MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Surat


__ADS_3

kini Amel telah berada di dalam kamar pengantin nya bersama suaminya tentu nya, tidak ada drama seperti kesulitan membuka resleting baju pengantin yang kemudian meminta dengan malu-malu agar di buka kan oleh suaminya lalu gaun pengantin yang panjang itu terinjak oleh suaminya.


Dan kemudian gaun itu melorot sampai di bawah gundukan Bukittinggi, saling menatap memanggut lalu terjadi lah sebuah gempa lokal di atas ranjang pengantin mereka.


Atau mungkin karena keteledoran nya lupa membawa handuk ke dalam kamar mandi lalu si suami berinisiatif untuk membantu nya, dan pas saat melihat tangan mulut istrinya yang terulur untuk mengambil handuk nya pun membuat si suami menerobos masuk ke dalam kamar mandi.


dan melakukan hal yang membuat riak air dalam bath up berhamburan membasahi lantai kamar mandi tersebut.


No Big No


Tidak ada drama apapun yang terjadi di malam pengantin mereka, bahkan Bobby tidur memunggungi wanita yang beberapa jam lalu telah sah menjadi istri nya.


Dan Amel dia tidak mempermasalahkan hal tersebut, dia baru keluar dari kamar mandi tadi Bobby sudah terlelap, mungkin lelah atau memang sengaja menghindari Amel.


Entah lah


Dan Amel juga tidak mau tahu akan hal tersebut.


yang pasti dia sudah menikah dengan pria pilihan ayah nya itu, Amel dia berjalan ke tempat di mana hadiah dari seseorang yang begitu dia ingin kan ada di sana, di raih nya bungkusan itu.


Dengan perlahan di buka nya bungkusan tersebut, terdapat kotak putih di saat kertas pembungkus di buka, Amel menimang kira-kira apa isi dalam kotak tersebut, tak ingin menunggu terlalu lama Amel membuka kotak tersebut dan ternyata di dalam nya ada kartu undangan pernikahan yang dia berikan pada seorang pria yang mampu mengalihkan dunia nya.


Di taruh nya undangan tersebut di atas meja, ada rasa bersalah yang bersarang di hati Amel saat dia tahu bahwa undangan yang dia berikan pada pria itu membuat nya kehilangan kesempatan untuk bersama dengan adik kecil yang di tunggu nya.


Amel mendapatkan kotak lagi di dalam kotak yang besar itu, ukuran nya lebih kecil dari kotak pertama, di raih nya kotak berwarna silver tersebut dengan tangan kanan nya, sementara tangan kirinya menaruh kembali kotak besar itu di atas meja.

__ADS_1


Kini kedua tangannya memegang kotak berwarna silver itu, di buka nya dengan sangat hati-hati sekali, perlahan tapi pasti kotak tersebut terbuka sepenuhnya di hadapan Amel.


Air mata nya langsung luruh membasahi pipinya, begitu sakit dan nyeri yang dia rasakan saat satu set perhiasan yang ada di tangan nya itu adalah perhiasan yang selama ini dia inginkan.


Bukan Amel tidak mampu untuk membeli tapi entahlah dia selalu saja menundanya untuk segera memilikinya, terhitung sudah tiga kali dia datang ke toko perhiasan itu hanya untuk melihat perhiasan itu.


Amel tidak menyangka bahwa orang yang akan memberikan nya perhiasan itu adalah orang yang selama ini dia tunggu untuk menghalalkan nya.


Di sentuh nya satu per satu perhiasan yang ada di dalam nya, hati nya merasakan sakit yang luar biasa di sana, sakit yang akan dia ingat seumur hidup nya.


Satu tangan nya kembali terulur mengambil sesuatu di dalam kotak berwarna putih yang ia taruh di meja, di depan nya dua benda yang kini ada di tangan nya.


Amel menjatuhkan dirinya ke lantai, kaki nya terasa sangat lemas sekali, seakan tidak lagi bisa menahan berat tubuh nya sendiri.


***Maafkan aku yang telah mengecewakan mu, maafkan aku yang tidak bisa memenuhi janjiku pada mu.


Sudah berulang kali aku katakan padamu kalau aku lah 'adik kecil' yang kamu tolong dulu, tapi kamu selalu menyangkal nya.


sebenarnya aku sudah menyiapkan semua untuk mempersunting mu dan membahagiakan, semua yang aku lakukan saat ini adalah bukti keseriusan ku pada mu,


Tapi rupa nya takdir tidak mengizinkan aku untuk memiliki mu dan membuktikan pada mu bahwa aku tidak pernah melupakan mu***.


***Berbahagialah dengan orang yang kini telah menjadi suami mu, aku selalu berdoa untuk kebahagiaan, biarkan rasa yang selama ini ada di hati ku terus menemani ku sampai aku menutup mata ku.


kamu cinta pertama Dan terakhir untuk ku, jika bahagia mu bukan dengan ku maka izinkan aku untuk tetap melihatmu bahagia.

__ADS_1


setelah ini aku tidak akan pernah muncul kembali di hadapan mu, satu kata yang harus kamu tahu bahwa aku selalu mencintaimu dan akan selalu mencintaimu dulu, kini dan di sepanjang hidup ku.


Jika berkenan bolehkan aku meminta mu untuk memakai barang pemberianku sebagai tanda kamu memaafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku.


ANGGA PRATAMA***


Suara tangis Amel begitu pilu memecahkan keheningan malam, tangisan seorang pengantin yang harus nya kini bahagia dengan suaminya menikmati malam pengantin mereka.


Tapi apa yang di rasakan dua manusia itu tidak seperti kebanyakan orang yang begitu mendambakan pernikahan mereka.


'Maafkan aku maafkan aku, aku begitu munafik tidak mempercayai mu, maafkan aku yang menyakiti mu begitu dalam, kamu tahu aku juga sangat sakit menjalani pernikahan ini' lirih Amel dalam tangisan nya.


Amel meringkuk di lantai kamar pengantin nya di pegang nya kalung yang sangat cantik itu, di cium nya kalung itu dengan segenap perasaan yang dia yang dia miliki.


Dia juga memegang kalung milik Angga yang tidak pernah terlepas dari lehar jenjang nya, ah iya dia lupa bahwa kalung itu pernah terlepas dari lehernya bukan, tapi Angga pula yang memasangkan nya kembali.


Amel ingin Angga juga yang memakai kalung kedua itu di leher nya juga cincin, gelang dan giwang nya juga, dia tidak akan memakai nya jika bukan Angga yang memakai kan kalung tersebut.


Dia berjanji tidak akan memakai perhiasan apapun mulai saat ini selain kalung yang Angga pasangkan di leher nya, biar angga tahu bahwa dia tidak memaafkan nya, memaafkan dia yang tidak mau datang menjemput nya dan membiarkan nya di miliki oleh orang yang tidak dia ingin kan.


Amel terus menangis sepanjang malam pengantin, dia terjaga hingga pagi menjelang dia tetep memegang dua benda yang ada di tangan nya itu.


Satu set perhiasan dan jaket yang sejak tadi malam di pelukan nya, menemani malam kelam yang tidak akan pernah dia lupakan.


Mulai hari ini dia akan memulai hidup baru yang tidak pernah dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2