
"Kenapa?" tanya Amel saat mendengar sahabat itu mendesah kesal.
"Lihat ini!" ucapnya sambil menyodorkan ponselnya pada Amel.
Amel memejamkan matanya setelah membaca pesan singkat yang di kirim oleh Angga, sebegitu marahnya Angga pada nya hingga dia benar-benar tidak ingin di ketahui oleh nya, Amel menoleh pada sahabat yang kini bersandar pada sofa dengan kepala mendongak ke atas.
"Boleh aku membalas pesan nya ?"
"Jangan gila Lia, apa kamu benar-benar tidak ingin mendengar kabarnya lagi, jika iya maka lakukan saja!" ketus nya pada sahabat yang mendadak????
"Jika kamu masih ingin tahu mengenai dirinya maka diam dan tunggu kabar dari ku, kamu akan tahu kabarnya setiap hati jika kamu tidak membuat kekacauan dengan menghubungi nya menggunakan ponsel ku"
"Tapi kenapa dia meninggalkan aku, jika saat itu dia mengatakan yang sebenarnya mungkin kita bisa bersatu dan aku tidak perlu menikah dengan Bobby!"
"Aku ingin bertemu dengan nya, di sisi lain aku juga membencinya!"
"Katakan aku harus apa?, kenapa dia dengan begitu tega nya meninggalkan aku, dia yang meminta aku bertanggungjawab tapi kenapa dia juga yang membuat aku tidak bisa memenuhi permintaan nya!"
"Ada suatu hal yang tidak akan bisa kamu pahami, jadi mulai sekarang anggap dia tidak pernah ada di dalam kehidupan mu baik saat dulu nanti atau pun di masa depan!"
"Apa maksudmu Fi, setelah semua yang terjadi kamu memintaku untuk melupakan adik mu!"
"Percaya pada ku Lia, itu yang terbaik untuk kalian semua!"
"Kamu tahu semua perjuangan dan penantian panjang ku lalu kini dengan mudah nya kamu meminta ku untuk melupakan nya!"
"Aku tahu ini tidak mudah untuk kalian tapi percayalah ini yang terbaik, aku mohon lupakan Angga biarkan dia pergi, kamu sekarang sudah punya suami, aku rasa dengan pernikahanmu, kamu bisa dengan mudah melupakan Angga!"
"Apa karena aku teman mu yang usianya jauh lebih tua dari Angga, iya jadi kamu tidak mengizinkan Angga menikah dengan ku!"
"Aku tidak menyangka kamu seperti itu Fiona, aku kecewa pada kalian semua,!"
"Baiklah aku turuti permintaan mu, aku akan melupakan kalian semua, bahkan sampai mati pun aku tidak ingin melihat kalian lagi!"
__ADS_1
"Lia bukan seperti itu maksud ku, Lia!"
"Lia dengarkan aku dulu!" ucap Fiona yang berusaha membujuk Amel yang sedang kecewa pada mereka.
Tanpa Amel tahu bahwa situasi yang sebenarnya terjadi tidak seperti yang ada di pikiran tapi dia yang terlanjur sakit hati tidak mau mendengarkan lagi penjelasan dari sahabat nya itu.
Amel keluar dari rumah Fiona dia langsung masuk ke dalam mobil nya yang tadi mereka tumpangi saat datang ke rumah ini.
Sementara Fiona dia terus berlari mengejar sahabat nya itu yang kini sudah berada di dalam mobil nya.
"Lia, Lia tunggu"
"Lia dengarkan aku dulu, Lia buka kacanya Lia" kata Fiona sambil terus mengetuk kaca mobil nya.
Amel yang sedang di kuasai amarah dan kecewa pun tidak menghiraukan panggilan dari teman nya itu, dia menghidupkan mesin mobil nya lalu pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Fiona.
Sementara Fiona dia merutuki kebodohan yang tidak mau menunggu waktu untuk membicarakan semua ini dengan Amel.
bagaimana pun juga Amel dia pasti akan tersinggung dengan ucapan nya yang seakan tidak menyetujui hubungan mereka.
Ada rasa khawatir dalam diri Fiona tapi menjelaskan semuanya saat ini juga bukan waktu yang tepat, karena Amel yang sedang emosi tidak akan mendengar setiap penjelasan yang keluar dari mulutnya.
Fiona masuk ke dalam rumah nya lalu mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu, dia merenung semua yang terjadi pada keluarganya saat ini.
---------
Amel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah yang dia tempati setelah menikah dengan Bobby, suaminya.
Suami yang bahkan selama dua bulan ini belum sama sekali menyentuhnya, dia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang di tutup oleh suaminya itu.
Mereka memang tidur bersama dalam satu kamar dan satu ranjang, tapi tidak ada apa pun yang terjadi saat mereka tengah berada di dalam satu ruangan yang sama.
Hubungan mereka terkesan dingin dan bisa di katakan kalau mereka hanya tinggal bersama tanpa memperdulikan satu sama lain.
__ADS_1
Mereka berdua sama-sama menjunjung egoisme yang tinggi hingga tidak ada satupun yang mau mengalah dan membuka jalan untuk membangun rumah tangga mereka.
Amel masuk ke dalam rumah minimalis berlantai dua itu, dia langsung menuju kamar nya tanpa menghiraukan tatapan bingung dari laki-laki yang telah menjadi suami nya itu.
Amel tidak pernah pulang dalam keadaan kacau seperti itu, membuat Bobby tergelitik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Di hampir wanita yang sudah menjadi pasangan hidupnya itu di dalam kamar mereka..
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Bobby.
Amel mengangguk, dia tidak bisa bercerita pada laki-laki yang kini ada di hadapannya.
"Coba ceritakan!"
"Aku ingin tidur saja!"
Bobby mengangguk dia tidak ingin memaksakan Amel untuk bercerita pada nya, karena Bobby sadar mereka hanyalah dua orang asing yang di paksa menikah dan tinggal satu atap.
Setelah menyelimuti Amel, Bobby kembali ke sofa yang tadi dia gunakan untuk mengecek laporan yang tadi sempat tertunda.
Amel dia tidak benar-benar tidur, dia sengaja melakukan itu agar Bobby tidak lagi mengorek informasi tentang keadaan nya saat ini dia juga begitu malas meladeni Bobby yang notabene adalah suami nya itu.
Air mata nya kembali menetes membasahi bantal yang digunakan untuk membaringkan kepalanya, saat dia teringat akan wajah tampan Angga yang belum tersentuh air sedikit pun, dia pernah tertidur dalam pelukan siswanya itu sepanjang malam tidur.
Malam indah yang hanya bisa dia kenang adalah hati nya malam yang tidak akan pernah terjadi untuk ke dua kakinya.
Sebegitu nya dia menginginkan lelaki yang merupakan adik dari teman curhat nya.
Bahkan gila nya lagi Amel masih merasa detak jantung Angga yang pernah menjadi bantalan tidur nya, lalu bagaimana dia memenuhi permintaan Fiona untuk melupakan Angga.
jika dirinya saja begitu terikat benang tak kasat mata dengan Angga, sanggupkah dia melupakan lelaki yang tanpa penjelasan meninggalkan dirinya.
laki-laki yang menyerah sebelum berperang itu pantas kah dia tangisi pantaskah dia pertahankan.
__ADS_1
Lelaki paling pengecut yang pernah dia kenal dan miris nya lagi dia mencintai nya dan masih mengharapkan nya.