pun tak lagi bisa menahan rasa penasaran.


Sebenarnya apa yang mereka lakukan, menganggu orang saja. batin Hendra


"Ada apa ini'' tanyanya


"Kakak Tanyakan saja sama bos kakak ini, apa yang sudah dia lakukan"


Hendra menyengitkan alisnya di sana dia tidak paham sama sekali, apa yang sebenarnya terjadi pada Angga. Hendra pun menoleh ke arah Angga mencoba menelisik apa yang tidak di ketahui oleh nya.


"Apa yang tidak aku ketahui"


"Wah parah, jangan pura-pura tidak tau kak, kamu mencoba menutupi apa yang sudah di lakukan oleh bos mu ini kan, ayo jawab?" desak Aldi yang sudah sangat penasaran dengan Angga.


Sedangkan Angga merasa bahwa dia tidak akan bisa lolos lagi dari mereka berdua apa lagi di tambah dengan ada nya Hendra di sana.


"Aku tidak tau apa pun , jadi jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" kata Hendra sambil menutup laptop yabg ada di meja lalu berjalan ke arah di mana bos dan ke dua temannya itu berada.


"kira-kira apa yang di lakukan dua orang saat berada di dalam Apartemen?" tanya Aldi sambil melirik tajam ke arah Angga.


"APAAAA?" teriak Hendra yang tiba-tiba paham kemana arah pembicaraan itu.


"Jadi semalam kamu tidur dengan gurumu?" tanya Hendra langsung tanpa basa basi.


"Kok kakak bisa langsung tahu?" tanya Azzam yang dari tadi hanya menyaksikan perdebatan Mereka.


Aaawww...


Azzam mengumpat saat kepalanya menjadi sasaran empuk dari Hendra walau tidak secara langsung karena Hendra melemparinya dengan remote tv yang ada di meja.


"Aku kan kemarin ketemu mereka sedang makan malam di warung nasi goreng yang biasa nya itu''


"Oh iya lupa" kata Azzam dengan cengiran khas miliknya.


"Jadiiiii" ucap Hendra, dia menatap Angga yang sepertinya tidak tertarik sama sekali dengan topik yang mereka bahas.

__ADS_1


"Apa, kalian mau apa?" tanya Angga yang merasa dirinya terancam dia ingin kabur tapi bagaimana bisa, kunci pintu, ponsel, hingga kunci motornya pun berada dalam kekuasaan tiga orang tersebut.


"Cerita kan bagaimana bisa kamu berbuat seperti itu" tanya Aldi dengan gerakan tangan seperti sedaanggg...


"Apa yang kalian pikirkan, tidak terjadi apa pun di antara kami!" terang Angga


"Jadi, benar kalau kalian menginap di apartemen" lengking suara Aldi terdengar begitu menyakitkan telinga ketiganya.


Sial aku masuk dalam jebakan mereka, batin Angga sambil menahan malu.


"Aku gak nyangka teman kita ini sudah berani berbuat sejauh itu"


"Sejauh itu apa?, apa yang kalian pikirkan, aku memang mencintainya tapi aku tidak akan merusak nya"


"Kenapa?" kini Azzam yang bertanya setelah lama terdiam.


"Iya bukan kan dengan begitu dia akan menjadi milik mu seutuh nya?"


"Kamu melewatkan kesempatan yang di berikan alam pada mu brother!"


"Lalu apa yang kalian lakukan semalaman"


"Tidak ada, di tidur di kamar dan aku tidur di sofa" elaknya.


"Astaga mereka benar-benar tidur bersama walau beda ruangan"


lagi lagi Angga tanpa sadar mengakui perbuatannya yang dia lakukan bersama Amel semalam, tapi untung nya mereka tidak lagi menanyakan hal lain yang lebih dalam, Angga takut diri nya keceplosan saat di giring opini oleh mereka bertiga.


Angga berpikir bahwa semuanya sudah selesai tapi ternyata dia salah, Hendra yang sedari tadi hanya menatap Angga pun kembali bertanya.


"kenapa tidak kamu antar dia pulang, malah kamu bawah calon istri orang itu ke dalam apartemen mu"


"Bagaimana kalau sampai di grebek karir guru mu itu akan hancur dan kemungkinan besar Om Farel pasti akan mengirim mu ke luar negeri untuk waktu yang sangat lama."


apa yang di ucapakan Hendra benar ada nya kenapa dia tidak berfikir sejauh itu, tidak bukan dia tidak berfikir seperti itu semalam.

__ADS_1


Seingat nya dia menawarkan diri untuk mengantar pulang Amel ke rumah tapi wanita itu yang tidak mau dan malah menangis dalam pelukan nya.


Ada banyak hal yang tidak di ketahui oleh mereka lebih baik dia tidak membahas nya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Amel dan tunangannya.


"Sudahlah tak perlu di pikirkan lagi, lain kali berpikir jauh dulu saat akan melakukan sesuatu jangan sampai apa yang kamu lakukan sekarang bisa membuat mu terkena masalah"


"Tapi kak menurutku kenapa Bu Amel mau menginap di apartemen Angga, bukankah itu hal yang cukup janggal jika Bu Amel tiba-tiba menawarkan diri menginap di sana" tanya Aldi


"Bisa saja Bu Amel di paksa oleh bajingan satu ini!" kata Azzam sambil menunjuk ke wajah Angga yang tiba-tiba mengangkat kepala melihat ke arah mereka bertiga.


bagaimana mereka bisa berpikir seperti itu, memangnya aku ingin tersiksa seperti semalam, bahkan saat ini kepala ku masih nyut-nyutan gara-gara Amel. batin Angga


"Sudahlah kalian tidak akan tau apa yang terjadi sebenarnya jadi lebih baik kalian semua diam saja" kata Angga dengan nada frustasi nya.


"Aku masih waras seratus persen, jadi aku tidak akan berbuat yang tidak senonoh pada wanita yang ingin aku bahagiakan" kata nya sambil beranjak dari sana, dia mendekati Azzam dan Aldi meminta kunci motornya dan juga ponsel, tak lupa juga dia meminta Aldi untuk membuka pintu ruangan tersebut.


setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Angga berlalu dari sana dengan perasaan yang berkecamuk, di kesal dan juga menyesal .


Dia kesal dengan ketiga sahabatnya itu yang tidak mempercayai dirinya dan dia juga menyesal karena semalam tidak bisa menolak permintaan Amel.


Tapi nasib baik masih berpihak pada nya, sebab yang tau akan hal itu hanya orang-orang yang bisa di percayai nya.


Angga pergi dari sana bukan karena marah tapi dia ingin menenangkan dirinya agar tidak mudah terbawa perasaan saat bersama Amel dia pikir bahwa dia harus menjauh dari guru nya itu agar dia tidak merasa sakit yang begitu dalam saat melihat Amel menikah nantinya.


Bukan dia lupa aka perkataan Amel yang tidak mencintai calon suami itu tapi apa yang bisa di lakukan oleh nya kau dia melawan calon suami Amel pasti nya dia akan masuk dalam jurang yang tidak tau kapan bisa keluar.


Dia tidak ingin menyinggung keluarga calon suami Amel bisa-bisa nanti bukan hanya dirinya yang menanggung semua akibat tapi juga seluruh keluarganya dan juga keluarga besar Amel.


Sepanjang yang dia tau dari apa yang dia selidiki sendiri, bahwa keluarga calon suami gurunya itu adalah orang terpandang dan memiliki perusahaan besar.


jika dia berani bermain-main dengan mereka tentu saja dengan mudah nya keluarga nya kan di gulung habis oleh mereka.


Angga bingung apa yang harus dia lakukan untuk cinta nya itu, jika dia hanya berdiam diri maka wanita nya akan tersakiti dengan pernikahan itu, tapi jika dia berjalan maju untuk menggagalkan rencana pernikahan itu sudah pasti kehancuran akan menimpa keluarganya.


Dan Angga tidak akan sanggup untuk melihat itu.

__ADS_1


lalu apa kira-kira yang akan di lakukan oleh angga?


__ADS_2