MENCINTAI ISTRI ORANG

MENCINTAI ISTRI ORANG
Teralihkan


__ADS_3

Angga masuk dalam rumah menenteng bungkusan plastik yang ada di tangan kiri nya, langkah kaki terasa begitu berat.


Begitu dia sampai di ruang keluarga, langkah terhenti saat mendapati tatapan tajam dari Papa nya, sedangkan Mama nya dia sudah berdiri sambil berkacak pinggang.


"Dari mana saja kamu, kenapa pulang?, masih ingat jalan pulang kamu Haa!" sembur Papa Farel


"Aku dari tempat kak Hendra pa!"


"Siapa yang mengajarkan kamu berbohong pada orang tua Angga?"


"Aku gak bohong pa!" ucapnya meyakinkan.


"Mama tidak pernah mengajari kamu untuk berbohong apa pun alasannya,!"


"Mama tadi ke tempat Hendra tapi kamu tidak ada di sana, bahkan Azzam dan Aldi juga di sana dan mereka bilang tidak tahu, kamu ke mana seharian gak ada kabar?"


Angga tidak menjawab dia hanya diam mengakui kesalahannya yang membuat semua orang khawatir dengan keadaannya.


"Urus anakmu itu, kalau masih suka kelayapan gak jelas, mulai besok kemanapun dia pergi harus di antar sopir, dan kartu kredit nya aku blokir" ucap Papa Farel lalu beranjak dari sana dia lelah bahkan sangat lelah sekali, tapi dia masih harus mengurus anak laki-laki nya yang tak kunjung pulang.


Setelah suaminya masuk ke kamar mereka, Mama Dini menarik Angga duduk di sofa yang ada di sana, dan ini lah waktu nya persidangan di mulai.


Eeehh...


Sudah seperti sidang paripurna saja tapi kan hanya berdua....

__ADS_1


"Kamu dari mana sayang?"


"Aku ke pantai ma!" jawabnya terus terang.


"Dengan siapa?"


"Maksud Mama?" bukannya menjawab Angga malah melempar pertanyaan pada mamanya itu.


"Maksud Mama, apa kamu pergi ke pantai bersama wanita yang sama dengan yang kamu ajak nonton kemarin?"


Angga melotot mendengar ucapan Mama nya, dia tidak percaya begitu saja dengan ucapan Mama nya itu, bisa saja itu hanya jebakan dari Mama nya yang ingin mengetahui tentang percintaan nya.


"Wanita?, siapa Ma?"


"Apa mama mau melepas nya lalu pakai di jari mama?, lalu aduuuhh maaaĆ "


Mama dini menahan tawa mendengar perkataan Angga, bisa-bisa dia berkata seperti saat dia sedang marah.


"Lepaskan ma! Atit"


Ha-ha-ha.


Mama Dini tidak sanggup lagi menahan tawa nya, dia pun melepas jeweran tangannya di telinga Angga.


"Jelaskan sama Mama, kamu dari mana? sama siapa? dan ngapain aja"

__ADS_1


"Diihh Mama kayak lagi nyanyi aja" jawab


(ada yang ingat dengan lirik lagu itu, kalau ingin komen di bawah ya)


"Jangan banyak ngeles aja kamu, jawab pertanyaan mama?"


"Ma Angga bawa nasi goreng ayam panggang kesukaan mama, kita makan ya ma, Angga belum makan!" alibinya mengalihkan perhatian mama nya.


Mama Dini yang pada dasarnya sangat menyukai nasi goreng dan ayam panggang pun langung tergiur begitu saja, dia akan lupa segalanya.


Angga bernafas lega saat perhatian Mama nya teralihkan dengan makanan yang di bawa nya, rencana yang di susun berjalan lancar, meski tapi sempat ada sedikit gangguan.


Keduanya menuju wastafel, mencuci tangan, tidak enak rasa nya jika ayam panggang menggunakan sendok, sampai meja makan mereka langsung duduk di sana, Angga membuka bungkusan nasi tersebut lalu memberikan nya pada mama nya.


Mama Dini langsung memakan nya tanpa menunggu angga terlebih dahulu.


"Ini sangat enak sayang, ayo cepat makan lalu tidur sudah malam!" ucap nya.


"Oke ma!"


Tanpa banyak kata lagi Angga langsung menyuapkan nasi goreng tersebut, ini entah harus menyebutnya apa?.


yang pasti ini adalah nasi ke dua yang masuk kedalam perutnya, dia melupakan makan siang dan makan malam nya, dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Tanpa menunggu lama nasi goreng itu sudah tandas begitu saja, memang rasa masakan pinggir jalan itu tidak kalah dari nasi goreng di restoran bintang lima, hanya beda penyajian saja yang membuat tampilan lebih menggoda.

__ADS_1


__ADS_2