
Mobil yang di kendaraan Angga dan Hendra akhirnya sampai di Apartemen sederhana yang dia belinya sekitar 1 tahun yang lalu.
Setelah memarkir mobil yang di kendarainya, Hendra berjalan memutar ke arah samping kemudi untuk membantu Angga berjalan menuju lift dan masuk kedalam, lift pun berjalan menuju lantai 10 tepat unit Angga berada.
Setelah sampai Angga pun membuka pintu setelah memasukkan kode password yang hanya di ketahui olehnya dan juga Hendra.
Angga pun duduk di sofa ruang tamu Apartemennya, kakinya cukup pegal saat dia buat berjalan tadi.
Sedangkan Hendra dia berjalan menuju kulkas lalu mengambil soft drink di sana kemudian ia menghampiri Angga yang tengah duduk di sofa dengan kepala mendongak ke atas, kedua tangan nya ia rentangkan di sofa.
Terdengar tarikan nafas frustasi dan helaan nafas kasar memenuhi ruang tamu Apartemen tersebut. Angga sebisa mungkin dia menghalau rasa sakit di hatinya, sedari tadi dia mencoba menetralisir emosi jiwanya rasa sakit di relungnya seakan membuatnya ingin lari dan melupakan semua rasa sakit ini.
Saat Hendra merasa waktu yang di berikan untuk Angga menenangkan dirinya sudah cukup, Hendra pun menyodorkan soft drink yang tadi ia taruh di meja.
Angga menerima minuman tersebut lalu meminumnya hingga tandas tak tersisa lalu dia pun membuka obrolan kembali dengan Hendra yang sedari tadi hanya diam menatap ke arahnya
"Setelah gue lulus nanti, gue akan pergi ke Yogya, gue mau kuliah di sana, masalah bengkel yang di sini Loe atur aja kak"
"Loe serius''
''Iya, semakin gue disini gue akan semakin sulit ngelupain dia kak"
''Ya terserah Loe aja sich, gue cuman bisa dukung Loe aja"
"Apa yang menurut Loe baik, Loe jalan in aja" lanjut Hendra lagi
Ting tong
Ting tong
Hendra yang mendengar ada orang yang membunyikan bel pun dia berjalan menuju pintu setelah melihat siapa yang datang dari lubang pintu dia pun membuka pintu karena Yang datang adalah orang yang tadi ia suruh untuk menemani atasannya yang tengah galau.
Azzam dan Aldi langsung menerobos masuk tanpa menunggu di persilahkan, Hendra yang melihat itu hanya bisa mendengus kesal lantaran dirinya hanya dianggap angin lalu oleh dua bocah labil itu.
"Loe kenapa bangsat" marah Aldi
"Kenapa gak Ngabarin kita" tanya Azzam menimpali
"Kayak nya dia gak nganggep kita temen lagi zzam" kata Aldi yang menjadi kompor di sana
Azzam diam tanpa menjawab Aldi, tatapan matanya mengarah pada Angga yang yang terlihat santai menghadapi kemarahan kedua sahabatnya.
Hendra datang dari arah dapur dengan membawa dua kaleng soft drink di tangan nya, dia pun melemparnya ke arah Aldi dan Azzam, keduanya pun menangkapnya sambil terus menatap ke arah Angga yang masih diam tanpa berkata sedikit pun.
__ADS_1
"Kenapa dia kak" tanya Aldi penasaran
"Biasa lagi galau dia, kalian berdua temenin dia disini gue mau ke bengkel benerin motor nya dia"
Tanpa menunggu jawaban Hendra keluar dari apartemen menuju bengkel, tadi dia menyuruh anak buahnya untuk mengambil motor bos mereka di klinik lalu membawanya ke bengkel.
"Loe gak papa" tanya Azzam
"Jawab bangsat" geram Aldi karena sedari tadi Angga hanya diam tanpa menjawab mereka.
"Sakit gigi loe"
"Berisik loe pada, kayak emak emak komplek" ejek Angga tanpa ekspresi
"Makanya kalo ada orang tanya itu jawab jangan diem aja kayak orang lagi sakit gigi"
Huuuhhh
Terdengar helaan nafas dari mulut Angga, dia merasa konyol dengan tingkahnya sendiri.
"Kak Hendra pasti udah ngomong sama kalian kan?"
"Iya, tapi kita pengen denger dari mulut loe sendiri" dan di angguki oleh Azzam yang sedari tadi memperhatikan perdebatan dua temannya itu.
"Intinya gue melawan arus dan di depan gue ada mobil untungnya tu mobil jalannya pelan kalo gak ya gak tau jadi nya kayak gimana"
mereka membulat kan mata kaget, bagaimana tidak, Angga terlihat begitu santai saat menceritakan kejadian yang hampir merenggut nyawanya.
"Astaga"
"Loe mikirin apa ha, Sampek bawa motor gak nyadar gitu, punya nyawa berapa loe" bentak Aldi kesal
Kedua nya terpekik kaget mendengar jawaban dari Angga bagaimana bisa dia terlihat santai saat nyawanya hampir terlepas dari raganya.
Tapi tunggu bukannya tadi Angga mengantar guru mereka ke Butik untuk fitting baju. Aahh benar, sekarang mereka mengerti apa yang terjadi hingga teman Mereka sampai melamun saat mengendarai motornya.
Azzam dan Aldi pun terdiam larut dalam pemikiran mereka sendiri. Unit apartemen sederhana itu kembali hening seperti tidak ada penghuninya.
Angga kembali bersua setelah sekian lama terdiam.
"Gue nanti mau nglanjutin kuliah gue di Yogya "
Azzam dan Aldi menatap Angga lalu menganggukkan kepalanya mereka mengerti akan keputusan yang di ambil sahabatnya itu.
__ADS_1
Semakin Angga berada disini, itu hanya akan membuat sakit hatinya, setidaknya selama 2 bulan ini Angga harus bisa bertahan dengan hatinya.
"Loe harus ikhlasin dia, kalau dia bahagia harusnya loe juga bahagia"
"Apa loe mau egois, loe hanya mikir kesenangan loe tanpa mikir kesenangan dia"
Angga terdiam dia tidak bisa menangkap maksud yang di katakan Azzam.
" dasar b***h, " sungut Aldi yang merasa kesal karena Angga yang tiba-tiba Lola
"Tujuan loe nikah sama Bu Amel apa coba?"
"Ya buat dia bahagia lah, apa lagi"
"Nah itu tau" sahut Aldi
"Terus"
"Jelasin zzam, jelasin sama temen loe yang mendadak Lola ini, gak inget kalo dia temen kita udah mau ku lempar dia dari sana" ucapnya sambil menunjuk ke arah jendela yang ada di ujung ruang tam
"Loe tau kan Bu Amel bakalan nikah udah fitting baju itu tandanya udah fix mau wedding terus loe masih aja berharap? lupa in dia''
''Apapun yang loe lakuin gak akan kelihatan di mata beliau bro, dia hanya nganggep loe murid dia, itu doang gak lebih"
''Seenggaknya gue pingin pastiin yang terbaik buat dia ngab"
"Dari cara dia ngeliat elu" sahut Aldi
''Perasaan dia ke elu itu gak ada"
''Loe apa mau menciptakan neraka dalam pernikahan kalian"
"Hanya loe yang cinta dan sayang sama dia sedangkan dia enggak sama sekali" kata Azzam panjang kali lebar kali tinggi.
"Kalo loe mau kayak laginya ardama si gak papa" kata Aldi menyahuti perkataan Azzam
"ardama apa an" kata Angga sambil naik kan sebelah alis nya
"Ciiihhh, Pura pura gak ngerti dia"
"Ehheeemmm"
*Kata kan lah sekarang bahwa kau tak bahagia
__ADS_1
aku punya raga mu tapi tidak hati mu*
degh