
Angga tidak menolak juga tidak membalas pelukan dari kakaknya tersebut dia hanya diam membiarkan kakaknya itu melakukan apa yang dia ingin kan.
Cukup lama mereka berpelukan Fiona melerai pelukannya lalu menangkup wajah tampan adik satu-satunya itu, di tatap nya lekat wajah yang kini seakan tidak ada kehidupan di sana.
Di kecup nya kedua pipi nya kanan dan kiri, masih sama Angga masih tidak bergeming sedikitpun, hati siapa yang tidak merasakan sakit nya saat saudaranya yang pernah tinggal satu rahim dengan nya itu merasa kesakitan yang begitu dalam.
Dia tahu bahkan sangat tahu, bagaimana perasaan Angga pada wanita yang memintanya untuk datang dan melamar nya, menjadi dia sebagai ratu di hatinya, tapi semua itu hancur begitu saja saat adik nya itu sedikit lagi akan mendapatkan semua yang dia perjuangan kan selama ini.
Dan lagi, yang membuat nya bertambah syok, tentang wanita yang selama ini di puja adik nya itu adalah sahabat sendiri yang masih menunggu seorang anak yang dulu dia minta untuk menikahi.
yang menjadi sedih nya seorang Fiona adalah dia tidak menyadarinya, bahwa cerita mereka berdua adalah sama dan mereka sama-sama memiliki perasaan yang kuat.
Bagaimana Angga yang berjuang keras mendirikan bengkelnya untuk menafkahi sahabatnya, dan Amel yang begitu setia menunggu adik nya itu, sampai-sampai dia tidak pernah menjalani hubungan dengan orang lain.
Namun takdir seakan mempermainkan perasaan dan perjuangan mereka berdua, entah lah apa yang Tuhan rencana untuk dua anak manusia yang terikat oleh janji di masa lalu.
"Angga!"
"Kamu harus kuat, kakak memang tidak pernah merasakan apa yang kamu rasakan tapi cobalah untuk menerima semuanya, menerima takdir bahwa dia bukan yang siap kan Tuhan untuk mu!"
"Kakak tahu perjuangan mu dan seperti apa perjuangan sahabat kakak itu"
Atensi Angga teralih saat mendengar kata yang di ucapkan kakak nya itu, maksudnya apa?, sahabat kakak nya?
Siapa?
"Apa maksudmu kak?"
"Wanita yang selama ini kamu cari dia adalah sahabat kakak!"
Duuuaaarrr,,,,
Apalagi ini,
__ADS_1
Kenyataan apa lagi yang harus di terima nya, kenapa hari ini dia mendapatkan banyak sekali kejutan yang membolak-balik kan dunia nya.
Dari pernikahan Amel hingga status Amel yang merupakan orang terdekat kakak nya yang menjadi tempat curhat nya.
"Kakak bercanda kan?"
"Kakak jawab aku!"
"Aku gak bercanda, dia memang sahabat kakak dulu saat kuliah di Bandung, kami terbiasa memanggil nya dengan sebutan Rina sebagai panggilan belakang nya!"
"Ternyata orang yang ku cari selama ini ada di dekat mu kak!" ucap nya sambil tersenyum.
Fiona semakin meras bersalah pada adik dan teman nya itu, tapi apa boleh buat mereka juga tidak ada yang punya foto, bahkan sahabat nya itu tidak tahu siapa nama laki-laki yang dia tunggu sejak lama.
" Kamu di rumah saja, tidak perlu menemani kakak ke sana, kakak bisa sendiri!"
"Tidak kak, aku juga akan datang, mungil sudah waktu nya aku membuka tentang semua yang terjadi di masala lalu!"
Fiona di buat gelagapan oleh Angga dia takut Angga melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri. Angga yang faham dengan kekhawatiran kakak nya pun kembali berkata.
"Tapi kakak tidak mau melihat kamu seperti ini, kakak takut kamu tidak bisa mengendalikan diri saat di sana nanti!"
"Tenang saja kak! Aku bukan seorang pengecut yang akan membuat kerusuhan di sana!"
"Aku hanya ingin mengembalikan sesuatu yang tidak seharusnya aku simpan saat ini!"
"Kakak minta kamu jangan pernah membencinya kakak tahu dia wanita yang baik!"
"Kalau kakak tahu dia wanita yang baik, katakan pada ku kak, katakan kenapa dia menikah sedangkan dia sendiri yang meminta ku untuk datang pada nya, melamarnya lalu menikahi nya, tapi apa yang aku dapatkan kak!"
"Apa? yang ku dapatkan, yang ku dapatkan hanya sebuah penghinaan ini kak, katakan, katakan dari sisi mana kakak bilang dia wanita baik-baik " ucap nya dengan setengah membentak pada kakaknya.
"Dia mencintai mu Angga, sangat mencintai tapi dia terpaksa menikah dengan Bobby karena keinginannya dari Bobby dan keluarganya"
__ADS_1
"Dia bahkan masih menunggumu di hari-hari terakhir sebelum pernikahan ini walau dia tidak yakin bahwa kamu masih mengingat nya!"
"Dia begitulah berharap bahwa kamu benar-benar datang dan membawa nya pergi dari pernikahan yang tidak pernah di inginkan nya"
"Apa maksudmu kak?"
"Dia di jodohkan sebagai alasan balas budi pada sahabat ayah yang juga atasan nya sendiri, jadi pesan kakak jangan pernah membenci dia, tetap cintai dia dalam hati kecil mu sebagai wanita yang pernah kamu jadikan ratu di hati mu"
Angga menghelakan nafas nya dia tidak menyangka bahwa perjodohan masih ada di sekitar nya, dia mencoba meredam semua rasa yang berkecamuk dalam dada nya.
"Ayo cepat ganti baju mu kita harus segera berangkat!"
"Kak boleh aku minta tolong?"
"Katakan apa yang bisa kakak lakukan''
"Tolong bungkus surat undangan dan jaket milik nya, juga kotak silver yang ada di tas sekolah ku jadikan satu dan nanti tolong berikan pada nya!"
Fiona mengangguk menyanggupi permintaan dari adik nya itu, di bawah nya ketiga arang itu keluar dari kamar adik nya, lalu masuk ke kamarnya sendiri dan membungkus nya dengan cantik sesuai dengan permintaan Angga.
Sementara Angga dia bergegas mandi dan mengganti baju nya, tak butuh waktu yang yang lama dia sudah siap dengan setelan jas lengkap yang sama seperti papa nya.
Tinggal menyemprotkan parfum dan memakai jam tangan nya, pintu tiba-tiba terbuka membuat perhatian Angga teralihkan, siapa yang masuk ke dalam kamar nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ooommm, ayo berangkat!"
Angga berjalan menghampiri Alyssa yang berdiri di depan pintu kamar, lalu mengangkat tubuh keponakan satu-satunya itu ke dalam gendongan.
"Tunggu di sini sebentar, boleh?"
Alyssa mengangguk kan kepalanya dia duduk sambil terus memperhatikan Om nya yang sedang bersiap-siap itu.
"Om ganteng, kalau Alyssa sudah besar nanti Alyssa mau menikah sama orang yang ganteng kayak Om Angga, hihihi?"
__ADS_1
Angga hanya tersenyum lalu mengusap kepala Alyssa yang tengah menatap nya dengan senyum polos di wajah nya, senyum yang akan menghiasi hari-hari Angga kedepan nya.
"Semoga kamu bahagia Amel, aku akan tetap mencintai mu"