MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Manja yang menyiksa


__ADS_3

Wanita jika sudah jatuh cinta dia akan lupa akan segalanya, yang ada di benaknya hanya ingin bersama dengan pujaannya, bermanja dan melakukan hal apapun itu bersama.


Itulah yang kini sedang di rasakan oleh Amel, dia tidak bisa lagi membedakan antara baik buruknya setiap apa yang dia lakukan.


yang dia inginkan hanya berada dalam pelukan pria yang entah sejak kapan membuatnya hilang kewarasannya.


Bahkan dia dengan sangat berani lagi dan lagi membuat pria yang tak lain adalah muridnya itu mengeram penuh gairah karena ulah nakalnya.


Seperti saat ini dia malah duduk menyilang di pangkuan siswanya itu, dia duduk di sana dengan wajah bahagianya tanpa rasa takut sedikitpun akan bahaya yang bisa saja datang kapan saja jika Angga tidak bisa lagi menahan godaan yang dengan gencarnya ia lakukan.


Angga menatap wanita di pangkuan itu dengan wajah yang tidak lagi bersahabat, ingin sekali rasanya dia memberikan pelajaran pada wanita yang sejak tadi malam terus menggodanya tanpa ampun.


"Eeeuuuumm" gumam Angga tepat di telinga Amel bahkan kini dengan berani Angga menciumi leher mulus Amel yang terlihat sangat menggoda imannya.


"Turunlah dari pangkuan ku jika kau tak ingin aku kehilangan kewarasan ku" ucap Angga dengan sedikit mengeram tertahan.


Otak kecilnya itu masih bisa berfikir jernih untuk tidak merusak wanita yang di cintai nya itu.


"Biarkan aku tetap di sini, aku ingin makan di suapi oleh mu!"


"Aku suapi tapi turunlah, oke!" Amel menggeleng di sana membuat Angga mau tidak mau harus menuruti kemauan wanita itu.


Dengan sabar plus geram Angga menyuapi Amel, wanita yang menjadi sangat sangat manja kepada dirinya, mendapatkan perlakuan seperti itu Angga sangat senang sekaligus uji nyali.


Bagaimana tidak posisi mereka saat ini sangat tidak menguntungkan bagi Angga tapi apa boleh buat biarkan saja selagi Amel masih bisa menjadi miliknya.


"Kamu juga makan lah jangan hanya menyuapi ku saja'' kata Amel yang yang sedari tadi tidak melihat Angga memasukkan makanan itu kedalam mulutnya sendiri.


Angga mengangguk lalu menyuapkan bubur yang dibelinya tadi, hingga semua bubur yang ada di dalam boks kini telah berpindah kedalam perut mereka.

__ADS_1


Angga menarik bungkusan selanjutnya yang isinya tentu berbeda dari yang pertama, nasi uduk menjadi pilihan Angga, dia memesan satu mangkok bubur dan satu porsi nasi uduk lengkap dengan segala isiannya.


Dan seperti tadi amel masih ada si pangkuan nya sambil mengunyah makanan dari tangannya, seperti itu terus hingga semua makanan itu tandas tak tersisa.


Amel menyodorkan segelas air yang baru saja di ambil dari dispenser yang ada di sebelah kulkas, Angga menerima air tersebut lalu meminumnya hingga setengah lalu menaruh nya di atas meja.


Namun gerakannya sedikit lebih lambat hingga gelas tersebut berpindah ke tangan Amel, dia lalu meminum sisa air tersebut lalu berjalan kearah wastafel, mencucinya lalu menaruh kembali gelas ke tempatnya.


Amel merasa sudah seperti seorang istri yang sedang membereskan meja makan setelah selesai melayani suami di meja makan.


Angga melirik ke arah jam yang ada di dinding atas kulkas, waktu menunjukkan pukul 06.44, dia harus bergegas mandi lalu berangkat ke sekolah, tidak mungkin dia akan pergi ke sekolah bersama dengan guru nya itu, yang ada mereka akan menjadi bahan gosip yang paling tranding di sekolahnya.


Tidak,


Tidak untuk saat ini. batin Angga


Melihat Angga yang berjalan menjauh membuat Amel menyusulnya ke kamar lalu,


"Kamu mau mandi sekarang?" tanya nya saat melihat Angga menyampirkan handuk di bahu nya.


"Iya, apa kamu duluan yang mau mandi heem?"


"Iya, tapi aku pinjam bajumu lagi ya, setelah itu aku akan pulang terlebih dahulu untuk berganti baju!"


Angga mengangguk lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, Amel pun tidak tinggal dia diam merapikan tempat tidur lalu membuka paper bag yang berisi baju seragam milik Angga yang kemarin di gunakan.


Meletakkan nya di atas ranjang, lalu berpindah lagi ke dapur menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Tak butuh waktu lama Angga telah siap dengan baju seragam dan menghampiri Amel yang tengah mengelap keringat sesaat setelah semua pekerjaan nya di rasa sudah selesai.

__ADS_1


"Aku berangkat dulu ya, kamu gak papa kan aku tinggal sendiri" Amel mengangguk dan berkata.


"Iya kamu,tapi kamu ke sekolahnya bagaimana, motor mu kan masih ada di bengkel?"


" Udah di bawah tadi orang bengkelnya nganterin kesini sekarang mereka sudah ada di bawah jadi aku gak bisa lama-lama di sini, gak enak sama mereka"


"Iya sudah sama pergi'' usir Amel sambil mendorong Angga menjauh, dia tidak tahan dengan tatapan Angga yang mengusik ketenangan batinnya.


"Apa aku tidak dapat salam perpisahan?" tanya Angga dengan wajah melasnya.


"Memang mau kemana, pakai acara salam perpisahan segala, kamu mau ninggalin aku ya?" tanya Amel dengan mata yang sudah menahan tangisnya.


Sedangkan Angga yang melihat Amel hampir menangis membuatnya terkekeh ringan, lalu berbalik badan dan memeluk Amel sambil membisikan sesuatu di telinga Amel.


"Bukan aku tapi kamu sendiri lah yang akan meninggalkan aku" ucap Angga lirih tepat di telinga Amel.


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada, baiklah aku pergi sekarang kamu hati-hati saat mengendarai mobil" kata Angga lalu pergi meninggalkan Amel yang masih terdiam, mencerna apa yang baru saja di dengarnya.


Amel yang tak faham dengan maksud Angga pun mencoba mengabaikan rasa penasaran nya itu dia bergegas mandi lalu mengambil kaos dan celana olahraga milik Angga yang ada di lemari.


Dia pun memulai acara mandinya dengan cepat memakai baju dan membereskan sisa-sisa kekacauan yang mereka buat, lalu pergi meninggalkan Apartemen tersebut menuju rumah nya.


sampai di rumah, suasana pun sudah sepi mengingat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, itu artinya orang tuanya sudah berangkat me tempat kerja masing-masing.


dan dia juga sudah menebak Angga pasti sudah sampai di sekolah pastinya jam pelajaran juga sudah di mulai membuat Angga tidak sempat mengirim pesan singkat pada nya.


Tak mau ambil pusing dengan Angga yang lupa tak mengabari diri nya, dan juga tak ingin membuang waktu dia langsung berganti pakaian dan merias tipis wajah kemudian berangkat ke sekolah walau sudah terlambat.

__ADS_1


__ADS_2