
Akira memasuki ruangan Dimas, dia merasa terkejut akan kehadiran Sofia.
"Senang melihatmu ada disini Ira..... mmmmm Akira." Ucap Sofia tiba-tiba bersikap baik pada Akira.
Merasa heran dengan sikap Sofia, Akira membalas dengan senyum yang dipaksakan.
Sofia kemudian tersenyum seraya memperbaiki letak rambutnya yang sedikit berantakan. Setelahnya ia mengambil bedak dan lipstik dari dalam tasnya dan mulai memolesi dirinya selama beberapa menit.
Akira merasa bahwa ada sesuatu hal yang diinginkan Sofia darinya.
Sofia menatap Akira begitu lekat dan mengajaknya keluar dari ruangan Dimas. "Aku akan berada di kota ini selama beberapa hari untuk menjaga saudaraku. Tapi dengan kota sebesar ini, sangat sulit untukku menemukan hotel yang nyaman."
"Terus?" Tanya Akira penasaran dengan apa yang diinginkan Sofia darinya.
Sofia berjalan mendekati Akira.
"Apakah aku bisa meminta bantuanmu? Aku mau menginap di rumahmu hanya untuk beberapa hari saja. Kau tahu aku tidak akan membuat banyak masalah." Ucap Sofia.
Akira berusaha menahan kejengkelannya.
"Rumahku bukan tempat yang nyaman untuk beristirahat bagi orang seperti kamu yang perfeksionis kayak kamu. Rumahku masih berantakan, masih banyak yang perlu di renovasi. Terutama kamar tamunya masih sangat berantakan. Aku gak yakin kamu akan betah." Balas Akira.
"Gak apa-apa kok, soalnya gak ada tempat yang sesuai dengan selera aku di kota ini." Ucap Sofia.
'Apa salahnya Akira, cuma beberapa hari saja. Setelah itu dia akan pergi bersama Dimas juga. Toh kau tidak akan melihatnya lagi setelah itu.' ucap Akira dalam hati.
"Oke baiklah. Ambil barang-barang mu dan kita akan pergi ke rumahku." Ucap Akira akhirnya.
*************************
Akira membuka pintu depan rumahnya, kemudian membawa masuk sebuah tas besar milik Sofia.
Mata Sofia mulai menelisik setiap sudut rumah Akira. Di teras rumah Akira ada beberapa keramik yang pecah. Dinding rumah yang beberapa bagian terdapat cat yang terkelupas.
"Semuanya butuh perbaikan," ucap Akira, "tapi aku suka model rumah ini yang bergaya vintage dan mempunyai sirkulasi udara yang baik." Lanjut Akira.
"Harus melakukan banyak renovasi juga." Balas Sofia.
"Aku suka merenovasi sendiri rumahku. Aku bisa merenovasinya sesuai dengan hang aku mau." Ucap Akira.
Sofia hanya membalas "hemmmm"
__ADS_1
Pandangan Sofia tertujunpada ruang keluarga yang begitu besar. Hanya terdapat sebuah meja dan sofa panjang serta satu set tv theater.
"Ini ruangan yang sangat besar." Ucap Sofia.
"Mmmm iya." Balas Akira.
Akira lalu mengajak Sofia untuk menunjukkan sekeliling rumah. Kecuali kamar tamu, karena disana masih terdapat beberapa barang yang ditinggalakan pemilik sebelumnya dari rumah itu.
Setelah itu, Sofia pergi ke kamar Akira untuk mandi dan membersihkan dirinya. Sementara itu, Akira mempersiapkan makanan untuk Sofia. Ia memasak nasi goreng dengan bahan seadanya yang ada di dalam kulkasnya yang kecil.
Sofia ikut menemani Akira di dapur, dengan duduk di meja makan sambil melihat Akira yang tengah memasak.
"Nih udah jadi, adanya cuma ini aja. Tapi dijamin enak." Ucap Akira menyodorkan sepiring nasi goreng untuk Sofia.
"Aku sudah tau pasti enak, karena dulu aku kan sering makan masakan kamu." Balas Sofia.
Keduanya kemudian mulai makan dengan lahap. Ditengah-tengah menyuapi makanan, Sofia mulai berbicara, "apa kau tahu, Dimas memintaku untuk mencarikan untuknya fasilitas tempat melakukan therapi. Aku sudah berkeliling ke beberapa tempat, tapi tak ada satupun yang cocok, karena semuanya rata-rata merupakan tempat yang menyeramkan."
"Menyeramkan?" Ucap Akira dengan alis yang saling bertautan.
"Iya menyeramkan, karena banyak orang-orang aneh dan juga menyeramkan. Aku pikir, tidak bagus untuk Dimas berada di tempat seperti itu."
Akira setuju denhan apa yang dikatakan Sofia. Sangat tidak bagus untuk Dimas tinggal di tempat yang dipenuhi orang yang sama seperti dirinya. Berada di rumah sakit saja sudah sangat membuat Dimas tersiksa. Apalagi harus sampai tinggal di tempat rehabilitasi seperti itu.
"Aku setuju denganmu. Kenapa tidak kau atur saja agar dia bisa melakukan rawat jalan atau therapi di rumahnya saja ataupun di rumahmu." Saran Akira.
"Dia tidak bisa tinggal di rumahnya. Dia akan kesepian dan sendirian." Balas Sofia.
"Bagaimana dengan di rumahmu saja?"
"Aku tidak bisa, ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan. Aku juga punya dua anak kecil yang harus akujaga. Lagipula aku paling tidak bisa berurusan dengan orang sakit."
Akira mencebik, 'huh dasar...'
"Mungkin ini yang terbaik untuknya Akira, berada di kota ini berarti ia bisa dekat dengan Dokternya." Lanjut Sofia.
"Bukannya di kota kalian juga banyak Dokter yang berkompeten."
"Tapi, Dokter Jerry lah yang terbaik. Aku sudah mengeceknya.
Akira berpikir hal uang sama, bahwa Dokter Jerry memang orang yang tepat untuk merawat Dimas.
__ADS_1
"Yang Dimas butuhkan adalah suasana rumah seperti disini. Dia tidak bisa harus pulang ke rumahnya, karena perjalan dari sini kesana lumayan jauh. Dan Dimas tidak mungkin bisa menggunakan pesawat." Ucap Sofia.
Tiba-tiba Akira mengerti kemana arah pembicaraan Sofia, "Gak mungkin Sofia." Ucap Akira.
"Apa sayang?"
"Dimas nggak bisa tinggal disini."
"Tapi rumahmu sangat sempurna. Ruang keluargamu cukup besar, itu bisa menampung tempat tidur dan alat-alat untuk therapi Dimas."
"Aku yakin, kau pasti ingat bahwa aku dan Dimas tidak pernah baik untuk tinggal bersama satu rumah di masa lalu. Aku tidak yakin, jika sekarang kami bisa melakukannya."
"Semuanya tidak akan sama, dia hanya akan berada di ruang keluarga. Kau bahkan tidak akan terganggu oleh kehadirannya, karena dia hanya akan berbaring."
"Apa kau sudah mendiskusikan hal ini dengan Dimas?"
"Tentu saja, dan dia pikir ini ide bagus."
'Jadi Dimas mau tinggal bersamaku?'
Jantung Akira berdegup kencang.
"Tapi Sofia, aku punya bisnis yang harus aku jalankan, punya kehidupanku sendiri juga. Aku tidak bisa merawat Dimas." Ucap Akira.
"Dia suamimu, dan kau harus mendukungnya."
"Aku tidak bisa merawatnya."
"Kau tidak perlu merawatnya, aku akan menyewa perawat untuk menjaganya. Serta satu orang yang akan memasak untuknya juga. Karena aku yakin, kau akan membantu suamimu, maka aku sudah mengatur semuanya. Therapist akan datang besok mengatur semua alat-alat yang Dimas butuhkan. Yang perlu kau lakukan hanya mengawasi pekerjaan mereka. Itu tidak terlalu sulitkan?"
"Sofia kau...."
"Aku sangat yakin bahwa kau akan setuju untuk membantu adikku yang malang itu. Aku tidak mengharapkan penolakan darimu. Tak ada tempat lain yang bisa dia tuju. Hanya kau yang...."
Belum selesai Sofia bicara, Akira mengangkat lengannya dan menyerah, "Oke, baik. Terserah kau saja." Teriak Akira.
"Bagus sekali. Aku akan memilih dan mendatangkan ART kesini besok. Sekarang sudah larut malam, aku perlu beristirahat. Selamat malam Akira," ucap Sofia berjalan ke arah kamar, "aku yakin sekarang kau merasa tenang karena sudah mau melakukan hal yang baik untuk Dimas." Lanjut Sofia.
"Ia kau benar, aku memang merasa tenang karena sudah melakukan hal yang baik untuk Dimas," balas Akira.
'Tapi apakah aku sudah melakukan hal yang benar untuk diriku sendiri pikir Akira.
__ADS_1
Bersambung....