MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Flashback on


__ADS_3

Angga kecil terpesona dengan senyuman itu dia terdiam, seperti tersihir oleh kecantikan wajah gadis yang seusia dengan kakak perempuannya hingga suara gadis itu menyadarkan dia dari rasa kagumnya.


"Ini minum dulu" ucap gadis itu sambil menyodorkan minum hangat pada Angga, Angga yang kedinginan pun menerima dengan senang hati minuman itu lalu meminumnya.


Hangat dari minuman yang baru di teguknya menghantarkan rasa hangat pada tubuh Angga yang entah berapa lama dia terjebak hujan di sana. rumahnya lumayan jauh dari tempatnya bermain tadi.


Keasikan bermain sepeda tadi membuatnya tidak menyadari bahwa matahari cerah telah berganti awan mendung di sana. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membuat ia tidak bisa kembali kerumahnya kalau pun dia nekat menerobos hujan, yang ada saat dia sampai di rumah, ia akan mendengarkan sang mama menyanyikan lagu Indonesia raya jika dirinya kedapatan pulang dalam keadaan basah kuyup.


" Bagaimana?, sudah tidak kedinginan lagi kah?" tanya gadis itu.


"Iya kak, terima kasih" jawabnya.


"Apakah rumah mu jauh dari sini?" tanya gadis itu lagi.


"Lumayan jauh kak, apa lagi hujan begini sampai rumah bisa basah kuyup"


"Kamu tadi dari mana dek"


"Aku sudah besar" ucapnya lantang


Gadis itu menyengitkan alisnya mendengar ucapan Angga, kenapa dia terlihat marah.


"Aku tidak suka di panggil dek"


Gadis itu pun tertawa mendengar ucapan Angga, bagaimana tidak dia yang masih terlihat seperti anak SD tidak mau di panggil adik olehnya. Dan rupanya panggilan yang ia sematkan itu membuatnya marah.


"Lalu kakak harus memanggil mu apa?" tanyanya masih dengan tawa yang terdengar dari mulutnya.


"Apa aku harus memanggilmu kakak juga atau mas mungkin?"


"Ah tidak tidak aku seperti memanggil suami saja saat memanggil mu mas" ejeknya sambil terus tertawa bahkan suara tawanya sampai mengundang rasa penasaran orang lain untuk menoleh kearahnya.


"Ya harusnya memang begitu, kamu harus memanggilku mas!"


"Ooh anak manis, ayo lah jangan seperti itu kau terlihat sangat menggemaskan" katanya sambil mencubit pipi Angga.


"Jangan menyentuhku" ucap Angga marah


"Kau sungguh menggemaskan adik kecil" katanya tanpa menghiraukan ucapan Angga, malah dia semakin berani untuk menggoda Angga dengan mengacak rambutnya.


"Berani beraninya kau menyentuhku, kamu harus bertanggung jawab untuk itu"


"Hahahaha"


"Memangnya apa yang aku lakukan hingga aku harus bertanggung jawab pada mu" ucap gadis itu masih dengan tawanya

__ADS_1


"kamu telah menyentuhku tadi"


"Dan siapa pun yang telah menyentuhku harus menikah denganku"


"Astaga, hahahahahah"


"Bagaimana mungkin Aku menikah dengan anak kecil seperti mu"


"Lihat saja aku pasti datang jika sudah saatnya nanti dan ku pastikan kamu akan jadi milikku" ucap Angga kecil dengan wajah merahnya.


"Aku tunggu janji mu adek manis" ucap gadis itu lalu melangkah pergi meninggalkan Angga yang masih menatap ke arahnya.


"Tunggu" ucap Angga menghentikan langkah kaki gadis itu.


"Siapa nama kakak?" lanjut Angga


"Hahhahahaha"


"Kau mau bilang mau menikah denganku tapi kamu saja masih memanggilku kakak, kamu membuat perutku sakit karena ucapanmu " lanjut gadis itu lagi


Angga mengeram kesal mendengar ucapan gadis berseragam SMA itu.


Angga mendekat kearah perempuan yang sedari tadi menertawakan dirinya seakan dia tidak layak untuk menjadi pendamping hidupnya.


"Ah aku tau, bagaimana kalau aku memanggilmu, Baby "


Eh


Rupanya dia salah karena telah menjahili anak yang di anggapnya masih kecil itu, walau sebenarnya dia memang masih anak kecil.


"Jangan sembarang kamu" bentak gadis itu pada Angga.


Angga tersenyum miring melihat itu lalu sorot matanya teralih kan pada sebuah name tag yang ada di seragam gadis itu.


"Camelia Sabrina" ujarnya lirih bahkan nyaris tak ada yang mendengar apa yang tengah dia ucapkan.


Angga lalu melepas kalung emas putih yang ada di lehernya lalu berjalan memutar ke belakang Amel lalu memakaikan kalungnya di leher jenjang kakak cantik bernama Camelia Sabrina.


"Aku sudah menandaimu, maka jangan pernah sekali pun kamu coba coba untuk melepasnya tanpa ijin dari ku "


"Mulai sekarang kamu adalah milik ku, dan terima kasih jaket dan minuman hangat nya, Baby"


Tanpa menunggu jawaban dari Amel, Angga berjalan menuju sepedanya menerobos hujan rintik-rintik itu.


Sedangkan gadis itu masih diam mematung di tempatnya sambil memegang kalung yang ada di leher ya, kalung dari seseorang yang di anggapnya masih kecil nyatanya bisa membuat nya diam tak berkutik.

__ADS_1


Ya, gadis berseragam SMA itu adalah Camelia Sabrina yang baru pulang dari rumah temannya. Namun dia singgah terlebih dahulu di deretan ruko yang berjejer di sepanjang jalan menuju rumahnya.


Dia masuk ke salah satu toko kue di sana, dia sangat suka kudapan manis untuk menjaga moodnya agar tetap stabil, ya itu lah cara yang paling ampun menurutnya.


Tapi saat dia hendak pulang hujan turun dengan derasnya membuat dia mengurungkan niatnya untuk pulang, sungguh konyol jika dia bermain hujan di usianya yang sekarang sudah delapan belas tahun.


Lalu dia pun berjalan menyusuri deretan ruko tersebut, kemudian dia pun masuk ke restoran cepat saji merah dan kuning itu lalu memesan minuman hangat yang sangat cocok dengan cuaca saat ini.


Setelah memesannya dia pun berjalan keluar sambil menunggu hujan yang masih turun dengan derasnya.


Lama dia menunggu hujan tak kunjung berhenti, dia pun memutuskan untuk kembali masuk ke dalam restoran cepat saji tersebut. Namun langkahnya terhenti saat matanya menangkap ada seorang anak kecil tengah jongkok meringkuk tidak jauh dari tempatnya berdiri lalu dia pun masuk kembali restoran tersebut dan memesan minuman hangat lalu membayarnya dan berjalan kembali menghampiri anak kecil menyebalkan tersebut tanpa tau siapa namanya.


flashback off


*****


DAAR


"sialan lu, bikin kaget aja" keluh Angga pada Aldi


Angga tersentak kaget dari lamunan tentang pertemuan pertamanya dengan Amel yang kini menjadi guru di tempatnya menimba ilmu.


"Loe pagi pagi udah ngelamun aja, kesambet baru tau rasa loe?" tegur Aldi


"Mikirin apa Loe haah"


"Gak ada"


Ucap Angga dan dia pun pergi dari sana, menghindar dari pertanyaan yang akan di lontarkan Aldi.


"Sarapannya udah datang belum?" tanya Angga


"Emang Loe pesen makanan?"


"Mandi sana bau loe" kata Azzam sambil melempar handuknya ke arah Aldi.


"Males gue" itulah kebiasaan Aldi yang sangat malas untuk mandi dia merasa sudah cukup tanpa jadi apa lagi guna nya mandi.


Azzam melirik ke arah Angga, Angga pun menangkap maksud dari Azzam, dia pun menganggukkan kepalanya.


Aldi yang di perhatikan oleh kedua temannya pun tersadar ada bahaya di sekitarnya, dia pun melarikan diri dari sana menuju kamar mandi.


Angga dan azzam pun tertawa melihat tingkah Aldi yang ketakutan.


" selamat "

__ADS_1


__ADS_2