
"APA APA AN INI "
"HEHHEHE"
Angga dan Fiona hanya cengengesan saat mendengar Papanya yang sedang menanyai mereka, tanpa berniat menjawab mereka terlalu asyik menikmati makanan yang disuap kan mamanya.
"Kalian ini, bukan lagi bayi yang harus makan dari tangan mama kalian" ucapnya lagi.
"Kamu juga sudah punya anak Fiona gak malu kamu kalau kelakuanmu di lihat oleh anakmu, dan kamu juga Angga sebentar lagi usiamu sembilan belas tahun tapi masih saja manja sama Mama mu itu." ucap Papa Farel yeng jengkel pada anak-anaknya.
"Orang Papa udah tua juga masih manja sama Mama." ucap Angga dengan entengnya.
"Bener itu Pa, lagian ya kita mau manja sama Mama juga gak ada larangannya, Mama itu ibu kita" Fiona pun menimpali ucapan sang adik
"Mama kalian istri Papa"
"Semua orang juga tau Pa kalo mama kita itu istrinya Papa, kalau sampai istri Papa bukan Mama kita siap siap aja pa kita bejek bejek itu istri barunya Papa" ucap Fiona
"Enak aja siapa juga yang punya istri baru, cinta Papa hanya untuk Mama kalian, dan kalian harus tau itu."
Saat Fiona akan membuka mulutnya kembali untuk menjawab kembali ucapan Papanya suara tegas Mama Dini pun menghentikan perdebatan antara ayah dan anak itu.
"Sudah kalian itu apa apa sih, udah malem juga masih aja ribut!"
"Kamu itu Pa mereka kumpul dan manja sama aku juga gak tiap hari ini, malah kamu itu, yang Mama rasa lebih manja dari cucumu Alyssa"
"Kamu juga Fiona udah Mama bilang dari dulu makan ya makan jangan sambil bicara nanti tersedak bagaimana?"
Ruang keluarga yang tadinya berisik tiba-tiba sunyi senyap kala sang Ratu mengucapkan titahnya. Tidak ada satu pun yang berani menyahuti ucapannya. Sedangkan Angga yang merasa dirinya tidak sedang di marahi oleh Mama Dini. Dia menjulurkan lidahnya pada Fiona, melihat itu Fiona yang geram langsung mencubit Angga yang duduk di sebelah Mama Dini.
"Aaahhh sakit kak" ucap Angga merintih kesakitan,
"Kamu kenapa Angga" tanya Papa Farel
"Iya kamu kenapa teriak di telinga mama?" kata Mama Dini sambil menggosok telinganya yang berdengung.
"Anak Papa itu Ma, dia cubit pahaku " mendengar apa yang di katakan Angga membuat kedua orang tua itu menatap ke arah Fiona yang tengah mengunyah nasi goreng nya dia tampak tidak merasa bersalah setelah membuat adik nya menjerit kesakitan.
"Kamu apa in adik kamu Fi?"
"Aku gak apa-apain dia Ma." elak Fiona
__ADS_1
"Sudah sudah kalo udah makannya cepet beresin dan masuk kamar tidur udah malam " kata Papa Farel
"Malam ini Alyssa tidur sama Mama Papa kamu tidur aja sendiri" kata Papa Farel lalu beranjak dari duduknya menuju kamar tidur tak lupa dia membawa serta sang istri.
"Mama kita mau di bawa kemana Pa?"
"Tidur fi udah malem, Mama istrinya Papa kalo papa tinggalin di sini gak tidur nanti, ini sudah malam waktunya Mama kalian istirahat" ucap Papa Farel yang sudah ada di tangga menuju kamarnya.
******
Fiona yang sudah selesai membereskan piringnya pun kembali ke ruang keluarga, tapi saat sampai di sana dia tidak menemukan siapa pun.
"Lah itu si Angga pergi kemana lagi" ucap Fiona bermonolog
Mendapati dirinya hanya sendiri di sana, Fiona pun naik kelantai dua menuju kamarnya yang selalu dia gunakan saat di berkunjung ke rumah orang tuanya.
Saat akan masuk ke kamar dia mendapati bayangan seseorang di balkon rumah berlantai dua itu.
Fiona tau bayangan siapa yang ada di balkon hingga dia berjalan mengendap-endap, saat sudah berada di belakang bayangan itu dia pun mengagetkan adiknya tersebut.
Door
Angga yang terkejut pun terjingkat kaget dengan ulah jahil kakaknya itu.
"Kenapa kamu?"
"Emang aku kenapa? " tanya Angga balik
"Gak usah boong ya sama Kakak, kamu lagi sembunyi in apa dari Kakak?"
Angga tersenyum getir mengingat nasib cintanya yang bukan hanya bertepuk sebelah tangan tapi sang wanita juga tidak tahu anak perasaannya.
"Kemarin aku bahkan mengantarnya ke butik Kak"
"Siapa?"
"Baby"
"HAAAA, jadi kamu udah ketemu lagi sama dia?" Angga mengangguk dengan padangan yang lurus ke depan.
"Terus dia ngapain dia disana?"
__ADS_1
"Fitting baju pengantinnya"
" APA "
" Gila kamu Angga" pekik Fiona yang tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan adik nya. bagaimana dia bisa menahan dirinya untuk tetap terlihat baik-baik saja di depan orang yang di cintai bahkan mengantarnya memilih baju yang akan dia kenakan di hari bahagianya.
Fiona tau semua tentang Angga, dia selalu bersikap seperti teman wanita untuk adiknya itu.maka tidak heran kedekatan adik dan kakak itu tidak perlu di ragukan lagi.
"Kenapa kamu terus menyakiti hati kamu sendiri Angga?"
"Kalau kamu memang mau memiliki dia ungkap kan perasaan kamu sama dia "
" Jangan terus kamu pendam sendiri, atau kamu lupakan saja dia"
"Kamu juga berhak bahagia Angga" kata Fiona sambil mengelus rambut Angga.
"Dengan membuatnya terluka hanya karena egoku yang ingin memiliki dia kak?"
"Itu bukan egois Angga, Kakak hanya menyuruhmu mengatakan bahwa kamu mempunyai rasa cinta untuknya, dengan kamu mengungkapkan tentang perasaan kamu jadi kamu akan lega"
"Dan resikonya dia akan menjauhiku Kak, aku gak mau dia menjauhiku, waktu ku tidak lagi banyak untuk selalu bisa melihatnya tersenyum." ucap Angga lagi lalu dia menyandarkan kepalanya pada pundak Fiona.
Fiona diam sesaat lalu kembali berkata.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu kamu belum tentu tau tanggapan dia apa tentang perasaan mu"
"Kak aku tau percaya diri itu perlu tapi kalau aku di bandingkan dengan calon suaminya aku bukan apa apa kak "
"calon suaminya seorang dosen di London ya walaupun akhirnya dia akan menetap disini "
"Aku bahkan bisa melihat betapa sayangnya calon suaminya padanya kak dan dia juga terlihat begitu menginginkan pernikahan ini"
"Lalu pantaskah aku yang tak lain adalah muridnya sendiri merusak pernikahan mereka"
"Aku memang mencintainya kak tapi kalau bahagianya tidak harus bersamaku maka aku akan korbankan lagi hati ini untuk tetap melihat bahagia walau aku harus hancur asal aku tetap melihatnya bahagia"
Fiona meneteskan air matanya saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut adiknya.
adik kecilnya itu terlihat begitu dewasa dari umurnya yang seharusnya, saudaranya itu harus berlapang dada menerima takdir cintanya yang penuh luka.
Fiona jadi tersadar dengan apa yang di katakan adiknya itu. inti dari semua yang dia ambil adalah
__ADS_1
BAHWA CINTA ADALAH MELIHAT ORANG YANG KITA CINTAI BAHAGIA DENGAN PILIHANNYA.