MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Tuduhan


__ADS_3

Ahh sungguh indahnya...


Angga sungguh larut dalam khayalannya sampai dia tak menyadari bahwa Amel telah ada di sana tengah memperhatikan dia yang tersenyum sendirian.


Sedangkan Azzam dan Aldi yang berada di seberang sana pun merasa malu dengan kelakuan Angga hingga suara deheman Bu Amel menyadarkan Angga dari lamunannya.


EHEEM


Angga pun tersadar dari lamunannya lalu dia menoleh ke arah samping tepat Amel sudah ada di sampingnya, tepatnya sangat dekat dengan dia hingga wajah manis Amel Terlihat begitu cantik bahkan sangat cantik di matanya.


Dia terpanah lagi dan lagi oleh wajah cantik wanita yang pernah menolongnya dulu, bahkan dulu dia yang meminta memintanya untuk datang dan menikahinya.


kata kata itu sungguh masih terdengar indah di telinga dan tersimpan rapi di memori ingatannya.


"Angga kamu baik baik saja kan?" ucap Amel dengan sentuhan lembut pada pundak muridnya yang tengah menunggu dirinya.


"Eeee iya Bu, saya baik baik saja"


"Lalu apa yang kamu pikirkan, saya sedari tadi di sini tapi kamu tidak menyadari kehadiran saya rupanya"


"Itu saya hanya teringat pada seseorang"


"Siapa itu?"


"Bukan siapa-siapa." ucap Angga dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi sekarang "


"siap Bu." Angga pun lalu mengambil satu lagi helm yang di belinya tadi saat berangkat sekolah entah kenapa tadi pagi walaupun ada sedikit drama dengan sang mama dia langsung bangun, mandi sarapan lalu berangkat ke sekolah.


Tapi ternyata dia mampir terlebih dahulu ke sebuah toko penjual aksesoris motor saat di sama dia langsung jatuh cinta pada helm full face warna hijau dia berfikir itu akan sangat cantik jika di pakai oleh wanita itu.


Dan ternyata barang itu langsung berguna saat ini juga bukan kah feelingnya sangat bagus sekali.


Angga pun memasangkan helm tersebut lalu dia naik ke atas motornya memakai helm memutar kunci dan meminta Amel untuk naik ke atas motor ya.


Tapi saat hendak naik ke atas motor netra indah Amel, melihat Aldi yang berjalan ke arah mereka dengan kaki yang sedikit pincang, Amel pun menghentikan pergerakannya.


Lalu saat sudah sampai di dekatnya, dia pun bertanya ada apa dengan kakinya bukankah tadi dia pagi dia masih baik baik saja tapi sekarang kenapa bisa seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa dengan kaki kamu Aldi"


"Sakit Bu."


"Tadi pagi saat saya berbicara dengan Angga mengenai mobil saya, kamu masih terlihat baik-baik saja, bahkan saya pun melihat kamu kejar-kejar tadi sama Angga "


"Iya Bu, tadi masih baik baik saja tapi sekarang sedikit sakit "


"Apa ini ulahnya Angga" tuduh Amel pada Angga


"Kok saya Bu?" protes Angga yang tidak terima saat dia dituduh melakukan hal yang tidak dia lakukan pada sahabatnya tersebut


"Bisa saja kan kamu yang membuat Aldi terjatuh lalu dia terkilir sampai jalannya pincang seperti itu"


"Astaga Bu, coba tanya Azzam apa yang terjadi?"


Kata Angga yang terlihat frustasi saat mendengar tuduhan yang di layangkan Amel pada dirinya sementara Aldi dia seperti terlihat sangat bahagia saat ini, melihat wajah frustasi sahabatnya di depan wanita yang di cintainya.


Aldi, dia seakan menikmati apa yang dia saksikan saat ini. Sedangkan Azzam yang di tunjuk oleh Angga pun di hanya menatap sekilas lalu berbicara sebuah pembelaan atas apa yang Amel tuduhkan pada Angga.


"Kaki aldi sakit bukan karena Angga Bu."


"Itu murni kesalahan dia sendiri yang ceroboh dan suka memanfaatkan keadaan" ucap Azzam dengan raut tidak bersalahnya


"Heeeyyy kau anak Adam, jangan seolah hanya aku saja yang seperti itu, tapi kamu juga sama"


"Kalian ini sebenarnya apa yang terjadi?"


"Jadi begini Bu, kaki aldi sakit karena dia menari dan lompat lompat di kelas tadi"


"Mana mungkin, begitu kamu jangan menutup nutupi kesalahan seseorang Azzam" sanggah Amel dia tidak percaya dengan semua itu bagaimana mungkin hanya karena menari dan lompat lompat bisa membuat kakinya pincang teori dari mana itu, batin Amel.


Sedangkan Azzam dia menghela nafasnya ternyata begitu sulit menghadapi wanita, tidak mamanya tidak juga adik nya semua sama. Sama sama suka menyimpulkan keadaan yang ada dengan sendirinya tanpa tahu dulu masalahnya, sungguh menyebalkan bukan.


"Aldi di hukum Bu Kayla" kata Angga kemudian dia sudah tidak lagi bisa menahan diri karena merasa di pojok kan oleh kekasih hatinya itu.


"Kok bisa pasti ini semua ulah kamu juga, Angga" kata Amel lagi dan lagi-lagi Angga mendengus kesal lantaran tuduhan tidak berdasar itu.


"Bu bisa dengarkan saya dulu" kata Azzam lagi, dia memilih untuk menceritakan semuanya karena dirasa itu lebih baik bukan dari pada terus menerus menyalakan Angga dengan tuduhan tak berdasar, tapi tunggu dulu bukannya memang Angga penyebab utama nya karena dia yang melarang Aldi untuk bergabung dengannya.

__ADS_1


Aahh


Entahlah ini sungguh sangat membingungkan menurut Azzam, bingung bagaimana caranya bisa mengerti tentang makhluk yang namanya wanita tersebut.


"Tadi pagi Aldi memang baik baik saja tapi saat Bu Amel sudah pergi ke ruang guru mereka memperebutkan sesuatu dan Aldi yang memenangkannya, karena sangat senang sampai di kelas pun dia malah menari dan lompat kegirangan dan itu di ketahui oleh Bu Kayla sehingga dia mendapatkan hukuman"


"Ada dua pilihan sebenarnya, yaitu melakukan tindakan yang tadi dia lakukan atau....." Azzam sedikit menoleh ke arah Aldi lalu.


"Menggantikan Bu Kayla mengajar"


"Apa?"


Bu Amel cukup terkejut mendengar ucapan muridnya itu tapi lagi lagi dia menyalakan Angga dalam hal ini. seperti tadi dia tetap merasa bahwa Angga yang salah di sini.


"Kamu juga harusnya di hukum bukan hanya Aldi saja aku harus bicara dengan Bu Kayla bisa bisanya dia hanya menghukum Aldi tapi tidak dengan kamu" katanya sambil menunjuk kearah Angga.


Sedangkan ketiganya terperangah tidak percaya dengan apa yang di katakan Gurunya itu, bagaimana bisa Angga yang salah di sana bahkan setelah mendengar penjelasan dari Azzam.


"Bagaimana bisa saya yang salah Bu?"


"Lalu siapa yang salah kalau bukan kamu"


Angga menggelengkan kepalanya mendengar itu, kepalanya tiba-tiba berdenyut karena tidak bisa menebak apa yang membuatnya salah di sini.


" Jelas kamu yang salah Angga kalau saja kamu yang menang Aldi tidak mungkin di hukum, dan lagi bisa bisanya kamu kalah dengan Aldi sungguh memalukan "


Apa lagi ini


Harusnya dia yang menang


Bukan kah sebenarnya dia yang memenangkan perdebatan itu walau harus mengeluarkan uang yang cukup besar hanya demi bisa berdua dengan ya.


Tapi kenapa dia salah dan selalu salah menurut Amel, haruskah dia belajar tentang cara menjinakkan wanita pada sang papa.


Bagaimana pun juga mamanya bisa di jinakkan hanya oleh papa nya saja.


Semoga saja.


Tapi tunggu "wanita itu" harusnya di related bukan bagaimana cara menjinakkan istri orang seperti itu misalnya.

__ADS_1


HAAAA


__ADS_2