Mencintai Pria Lumpuh

Mencintai Pria Lumpuh
Membuat Daniel Cemburu


__ADS_3

Di balik panggung, wajah Akira terlihat kesal. Ingin sekali ia memaki Daniel. Namun ada banyak desainer dan para model yang tengah berlalu lalang.


"Kau marah padaku?" Tanya Daniel.


"Tidak." Bentak Akira.


"Kalau tidak marah, kenapa kau terlihat kesal dan membentak ku?"


Akira memijit pelipisnya yang berdenyut.


"Kepalaku pusing. Apa kau bisa meninggalkan aku dulu." Pinta Akira.


"Apa kau baik-baik saja? Mau aku ambilkan minum atau obat?" Daniel mendekati Akira berusaha memegang kepala Akira.


Akira sontak menepis tangan Daniel cepat.


"Tidak perlu." Jawab Akira ketus.


Suara MC menyebut nama Akira Olivia sebagai desainer terbaik pada acara Fashion Show malam ini. Semua gaun rancangan Akira banyak disukai para penonton dan beberapa desainer kondang lainnya.


Raut wajah Akira yang tadinya kesal kini berubah sumringah. Akira bersorak ke arah Lola dan memeluknya.


"Lola kau dengar itu, rancangan ku yang terbaik." Pekik Akira.


"Bu Akira pantas mendapatkan semuanya." Balas Lola. "Ayo sekarang Bu Akira harus naik ke panggung."


"Baik, tunggu ya Lola."


Lola dan karyawan Akira yang lain mengangguk. Akira kemudian berjalan naik ke atas panggung. Ia tersenyum bahagia saat menerima buket bunga dan ucapan selamat dari beberapa orang yang ikut berdiri diatas panggung.


"Sebagai reward, Nona Akira berhak untuk menampilkan gaun rancangannya di acara Fashion Show bersama para desainer senior, yang akan diselenggarakan minggu depan."


Akira merasa begitu bahagia, prestasinya ini akan menjadi batu loncatan untuknya agar bisa memperkenalkan rancangan yang ia buat kepada lebih banyak orang, umumnya pada seluruh dunia.


Akira melambaikan tangannya ke arah dimana Dimas dan Oma Lidia berdiri. Dimas sangat bangga atas pencapaian yang didapat Akira.


'Wanitaku ternyata sudah sangat dewasa sekarang.'


Acara selesai, Akira berjalan mendekati Dimas dan Oma Lidia. Tanpa disangka dari arah belakang, Daniel mengikutinya.


"Hai Miss Lidia. Kau terlihat cantik malam ini." Daniel menyapa Oma Lidia dengan mencium tangannya.


"Wah anak muda, kau mau menggodaku ya. Tapi sayang aku tidak tertarik padamu. Walaupun kau tampan, tapi tak bisa mengalahkan Si Tiang Listrik di sampingku ini." Balas Oma Lidia menggandeng tangan Dimas.


Akira menggeleng lalu tiba-tiba memeluk Dimas erat.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mendukungku." Ucap Akira.


"Kau tidak perlu berterima kasih pada suamimu sendiri sayang. Sudah tugasku sebagai suami untuk mendukung setiap langkahmu." Ucap Dimas penuh penekanan pada kata 'suami' yang disebutkannya.


Oma Lidia melihat suasana canggung yang tercipta diantara mereka semua.


"Oh ya pemuda tampan, siapakah gerangan dirimu ini? Aku lihat kau mendekati cucuku? Apa kau belum tau kalau cucuku Akira sudah mempunyai suami?" Cibir Oma Lidia.


"Aku tidak bermaksud mendekatinya Miss Lidia yang cantik. Aku adalah investor Nona Akira." Daniel terlihat berbicara dengan sopan pada Oma Lidia.


"Dari mana kau tahu namaku pemuda tampan?" Tanya Oma Lidia lagi.


"Siapa yang tidak mengenal si cantik dan mempesona Miss Lidia." Canda Daniel.


"Hahaha kau terlalu tampan untuk menjadi pelawak." Balas Oma Lidia.


Akira dan Dimas tidak menggubris obrolan mereka berdua. Keduanya malah terlihat sibuk berpose di depan kamera. Mengambil beberapa pose foto mesra lalu memposting pada akun sosial media mereka.


"Aduuhh yang jatuh cinta, terasa dunia milik berdua. Oma sudah seperti nyamuk saja disini."


Dimas merangkul Oma Lidia dengan sebelah tangannya.


"Oma bukan nyamuk, Oma itu adalah wanita paling cantik bagiku."


"Hei, sudah ku katakan jangan panggil aku Oma kalau sedang diluar rumah. Panggil aku..."


Kini, giliran Daniel yang terlihat seperti nyamuk diantara mereka berempat. Akira, Dimas dan Oma Lidia berpose di depan kamera tanpa menghiraukan Daniel.


'Lihat saja, suatu hari nanti aku yang akan menggantikan posisimu itu Dimas.'


"Oh ya, demi merayakan keberhasilan Akira. Hari ini aku akan traktir kalian semua di restoran mewah." Ucap Dimas kala dua orang karyawan Akira datang mendekat.


"Waaahh, terima kasih." Teriak Lola dan temannya.


Mereka semua berjalan tanpa menghiraukan Daniel yang berdiri dibelakang mereka. Daniel yang kesal dengan cepat menyusul dan menghalangi jalan mereka.


"Sepertinya kalian semua lupa kalau aku ini adalah investor Akira."


"Waah Pak Daniel, maaf aku melupakan anda. Apa anda mau ikut bersama kami?" Tanya Dimas dengan nada mengejek.


"Tentu saja aku ikut. Karena bagaimanapun kesuksesan Akira itu berkat aku yang memodali dirinya. Jadi aku berhak ikut kemanapun dia pergi untuk merayakan keberhasilannya."


"Oh benar. Aku sampai melupakan hal terpenting." Rahang Dimas mulai mengeras, Akira menggenggam tangan Dimas berusaha membuatnya supaya lebih tenang. "Kalau begitu sebagai seorang investor, bukankah sudah seharusnya anda yang mentraktir kami semua."


"Tentu saja, mari ikut." Balas Daniel.

__ADS_1


Akira tampak heran dengan sikap Dimas.


'Apa yang sedang di rencanakan oleh Dimas.?' pikir Akira.


Tiba di restoran mewah, semua orang sudah duduk melingkari sebuah meja bundar.


Saat semua orang sudah memesan makanan, tiba-tiba Dimas berdiri dan mengandeng Akira.


"Ada apa Tiang Listrik?" Tanya Oma Lidia.


"Maafkan aku semuanya, entah kenapa aku dan Akira tiba-tiba ingin merayakannya berdua. Kalian semua makanlah, kali ini biar aku yang traktir sebagai permohonan maaf ku karena tidak sopan meninggalkan kalian semua." Ucap Dimas menunduk.


Akira semakin dibuat tak mengerti, sementara Oma Lidia hanya mangut-mangut.


Daniel ikut berdiri menatap tajam ke arah Dimas.


"Sepertinya tidak sopan jika anda dan Akira pergi meninggalkan kami semua begitu saja." Protes Daniel.


"Oh, maafkan aku Pak Daniel Sang Investor. Tapi aku benar-benar tidak dapat menahan diriku untuk bercumbu dengan istriku yang cantik ini. Apa kau ingin aku melakukannya dihadapan kalian semua?"


"Dimas! Kamu...."


Belum selesai Akira berbicara, Dimas sudah menciumnya tepat dihadapan semua orang. Lola dan seorang karyawan lainnya segera menutup mata mereka, sedangkan Oma Lidia tertawa.


Raut wajah Daniel terlihat sangat emosi. Ia bahkan ingin menerjang langsung ke arah Dimas.


'Beraninya dia mencium wanita yang paling aku cintai dihadapanku.' teriak Daniel dalam hati.


"Hei Akira." Panggil Oma Lidia membuat Dimas melepaskan ciumannya. "Lebih baik kau bawa suamimu pulang. Oma dan yang lainnya tak mau melihat dia bercumbu denganmu saat kita semua menikmati makanan. Sepertinya dia tak sabar membawamu ke atas ranjang. Hahahaha."


"Benar-benar. Kasihan kami para jomblo ini kalau melihat kemesraan dihadapan kami Bu Akira." Teriak Lola.


Akira tersenyum malu-malu.


"Bagaimana sayangku, kita pulang? Kalau lapar, kita bisa memasak berdua. Aku akan memelukmu dari belakang saat kau memasak nanti. Bukankah hal itu yang paling kau suka?" Bisik Dimas ke telinga Akira yang didengar jelas oleh Daniel yang berdiri dihadapan mereka.


Dimas mengalihkan tatapannya ke arah Daniel yang terlihat sangat emosi.


"Ada apa denganmu Pak Daniel? Kenapa kau terlihat tidak suka aku memeluk istriku? Apa jangan-jangan....."


"Dimas, sudah ya." Akira memegang dagu Dimas agar menatap wajahnya. "Lebih baik kita pulang sekarang."


'Aku tahu kau sedang memanas-manasi Daniel, dan aku tidak mau sesuatu terjadi nantinya.' pikir Akira.


"Wah sepertinya kau juga tidak sabar sayang. Baiklah, semuanya kami pergi dulu, nikmati makanan kalian."

__ADS_1


Dimas menggandeng tangan Akira berjalan keluar restoran setelah sebelumnya menemui kasir untuk membayar semua makanan yang sudah mereka pesan.


Bersambung.....


__ADS_2