MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Makan bersama


__ADS_3

Papa Farel yang larut dalam pikiran sendiri tentang masalah ranjangnya, dia meragukan dirinya saat ini, apa dia sudah tidak se perkasa dulu dalam masalah Rajang.


Entah lah dia menjadi tidak percaya diri akan kekuatannya saat ini. Apa adik kecilnya tidak setangguh dulu dalam menaklukkan wanitanya. lamunan tiba-tiba buyar saat mendengar suara disertai tarikan pada ujung baju santai yang dia kenakan.


"Permainan apa Oppa"


Deg!


"Aku mau ikut boleh tidak?" suara itu menyadarkan dia dari fantasi liarnya. Dia lupa kalau di sana tidak hanya ada dia dan istrinya saja tapi ada anak beserta cucu yang saat ini tengah menatap kearah mereka berdua.


Seketika Papa Farel melepas pelukannya lalu berjongkok menyetarakan tingginya dengan cucu perempuan kesayangannya itu.


Papa Farel menatap cucu ya lalu menatap ke arah kedua anaknya secara bergantian, dan mendapati senyum mengejek dari keduanya, lalu dia mendongak menatap ke arah istri nya yang juga tengah menatap ya dengan wajah merah menahan malu karena apa yang mereka bicarakan di dengar oleh mereka semua.


Papa Farel mendadak canggung mendapat tatapan mata dari mereka. Dia pun menggaruk kepalanya lalu mengendong cucunya tanpa berkata dia pergi meninggalkan mereka semua, Papa Farel cukup malu untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan cucunya sedangkan sang anak menatapnya ke arahnya penuh tanya saat melihatnya pergi dari sana sambil menggendong cucunya.


"Papa mau kemana" tanya Angga


"Ya mau kemana lagi, Papa mau mainlah sana Alyssa"


"Kok Oma gak di ajak Oppa, bukannya tadi Oppa mau main sama Oma ya?' tanya Alyssa


"Iya Oppa gimana sih kok Omanya di tinggalin gitu aja" gelak Fiona


Papa Farel mendengus mendengar perkataan Fiona yang penuh dengan ejekan kepada dirinya. Tanpa menjawab pertanyaan mereka Papa Farel berlalu dari sana menuju ke kamarnya.


"Ma lapar!" kata Angga mengalihkan perhatian mamanya sambil mengelus perutnya.


"Anak mama lapar ya" ucapan Mama Dini sambil tersenyum. Angga yang sudah di duduk di sofa pun mengangguk kan kepalanya. lalu Mama Dini mendekat kearah Angga dan menarik telinganya.


"Aduh duuuhhh sakit ma, aduh lepasin Ma, nanti kalo anak Mama yang ganteng ini gak punya telinga bagaimana?"


"Biarin aja nanti mama ganti telinga kamu sama telinganya kambing atau sapi "


HAHHAHAHAHH


"Mama tega banget sama Angga, nanti kalo ada yang bilang itu anak ya Bu dini telinganya kok telinga kambing, apa Mama gak mau?" Mama Dini yang masih kesal dengan anak bungsunya itu malah menariknya lebih kencang


"Aduuuuuhhh Kakak tolongin."


HAHHAHAHAHHAHA


Kak Fiona tidak menghiraukan rengekan adiknya yang tengah kesakitan dan meminta tolong kepadanya dia malah lebih bersemangat memprovokasi mamanya agar tidak melepaskan tangan dari telinga sang adik.


" Terus ma kencengin terus Ma"


"Aduuuhh Ma sakit , Kakak iihhh tolongin."


"Gak usah merengek kamu ya dari tadi mama udah mau jewer kuping kamu, tadi Alyssa di sini jadi mama masih bisa menahan emosi mama sekarang Alyssa udah di bawa sama Papa kamu jadi Mama bebas mau ngapain kamu, mau marahin kamu juga udah bebas"


"Kamu dari mana saja Angga"

__ADS_1


"Gak pernah pulang"


"Kamu gak pernah balik nginep di mana ngga" tanya kak fiona


Sedangkan Angga melengoskan wajahnya tapi telinga menjadi panas karena ternyata tangan Mama Dini masih bertengger manis di telinganya.


"Lepasin dulu maaaa sakit ini" rengeknya


Mama Dini yang kasih melihat wajah anaknya pun melepas tangannya dari telinga Angga, lalu dia duduk di sebelah Angga.


"Jawab kakak kamu nginep di mana gak pernah pulang?"


"kamu gak kasihan sama mama?"


"Jangan keluyuran gak jelas kamu itu" kini giliran Fiona yang ngomel-ngomel pada adik satu-satunya itu.


"Udah belum ngocehnya kak kalo udah aku jawab ini" dengus angga sambil menggosok telinga panas setelah mendapatkan terapi jeweran maut dari Mamanya.


"Udah kayak burung beo aja kalo ngomong"


Kini giliran Fiona yang kesal mendengar sindiran dari Angga. Angga lalu menjelaskan pada mama dan kakak nya agar tak lagi memberondong nya dengan banyak pertanyaan seperti tadi.


"Aku gak kelayapan Kak tiap hari aku balik"


"Kata Mama tadi kamu gak pernah pulang?"


"Jangan bohong kamu Angga"


"kak dengerin dulu Napa kalo ada orang lagi ngomong itu" sungut Angga


"Di sana juga cuman Mabar aja seharian gak jalan kelayapan"


"Aku gak pulang juga cuman malam Minggu dong, itu pun aku udah izin sama Mama "


"Udah di iya in juga sama Mama" terang Angga panjang lebar


Tak ada jawaban dari mereka semua, akhirnya Angga pun berdiri menuju dapur.


"Kamu tadi bilang mau makan ngga"


"belum ini mau makan lapar aku dari tadi minta makan sama Mama gak di kasih " ucap Angga menggoda Mamanya.


Mama Dini beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Angga yang sudah ada di dapur.


"Kamu mau makan apa?"


"Tadi gak masak ya Ma?"


"Ada masak tadi" kata Mama Dini sambil membuka lemari pendingin untuk melihat bahan makanan yang bisa dengan cepat di olehnya.


"Masak apa emang nya Ma?" tanya Angga

__ADS_1


"Oseng kangkung, tempe goreng tepung sama ayam rica-rica"


"Kamu mau makan itu?"


"Atau mau Mama masakin yang lain?"


"Buatin aku nasi goreng bisa ma"


"Ya udah kamu tunggu di sana nanti kalo udah Mateng Mama anterin ke sana"


"oke Mama terimakasih" ucap Angga sambil mengucap pipi Mama Dini dan berlalu dari sana menghampiri Kakaknya yang tengah duduk di sofa sambil memasukkan buah apel yang ada di meja.


"kak" panggilnya


"Apa?"


"Bang Herman kemana?"


"Dia lagi keluar kota" jawab Fiona


Oohh, Angga hanya ber oh ria mendengar jawaban Kakaknya, dia rupanya hanya iseng menanyakan keberadaan Abang iparnya, karena dari tadi dia tidak mendapati sang Abang ipar di rumah.


"Kenapa nanyain Suami Kakak? kamu ada perlukah?" tanya kak fiona


"Enggak, cuman nanya aja" Fiona pun mengangguk


"Tadi kata nya lapar? gak jadi makan?"


"Masih di masakin sama Mama"


"Emang Mama masak apa?"


"Nasi goreng"


" MAA MAAMAAAAAA, aku juga mau nasi gorengnya " teriak Fiona meminta mama juga membuat nasi orang untuknya.


Tidak sampai 30 menit Mama Dini membawa dua porsi nasi goreng ke ruang keluarga, lalu dia memberikan piring ke masing masing anak nya.


"Gak ada kerupuk udang ma" tanya Fiona sambil menerima sepiring nasi goreng dari mamanya.


"Ada di meja makan"


"Angga ambil Gie krupuknya "


"Biar tambah enak makannya"


"Kamu tumben gak diet Kak?" tanya Angga sambil berjalan ke Meja makan mengambil krupuk yang di minta kakaknya.


Lalu dia pun kembali duduk di samping Mamanya.


"Ma suapi ya"

__ADS_1


"Aku juga mau Ma"


"APA APA AN INI"


__ADS_2