
Tok
Toook
tok
pintu kamar di gedor dari luar dengan begitu keras nya, membuat sang pemilik kamar yang masih tertidur, mau tidak mau harus membuka pintu kamar nya dan melihat siapa yang membuat kegaduhan sepagi ini.
"Apa yang kamu kan Fiona, pagi-pagi sudah bikin heboh saja?" tanya Papa Farel.
"Pa, Alyssa gak ada di kamar apa tadi mama yang ambil dia kesini?"
Papa Farel yang mendengar ucapan anak nya itu menyengitkan alisnya.
"Enggak ada, orang mama mu dari semalam dia tidur belum bangun, itu lihat saja sendiri!"
"Ada apa pagi-pagi udah ribut aja kalian ini?"
"Terus dia kemana Ma, pa?, tadi itu masih aku bikin kan susu sekitar jam empat pagi terus aku tidur lagi dan dia masih ada di sana!"
"Apa, cucuku hilang, paaaa cepat cari dia pa cepat, jangan-jangan cucuku di culik orang,?"
"IINNAAAAAAA, datang sini!" teriak Papa Farel pada Asisten rumah tangga nya.
"Iya tuan, ada apa?" cek seluruh ruangan ini, cucuku tidak ditemukan kasih tahu juga kedua satpam itu apa saja kerja nya, sampai ada orang masuk mereka tidak ada yang tahu!"
"Nona kecil dimana kamu!" ucap sambil berlari menuju pos satpam dan memberikan perintah Tuan nya itu.
"hik hik hik, cucuku kemana pa cucu ku paaa!"
"Kamu tenang dulu ma! kita cari dulu di dalam rumah ini, kau dia tidak cepat di ketemukan kita lapor polisi ok,!"
"Sekarang mama tenang dulu, ya papa mau cari dia juga, mama tunggu di sini!"
"Aku ikut hiks, hiks, hiks"
"Ayo "
"Tuan apa yang terjadi?"
"Apa yang terjadi, harus nya aku yang bertanya seperti itu, apa yang terjadi dan apaa yang kalian lakukan, cucu ku hilang dan kalian tidak mengetahui, apa saja yang kalian berdua kerja kan HAAA"
"Cepat cari dia sampai dapat kalau enggak aku laporkan kalian ke polisi!"
"Baik Tuan"
__ADS_1
Kedua nya lalu berpencar mencari ke seluruh ruangan yang ada di lantai dua, mereka juga mengecek setiap jendela yang ada, tapi tidak menemukan satu pun jendela yang rusak.
Lemari pakaian serta kolong tempat tidur sudah mereka cari tapi hasil nya masih nihil, mereka juga turun ke lantai dasar dan mencari nya di sana, tapi lagi-lagi mereka tidak menemukan nya,
Satu jam sudah berlalu tapi belum juga menemukan ada nya tanda-tanda penculikan atau keberadaan dari cucu pemilik rumah tersebut.
Kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga dengan wajah sendu nya.
"Pa, dimana anak ku pa?, apa yang harus aku katakan pada suami ku nanti, dia sebentar lagi pasti akan menghubungi ku dan menanyakan di mana putri nya!"
"Lalu aku harus menjawab apa pa?"
"Cucuku dimana kamu sayang, apa kamu baik-baik saja cucuku!"
"Bagaimana?" tanya Papa Farel saat kedua satpam dan ART-nya mendekat ke arah mereka yang sedang menunggu kabar dari mereka.
"Maaf tuan, kali tidak menemukan nona kecil di rumah ini,"
"Lalu kemana dia, apa tadi pagi ada orang yang datang, Herman ya ,apa tadi Tuan Herman ada datang?"
"Tidak ada Tuan, kami tidak terima tamu sejak kemarin!" ucap pak satpam meyakinkan.
"Pa bagaimana ini cucu ku kemana pa?"
"Tenang kan diri mu ma, Kalian sudah mencari di setiap sudut rumah ini?"
"Cari lagi sampai dapat, cepaat!"
"Paaaa, anak ku paa!"
"Iya sayang kamu jangan nangis ya kita cari di sekali lagi, kalau memang tidak di temukan kita lapor polisi oke,!"
"Sudah jangan menangis"
Papa Farel memeluk kedua perempuan yang sangat berarti dalam hidup nya itu, di tetap bersikap tenang di hadapan mereka semua, meskipun dia sebenarnya sangat emosi, dia tidak mau membuat kedua wanita itu histeris saat dirinya juga terlihat panik.
Sedangkan orang yang mereka cari, masih terlelap dalam pelukan Om nya, tadi saat Fiona masuk ke dalam kamar nya dia terbangun sebentar lalu tertidur lagi.
Entah, Fiona dia lupa atau karena terserang panik yang berlebihan membuatnya tidak melihat ke arah tempat tidur adik nya itu, padahal dia mengecek ke setiap sudut yang ada di ruangan tersebut.
Setelah itu dia keluar dan menutup kembali pintu nya, dan Angga yang mendapati keponakan nya ada di ranjang bersama nya pun berfikir bahwa Fiona menitipkan anaknya yang masih tidur itu pada nya dan melanjutkan lagi tidur nya, dia tidak tahu saja kehebohan apa yang terjadi di rumah nya sepagi ini.
Plaak
"Sakit Sa,!"
__ADS_1
"Banun Om!"
"Iya Om bangun"
"Ayo cuci muka dulu?" ajak nya pada keponakan nya itu.
"Ndak mau!" jawab nya sambil terus bergulung di bawah selimut.
"Ya udah kalau gak mau, Om gak mau gendong kamu lagi!"
"Aaahhh, iya deh aku mau cuci muka!"
Alyssa membuka selimut yang menutupi tubuh nya lalu merangkak mendekati Angga yang sudah berdiri di samping ranjang.
Angga menggendong nya ke kamar mandi, mencuci muka keponakan nya tersebut lalu keluar dari kamar mandi dan mendudukkan Alyssa di tempat tidurnya.
"Tunggu di sini jangan kemana-mana, nanti turun sama Om, kita sarapan sama-sama "
"Tonton otak, tonton otak"
"Mau nonton?" Alyssa mengangguk sambil menunjuk ponsel Angga yabg tergeletak di laci, Angga pun mengambil nya dan mencarikan kartu anak yang biasa di gemari anak-anak seusia keponakan nya.
"Nie, duduk cantik di sini, Om mandi dulu!"
"Ndak mau" ucap nya sambil mengembalikan ponsel yang di berikan angga itu.
"Katanya mau nonton, kok udahan?"
"Tak om otak!"
"Siapa?"
"Tak om Tak"
"oohhhhh si kembar botak itu yang kamu maksud!"
"Ini, bener gak?" tanya Angga sambil menyodorkan ponselnya lagi pada ponakannya itu, sedangkan Alyssa dia tidak menjawab pertanyaan dari Om-nya itu, dia terlalu fokus pada ponsel Yanga da di tangan nya.
"Di cuek in aku, haahh!"
Angga yabg mereka tidak di butuhkan lagi pun langsung bergegas mandi, dia cukup heran sebenarnya, kenapa sampai sekarang mama nya belum juga membangunkannya, biasa nya Mama nya itu tidak pernah telat membangunkan setiap pagi.
Tapi sampai dia sudah selesai mandi Mama nya itu tak terlihat sama sekali, apa mamanya belum bangun, atau mungkin mama nya sedang tidak enak badan.
Angga dengan cepat menyelesaikan aktivitas nya lalu menggendong tas nya dan tak lupa dia juga membawa Alyssa bersama diri nya keluar dari kamar nya menuju kamar orang tua nya.
__ADS_1
"ALYSSAAAAAAA-----