MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Di tahan


__ADS_3

Angga datang lima menit sebelum jam pelajaran dimulai, dia langsung bergabung dengan dua sahabat yang masih menunggu nya di parkiran, setelah memarkir motornya tanpa berkata pun Angga menyusul dua temannya yang berjalan di depan nya.


Tepat saat mereka duduk di bangku, guru mereka datang dan pelajaran pun langsung di mulai, Angga tandu sempat berpikir bahwa dia akan mengirimkan pesan pada Amel yang tadi ia tinggalkan begitu saja di Apartemen miliknya.


Waktu terus berlalu, jam istirahat telah tiba, mereka semua berhamburan keluar kelas, seperti biasa mereka akan menyerbu kantin untuk mengisi perut mereka.


Tapi tidak dengan Angga dan dua temannya itu, mereka tetap berada di kelas, Aldi yang dari tadi gatal mulutnya itu pun tidak lagi bisa menahan rasa penasaran yang sejak kemarin bersarang di kepalanya.


"Ngga, lu kemarin habis nganterin Bu Amel ambil mobil terus kemana?"


"Iya gue telfonin juga gak di angkat, tau-tau nya lagi malah nyuruh gue ambil buku,"


"Kemana lu, jangan bilang kalo...." tanya Aldi memutus ucapan nya dia sengaja ingin mencari kejujuran Angga.


"Apa kepo banget perasaan"


"Iya donk kita harus tau lu pergi kemana, gue telfon gak di angkat, apa lagi pesan yang gue kirim?"


Saat Angga ingin menjawab pertanyaan itu, suara seorang wanita terdengar memanggil nama Angga di iring langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.


"Ponsel kamu tadi ketinggalan di Apartemen jadi aku bawa in takut kamu mencarinya!"


Duuaar.....


Ponsel Angga ketinggalan di apartemen,


Pikiran nakal kedua laki-laki yang ada di sana langsung berkelana membayangkan apa yang terjadi saat dua orang berada dalam satu Apartemen yang sana, apa lagi jika hanya berdua saja.


Angga mengangguk sambil menerima ponsel yang Amel sodorkan ke arah nya, sambil terus berfikir alasan apa yang harus dia katakan untuk dua teman lucknutnya itu.

__ADS_1


Mereka akan terus menghantuinya jika tidak mendapatkan jawabannya yang di berikan, tapi masalah nya alasan apa yang harus dia katakan agar mereka percaya dengan ucapan nya.


"Terima kasih Bu" jawab Angga dengan wajah yang dia buat sebiasa mungkin agar teman nya itu tidak bertambah curiga.


"Sama-sama" kata Amel lalu pergi dari sana, setelah Amel pergi pandangan mata Azzam dan Aldi memicing tajam ke arahnya, dia yang merasa dirinya seperti akan di interogasi pun mencoba mengalihkan perhatian mereka.


"Ke kantin tuk, laper" kata Angga walaupun sebenarnya dia tidak ingin makan sama sekali tapi biarlah, dia melakukan itu untuk keselamatan jiwa raga nya, dia tidak tahu harus menjawab apa saat ini, pikiran nya masih kosong tidak ada ide ataupun alasan yang bisa dia gunakan untuk menutupi rasa penasaran kedua orang tersebut.


"Gak usah mengalikan pembicaraan kita tanya lu semalam kemana, dan kenapa lu bisa berdua an dengan Bu Amel di dalam Apartemen?" tanya Aldi yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasaran nya


"Nanti gue ceritain sekarang kita ke kantin dulu, gue laper gak sempet sarapan tadi" alasan Angga memang cukup masuk akal membuat Azzam dan Aldi bungkam.


Mereka pun pergi ke kantin, memesan makanan dan makan di tempat yang di sediakan, tanpa obrolan yang terjadi di sana, sampai makanan yang mereka pesan pun tandas tak tersisa.


"Sekarang cerita in ke kita kemarin lu kemana?, soalnya semalam kita dapat kabar lu makan berdua sama Bu Amel di warung yang biasa kita makan di sana?" tanya Aldi panjang lebar.


"lu kencan ya sama Bu Amel" tanya Azzam dengan suara lirih nya.


Belum sempat Angga menjawab bel telah berbunyi, membuat dua orang itu mendesah kesal lantaran mereka lagi-lagi harus menunggu sampai pulang dari sekolah.


Tapi tidak dengan Angga merasa keberuntungan sedang berpihak pada nya, Angga berjalan mendahului teman nya itu, tentunya dengan senyum yang mengembang penuh kemenangan.


"Aaahhhh bisa mati penasaran gueee" kata Aldi yang sudah sangat penasaran.


Lain halnya dengan Azzam dia tampak begitu santai, dia bahkan sudah bisa menebak apa yang telah terjadi antara guru dan siswa nya itu, Azzam pun merangkul Aldi yang tengah kesal lalu berbisik pada Aldi.


"Biarkan saja dia, nanti kita sekap dia di basecamp sekalian sama kak Hendra, kita desak dia supaya ngaku abis ngapain aja sama guru idola nya itu"


Aldi mendengus dia tidak cukup sabar untuk itu, tapi dia juga tidak bisa memaksa Angga saat ini bisa-bisa dia di hukum kembali seperti kemarin, ya walaupun saat ini bukan jam nya guru killer itu yang mengajar di kelas nya.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam kelas mereka telah mendapati Bu Amel yang duduk di mejanya sambil mengotak-atik bukunya.


pelajaran pun di mulai dengan tenang tanpa ada salah satu yang membuat ulah termasuk Angga yang biasa nya membuat ramai kelas saat jam pelajaran nya berlangsung.


Sekolah telah bubar satu jam yang lalu kini Angga dan temannya telah sampai di bengkel, Angga masuk ke dalam ruangan yang biasa dia gunakan saat berada di sana, tak sendirian dia di ikuti oleh dua orang yang sedari tadi pagi selalu menempel pada nya bagaikan lintah.


"Halo kak?" sapa Angga di dalam ruangan ternyata ada Hendra yang tengah membuat laporan bulanan.


"Baru pulang?" tanya Hendra


"Iya kak, gimana urusan beres?" tanya Angga.


"Aman"


"Ada apa kesini rame-rame biasa nya juga di depan?" tanya Hendra saat melihat tak hanya Angga di sana tadi juga dua orang yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Gak ada, di luar panas" kata Azzam sedangkan Hendra dia langsung menoleh bingung ke arah Azzam yang bersikap tidak seperti biasanya.


"Bukannya disini yang lagi panas?" kata Aldi tanpa melihat lawan bicaranya.


"Maksud nya apa?" tanya Hendra yang tidak tau apa pun, Aldi pun berjalan kearah pintu lalu menguncinya dari dalam, dan memasukkan kuncinya ke dalam saku celana.


Melihat tingkah Aldi, Angga melirik tajam ke arah mereka, Angga merasa tidak baik-baik saja saat ini dan sialnya dia tidak menyadari bahwa dia telah masuk perangkap yang telah di susun oleh Aldi.


Azzam yang duduk di samping Angga pun merasakan kegelisahan yang Angga rasakan membuat nya langsung merebut ponsel yang Angga genggam lalu mematikan sama seperti yang di lakukan Aldi dia juga mengantongi ponsel Angga.


Mereka berdua bersiaga satu melakukan pengamanan saat ini, mereka tidak ingin Angga kabur dari mereka dengan alasan yang di buat-buat, sebelum mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.


Melihat itu Angga pun mencoba merebut ponsel nya dari saku Azzam, namun gerakannya di tahan oleh Aldi yang ternyata sudah ada di belakang nya.

__ADS_1


"Apa apaan ini"


__ADS_2