MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Karma instant


__ADS_3

"Gua akan tetep ikut, lagian gue udah dapet izin dari Bu Amel" kata Aldi dengan begitu bangga nya membuat Angga jengkel setengah mati padanya.


Aldi pun lalu memutar arah kembali ke ruang kelas tanpa menghiraukan Angga yang menatap marah ke arahnya. Melihat kemarahan di mata Angga, Aldi lalu berlari menghindari Angga.


Angga pun mengejar Aldi yang telah pergi dari sana, dia merasa harus memberikan pelajaran pada teman lucknutnya itu, yang tak memberikan kesempatan padanya untuk pergi berdua saja dengan Bu amel, dia sudah merancang acara kencan dadakannya bersama cinta pertama sekaligus Gurunya sendiri. Mungkin untuk sejenak Angga ingin terlihat egois pada tunangan sang Guru.


Angga yang berlarian mengejar Aldi pun menjadi tontonan bagi para siswi SMA Pelita Jaya itu, karena Angga yang bisa terlihat cool dan sedikit introvert itu menunjukkan sisi lain dari dirinya dan itu merupakan kejadian yang sangat langka menurut mereka.


Sedangkan Azzam dia berjalan dengan santai sembari melihat ulah dari kedua tema nya yang bagaikan kucing dan tikus yang sedang memperebutkan sesuatu. Azzam menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyum yang tersungging di bibirnya.


Bel pun akhirnya berbunyi membuat aksi kejar-kejaran antara Angga dan Aldi pun harus berakhir tanpa ada hasil yang diharapkan oleh Angga karena Aldi bisa lolos begitu saja darinya.


Hingga saat memasuki kelas Angga masih menatap tajam ke arah Aldi yang juga tengah menatapnya dengan senyum penuh kemenangan.


Aldi pun kemudian mendekat kearah Angga lalu duduk di bangku belakang tempat yang biasa dia gunakan saat mengikuti pelajaran.


saat dia sudah duduk ia pun berkata pada Angga.


"Beliin gue tiket nonton, kalo lu gak mau gue ikutin lu pergi sama Bu Amel, gimana?"


"Mau nonton apa beli aja, sekalian satu Minggu ke depan kalo lu mau gue beli in" ucap Angga dengan sombongnya.


Menurut Angga uang bukan masalah besar untuknya yang mempunyai dua bengkel yang cukup besar dengan penghasilan yang tidak main-main. Angga merasa lebih baik kehilangan uangnya dari pada kehilangan momen kencan ala dia dengan Bu Guru kesayangannya itu.


Uang bisa di cari tapi kencan pertama dengan My BABY nya tidak mungkin bisa terulang lagi ucap Angga bermonolog.


"Diihh sombong mentang mentang banyak duit lu"


"Banyak bacot lu, jadi apa enggak ini?"


"Ya jadilah"


"Gue transfer uangnya lu beli sendiri aja ya."


"Eeiit tunggu dulu sekalian uang snack nya jangan lupa "


Plaak


"Kalo mau malak kira kira lu" ucap Azzam yang geram dengan tingkah Aldi yang memeras Angga untuk memenuhi keinginannya.


"Gak usah ikut campur lu" sungut Aldi sambil mengusap kepalanya yang di pukul oleh Azzam.


"Udah biarin aja, ntar dia gue palak balik tenang aja"

__ADS_1


"Maksud gue jangan tanggung-tanggung sekalian uang makan siang nya." ucap Azzam tanpa menoleh pada dua sahabat yang tengah menatap ke arah dirinya sambil menjatuhkan rahangnya yang terkejut, apa lagi Angga.


Angga sungguh tidak menyangka jika Azzam dan Aldi benar-benar menguras isi dompetnya.


"Emang lu mau kemana minta uang makan segala sama gue, minta emak lu sana"


"Oke kalo gitu gue yang bakal ngikutin lu sama Bu amel" kata Azzam masih dengan mata yang fokus pada layar ponselnya


"Gue gak nyangka ternyata lu sama aja kayak gue, hahahahahah"


hahahahahaha


Azzam tak menjawab sindiran dari Aldi dia hanya tersenyum miring yang dia tunjukkan.


"Oke kalian berdua pergi sana mau kemana asal jangan ganggu in gue hari ini"


Kata Angga lalu mengambil ponselnya di saku celana lalu dia melakukan transaksi secara online setelah selesai ia pun menyuruh Aldi untuk mengecek uang yang ditransfernya sudah masuk ke rekening atau belum.


Mendengar apa yang di ucapkan angga, Aldi pun langsung mengeceknya pesan masuk di ponsel miliknya setelah melihat nominal yang tertera di sana lalu berteriak kegirangan.


"Waaawww ini luar biasa, 20 juta untuk 1 hari hahahahahah "


"Puas kalian ha"


"Ia gak zzaam kapan lagi kita bisa morotin sultan"


Angga mendengus kesal lantaran dia harus mengeluarkan uang yang cukup banyak hanya untuk bisa berkencan dengan tunangan orang lain dan sialnya orang itu adalah orang yang di cintai oleh nya.


Aldi yang kegirangan karena mendapatkan uang secara cuma-cuma dari Angga pun menari nari, tanpa dia sadari bahwa aksinya itu di lihat oleh seorang yang baru sampai di depan pintu kelas.


Sontak suara yang tadinya terdengar begitu ramai tiba-tiba sunyi senyap dan hal itu menyadarkan Aldi dari tingkah konyolnya, Aldi pun menoleh ke arah tepat di mana orang yang membuat seisi kelas menjadi diam seketika.


Dengan senyum canggungnya Aldi langsung duduk diam di bangku sambil menggaruk kepalanya. Tadi sebenarnya baik Angga atau pun Azzam telah memberinya kode lewat mata berhubung Aldi yang sedang dalam rasa bahagianya dia tidak menghiraukan kode dari temannya itu.


Dan orang yang sejak tadi memperhatikan kini berjalan ke arah tempat duduk nya dan memanggil Aldi untuk maju kedepan.


"Selamat pagi Anak-anak"


"Selamat pagi Bu"


"Aldi kamu maju ke depan"


"Duh mampus gue" Aldi pun maju ke depan

__ADS_1


Aldi sudah sampai di samping orang yang memanggilnya, Aldi pun menatap ke arah Dua temannya itu sedangkan Angga dan Azzam hanya menatap datar ke arahnya.


"Iya Bu"


"Apa yang tadi sedang kamu lakukan"


"Itu Bu anu, anuu....?"


"Anu anu, anu apa?"


"Hehehe tadi saya sedang menari Bu" ucap Aldi dengan terbata melihat tatapan penuh intimidasi dari Bu Kayla yang terkenal sangat garang itu.


"Apa sekarang sedang ada pelajaran menari"


tanyanya lagi dengan sorot mata yang tajam


"Tidak Bu."


"Lalu...?." tanya Bu Kayla lagi sambil mengetukkan jari jemari di atas mejanya.


"Maaf Bu" ucap Aldi dengan menundukkan kepalanya


"Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi Bu" kata Aldi lagi.


Seisi kelas diam tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun bahkan deru napas dari semua siswa yang ada di dalam ruang itu seakan beku karena sikap dingin yang di tunjukkan oleh Guru garang tersebut.


Cukup berteman dengan keheningan suara Bu Kayla tiba tiba terdengar kembali dengan suara yang cukup menakutkan.


"Aldi kamu tahu apa kesalahan mu?"


"Iya Bu" jawab Aldi dengan keringat dingin yang keluar di dahinya seakan dia tengah berlari maraton di bawah Matahari yang bersinar sangat terik.


"Lalu apa hukuman yang pantas untuk seseorang yang tidak mematuhi aturan yang saya buat di jam pelajaran saya?" ucap Bu Kayla masih dengan suara yang menggelegar.


Aldi tertunduk mendengar itu, bagaimanapun juga dia sadar akan kesalahan yang telah dia perbuat, peraturan yang telah tertulis pada saat jam pelajaran Bu garang tersebut.


Apa ya kira kira hukuman yang akan di berikan Bu garang pada Aldi?.


tunggu


innn


yaaaa...

__ADS_1


__ADS_2